Peneliti AS Uji Coba Air Garam Meringankan Gejala Awal Covid-19, Berhasil?

Silfa Humairah Utami | Fita Nofiana | Suara.com

Jum'at, 26 Juni 2020 | 07:03 WIB
Peneliti AS Uji Coba Air Garam Meringankan Gejala Awal Covid-19, Berhasil?
Ilustrasi air garam. (Shutterstock)

Suara.com - Para ilmuwan berencana meneliti air garam atau air asin yang digunakan untuk berkumur dan membasuh hidung untuk membantu meringankan gejala awal Covid-19. Studi tersebut dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Edinburgh, Texas, Amerika Serikat.

Dilansir dari Independent, peneliti berharap untuk membangun studi percontohan yang menyarankan berkumur denan air garam atau membilas hidung yang telah mengurangi durasi penyakit pada orang yang memiliki pilek biasa.

Menurut peneliti, penumpahan virus dan penularannya berkurang pada orang yang menggunakan air garam. Hal tersebut ditemukan dalam percobaan awal, meskipun pengurangan tidak pada tingkat yang signifikan secara statistik.

Studi itu mengumpulkan hasil penuh dari 54 orang yang sebagian besar terinfeksi dengan rhinovirus tetapi beberapa di antaranya terinfeksi virus corona.

Para ahli mengatakan sel-sel manusia tertentu mampu menggunakan ion klorida (komponen garam laut) untuk mensintesis asam hipoklor yang merupakan bahan aktif dalam pemutih dan dikenal memiliki sifat antivirus. Perawatan yang direncanakan akan memasok sel-sel itu dengan ion klorida tambahan.

Ilustrasi minum air garam. (Shutterstock)
Ilustrasi kumur air garam. (Shutterstock)

“Karena Covid-19 adalah jenis baru dari virus corona, kita tidak tahu apakah membilas hidung dan berkumur dengan air asin akan memiliki efek yang sama seperti yang sebelumnya terlihat pada (virus) jenis lain," tulis para peneliti pada laman rekruitmen.

“Jika Anda ikut serta dalam uji coba ini dan diminta untuk melakukan pencucian hidung dan berkumur, Anda mungkin mendapatkan manfaat langsung atau tidak mendapatkan manfaat, gejala Anda mungkin atau tidak menjadi lebih cepat membaik dan orang lain di rumah Anda mungkin atau tidak dilindungi dari terinfeksi," tambahnya.

"Ini adalah pertanyaan yang akan kita selidiki melalui penelitian ini," tulis para peneliti. 

Profesor Aziz Sheikh, direktur University of Edinburgh's Usher Institute menambahkan, bahwa jika memang proses berkumur atau membilas hidung bisa menekan gejala, maka metode tersebut akan jadi perawatan yang mudah.

"Ini hanya membutuhkan garam, air dan beberapa pemahaman tentang prosedur sehingga jika terbukti efektif, ini akan mudah dan murah untuk diterapkan secara luas," kata Sheikh.

Orang-orang yang ikut serta dalam uji coba baru akan diminta untuk mengikuti saran pemerintah tentang kebersihan dan isolasi diri. Satu kelompok akan diminta untuk berkumur dan membersihkan hidung mereka dengan air garam dan yang lainnya tidak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandemi Covid-19 Dorong Pertumbuhan Pembuatan Website

Pandemi Covid-19 Dorong Pertumbuhan Pembuatan Website

Tekno | Jum'at, 26 Juni 2020 | 06:38 WIB

Ditanya Soal Kasus Corona Surabaya, Wali Kota Risma Tantang Wartawan

Ditanya Soal Kasus Corona Surabaya, Wali Kota Risma Tantang Wartawan

Jatim | Jum'at, 26 Juni 2020 | 04:55 WIB

Kabar Baik! Sebulan Dikarantina di RS, Wali Kota Tikep Sembuh dari Covid-19

Kabar Baik! Sebulan Dikarantina di RS, Wali Kota Tikep Sembuh dari Covid-19

News | Jum'at, 26 Juni 2020 | 02:05 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB