Ngeri, Penyakit DBD Bisa Perparah Kondisi Pasien Covid-19

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 24 Juni 2020 | 14:15 WIB
Ngeri, Penyakit DBD Bisa Perparah Kondisi Pasien Covid-19
Nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus yang menularkan virus dengue. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Di tengah situasi pandemi virus corona atau Covid-19, masyarakat Indonesia juga mesti menghadapi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Dikutip dari Antara, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar mengingatkan penyakit penyerta situasional seperti demam berdarah dengue (DBD) bisa memperparah kondisi pasien positif Covid-19 jika sampai terserang.

Oleh sebab itu penting bagi masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh karena ada banyak faktor yang bisa membuat setiap warga terpapar Covid-19.

Positif terinfeksi demam berdarah. (Shutterstock)
Positif terinfeksi demam berdarah. (Shutterstock)

"Penyakit penyerta memperburuk perjalanan klinis Covid-19 karena imunnya lebih rendah. Apalagi jika faktor komorbid itu tidak terkontrol dengan baik," ujar Humas IDI Makassar dokter Wachyudi Muchsin di Makassar, Selasa,

Ia mengatakan pasien positif terinfeksi virus corona dapat memiliki gejala yang parah dan memberatkan jika mempunyai komorbid atau penyakit penyerta.

Dokter yang terkenal di Makassar dengan sebutan "Dokter Koboy" ini menjelaskan terdapat beberapa penyakit penyerta yang bisa menyebabkan kematian pada pasien Covid-19, seperti diabetes, hipertensi maupun penyakit lainnya seperti DBD.

"Penyakit penyerta pada Covid-19 adalah penyakit yang sudah diderita oleh seorang pasien sebelum terinfeksi virus corona," katanya.

Namun, penyakit penyerta seperti DBD yang datang kala musim pancaroba juga dapat memperparah kondisi seorang pasien COVID-19.

"Kita harus waspadai betul konteks musim pancaroba, penyakit DBD akan sering kali jadi sangat buruk manakala disertai dengan COVID-19," kata Yudi.

baca juga

Hal lain yang juga harus diwaspadai pula sebab gejala Covid-19 dapat menyerupai penyakit DBD. Dia menuturkan gejalanya seperti trombosit pasien DBD yang rendah, pegal linu.

"Pasien demam berdarah spesifik dengan gejala trombosit rendah, pegal linu, lalu sembuh. Seminggu kemudian panas dan batuk lalu di rontgen dan dites ternyata positif COVID-19," tuturnya.

Karena itu, dirinya bersama dokter lainnya maupun pemerintah setempat mengimbau kepada masyarakat di musim peralihan hujan ke kemarau ini hendaknya menjaga imunitas, membuang air genangan, membersihkan sampah dan rutin berolahraga ringan setiap hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masyarakat Diminta Melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk Untuk Cegah DBD

Masyarakat Diminta Melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk Untuk Cegah DBD

Health | Senin, 22 Juni 2020 | 17:35 WIB

Sama-Sama Demam, Begini Cara Bedakan Gejala Covid-19 dan DBD

Sama-Sama Demam, Begini Cara Bedakan Gejala Covid-19 dan DBD

Health | Senin, 22 Juni 2020 | 13:54 WIB

Bertambah Hingga 500 Kasus Per Hari, 68.000 Orang Indonesia kena DBD

Bertambah Hingga 500 Kasus Per Hari, 68.000 Orang Indonesia kena DBD

News | Senin, 22 Juni 2020 | 13:48 WIB

Terkini

Huawei Watch GT 7 Pro Hadir dengan Material Premium, GPS Akurat, dan Ketahanan Air 5 ATM

Huawei Watch GT 7 Pro Hadir dengan Material Premium, GPS Akurat, dan Ketahanan Air 5 ATM

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:20 WIB

Industri Pegadaian Tumbuh 44 Persen, Koperasi Digital ModalGadai Bidik Pasar Pembiayaan

Industri Pegadaian Tumbuh 44 Persen, Koperasi Digital ModalGadai Bidik Pasar Pembiayaan

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Dari Lari untuk Melepas Penat hingga Seven Stars, Cara Febby Rastanty Menikmati Perjalanan

Dari Lari untuk Melepas Penat hingga Seven Stars, Cara Febby Rastanty Menikmati Perjalanan

Lifestyle | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:18 WIB

Racikan Shin Tae-yong Menakutkan, Marcos Santos Akui Persija Jakarta Layak Juara

Racikan Shin Tae-yong Menakutkan, Marcos Santos Akui Persija Jakarta Layak Juara

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Adu Kekayaan Bupati Indramayu Lucky Hakim vs Wakil Bupati Syaefudin

Adu Kekayaan Bupati Indramayu Lucky Hakim vs Wakil Bupati Syaefudin

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:14 WIB

BBM B50 Diduga Diselundupkan di Perairan Tanjung Emas

BBM B50 Diduga Diselundupkan di Perairan Tanjung Emas

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:12 WIB

Prancis Larang Warga Demo di Marseille, Akses Transportasi Umum di Batasi

Prancis Larang Warga Demo di Marseille, Akses Transportasi Umum di Batasi

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:07 WIB

Suahasil Copot Robert Marbun, Sekjen Kemenkeu Era Purbaya

Suahasil Copot Robert Marbun, Sekjen Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:05 WIB

Berapa Harga iPhone Duo di Indonesia? Lebih Mahal dari Amerika

Berapa Harga iPhone Duo di Indonesia? Lebih Mahal dari Amerika

Tekno | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Harta Kekayaan Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin yang Dibui Kasus Korupsi Rp18,7 Miliar

Harta Kekayaan Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin yang Dibui Kasus Korupsi Rp18,7 Miliar

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:01 WIB

×