Stop Paksa Anak Banyak Makan Sayur, Ini Bahayanya

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 26 Juni 2020 | 15:00 WIB
Stop Paksa Anak Banyak Makan Sayur, Ini Bahayanya
Ilustrasi jangan paksa anak makan sayur. (Shutterstock)

Suara.com - Jika selama ini para orangtua bersusah payah untuk membujuk anaknya agar mau makan sayur dan buah, nampaknya harus berhati-hati. 

Ini karena sayur dan buah banyak mengandung serat, ternyata juga bisa menghambat pertumbuhan anak.

Dokter Spesialis Gizi Hilna Khairunusa Shalihat, M.Gizi, Sp.GK mengatakan serat bisa menghambat penyerapan kalsium dan zat besi yang sangat dibutuhkan anak-anak dalam masa pertumbuhan.

"Jadi pada anak-anak yang butuh zat besi, kalsium justru seratnya kurang (dibutuhkan). Jadi anak-anak jangan makan sayur sebanyak-banyaknya, jadi cukup dengan porsinya," terang dr. Hilna dalam Webinar FibreFirst beberapa waktu lalu.

Ilustrasi anak sulit makan sayur. (sumber: Visualphotos)
Ilustrasi anak sulit makan sayur. (sumber: Visualphotos)

Ia mengatakan anak yang baru mulai MPASI belum boleh mengonsumsi serat. Namun jika sudah di atas 1 tahun hingga 2 tahun maka baru diperbolehkan, tapi porsinya juga tidak bisa disamakan dengan orang dewasa. 

"Jadi kalau cerita anak-anak usia 6 bulan itu serat belum perlu, kalau udah 2 tahun, mulai dari 1 tahun di usia makan keluarga, itu mulai perlu serat tapi nggak perlu banyak. Kenapa? Bisa bahaya kalau kebanyakan serat," terangnya.

Sementara itu, adapun porsi serat per hari untuk anak berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) Kemenkes RI, kebutuhan serat disesuaikan dengan usianya:

- Anak usia 0 hingga 6 bulan belum tidak dianjurkan mengonsumsi serat.
- Anak usia 7 hingga 11 bulan hanya butuh 10 gram serat per hari
- Anak umur 1 hingga 3 tahun hanya butuh 16 gram serat dalam sehari
- Anak usia 7 hingga 9 tahun hanya butuh 26 gram serat sehari.

Sedangkan bagi anak berusia lebih dari 10 tahun ke atas, kebutuhan serat disesuaikan dengan jenis kelamin anak, seperti berikut:

- Anak laki-laki usia 10-12 tahun: 30 gram serat setiap hari.

- Anak perempuan usia 10 hingga 12 tahun, yaitu 28 gram serat setiap hari.

- Anak laki-laki usia 13 hingga 15 tahun yaitu 35 gram serat setiap hari.

- Anak perempuan usia 13 hingga 15 tahun butuh 30 gram serat setiap hari.

- Anak laki-laki usia 16 hingga 18 tahun, butuh 37 gram serat setiap hari.

- Anak perempuan usia 16 hingga 18 tahun butuh 30 gram serat setiap hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anda Tak Suka Makan Sayur? Bisa Jadi Gen Penyebabnya

Anda Tak Suka Makan Sayur? Bisa Jadi Gen Penyebabnya

Health | Minggu, 24 November 2019 | 19:10 WIB

Piring Ini Bikin Anak Mau Makan Sayur

Piring Ini Bikin Anak Mau Makan Sayur

Health | Selasa, 23 Oktober 2018 | 16:04 WIB

Ingin Anak Suka Sayur, Coba Tips Berikut!

Ingin Anak Suka Sayur, Coba Tips Berikut!

Health | Selasa, 01 November 2016 | 08:30 WIB

Terkini

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB