Duh, Pasien Covid-19 dengan Hipertensi Berisiko Terinfeksi Lagi Usai Sembuh

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 26 Juni 2020 | 11:50 WIB
Duh, Pasien Covid-19 dengan Hipertensi Berisiko Terinfeksi Lagi Usai Sembuh
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Suara.com - Pasein dengan penyakit penyerta selama ini diketahui lebih berisiko mengalami komplikasi akibat virus corona atau Covid-19. Bahkan, penelitian menyebut bahwa pasien Covid-19 dengan hipertensi berisiko untuk kembali terinfeksi virus corona cukup tinggi.

Dilansir dari Healthshots, peneliti dari Universitas Sains dan Teknologi Huazhong di Cina menilai data pada 938 pasien, dengan 19 di antaranya dari Rumah Sakit Union Wuhan untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Dalam studi mereka, hanya 6,2 persen dari orang yang terlihat mendapatkan Covid-19 positif lagi Para peneliti memperoleh informasi tentang gejala residual pada pasien ini dan hasil tes tindak lanjut untuk materi genetik virus dalam tubuh mereka setelah mereka keluar dari rumah sakit.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Dalam studi, yang belum dipublikasikan, para ilmuwan mengevaluasi hubungan karakteristik klinis dan hasil viral load yang kembali positif pada pasien selama masa tindak lanjut setidaknya 44 hari.

Temuan yang diterbitkan dalam medxxiv repositori preprint, mengungkap bahwa sebanyakl 58 (6,2 persen) dari 938 pasien telah telah dinyatakan kembali positif, sementara 880 tetap negatif.

Para peneliti melihat bahwa orang dengan hipertensi, penyakit jantung, dan yang berusia di atas 50 tahun lebih mungkin untuk dites positif lagi selama masa tindak lanjut. Ini berarti sekarang harus lebih waspada terhadap orang tua, bahkan jika mereka sudah pulih dari covid-19.

"Di antara pasien di atas usia 50 tahun, faktor yang kami temukan terkait dengan hasil re-positif adalah penyakit arteri koroner dan hipertensi," catat mereka dalam penelitian tersebut.

Beberapa pasien mungkin masih membawa SARS-CoV-2 jauh di dalam paru-paru setelah pemulihan

Meskipun jumlah kasus terinfeksi lagi sangat sedikit, kemungkinannya masih ada. Para ilmuwan mengatakan 54 (93,1 persen) dari pasien re-positif (RP) berubah negatif lagi, sementara dua pasien tetap positif, dan dua hilang pada tindak lanjut kedua.

"Terlepas dari mekanisme itu, hasil re-positif yang mendasarinya tetap tidak jelas, kemungkinan infeksi sekunder kecil karena pasien RP ini tidak menyebabkan infeksi setelah keluar, dan kebanyakan dari mereka kembali negatif lagi dengan pengurangan gejala," penelitian mencatat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh, Tiga Bayi Kembar Lahir Positif Virus Corona, Kok Bisa?

Heboh, Tiga Bayi Kembar Lahir Positif Virus Corona, Kok Bisa?

Health | Jum'at, 26 Juni 2020 | 09:03 WIB

Benarkah Pasien Covid-19 Bisa Alami Masalah Otak Hingga Kejiwaan?

Benarkah Pasien Covid-19 Bisa Alami Masalah Otak Hingga Kejiwaan?

Health | Jum'at, 26 Juni 2020 | 09:30 WIB

Alat Tes Covid-19 Buatan Indonesia Segera Dipasarkan

Alat Tes Covid-19 Buatan Indonesia Segera Dipasarkan

Video | Jum'at, 26 Juni 2020 | 09:00 WIB

Terkini

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB