Peneliti Tegaskan Polusi Udara Bisa Menurunkan Angka Harapan Hidup

Rima Sekarani Imamun Nissa, Fita Nofiana

Minggu, 28 Juni 2020 | 14:20 WIB
Peneliti Tegaskan Polusi Udara Bisa Menurunkan Angka Harapan Hidup
Ilustrasi polusi udara. (Shutterstock)

Suara.com - Memperkuat standar kualitas udara sesuai dengan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) disebut dapat menyelamatkan ratusan ribu nyawa atau meningkatkan angka harapan hidup khususnya di AS. Hal tersebut dinyatakan dalam sebuah studi baru dari Harvard T.H. Chan School of Public Health.

Dilansir dari MedicalXpress, studi ini diterbitkan pada 26 Juni 2020 di Sciences Advances. Penelitian ini memberikan bukti paling komprehensif mengenai hubungan sebab akibat antara polusi udara partikulat (PM2.5) jangka panjang dan kematian dini.

"Studi baru kami meliputi dataset terbesar orang Amerika yang lebih tua dan menggunakan beberapa metode analitik," kata mahasiswa doktoral Xiao Wu, salah satu penulis penelitian ini.

"Itu termasuk metode statistik inferensial kausal untuk menunjukkan bahwa standar AS saat ini untuk konsentrasi PM2.5 tidak cukup protektif dan harus diturunkan untuk memastikan bahwa populasi yang rentan seperti orang tua bisa aman," tambahnya.  

Penelitian baru ini didasarkan pada studi tahun 2017 yang menunjukkan bahwa paparan jangka panjang terhadap polusi dan ozon PM2.5, meningkatkan risiko kematian dini di kalangan lansia di AS.

Untuk studi ini, para peneliti melihat data selama 16 tahun dari 68,5 juta pendaftar di Medicare (97 persen orang di atas 65 tahun). Penelitian ini menyesuaikan faktor-faktor seperti indeks massa tubuh, merokok, etnis, pendapatan, dan pendidikan.

Ilustrasi Lansia (Shutterstock)
Ilustrasi Lansia (Shutterstock)

Mereka mencocokkan wilayah peserta dengan data polusi udara yang dikumpulkan dari lokasi di seluruh AS. Dalam memperkirakan tingkat polusi udara PM2.5 setiap hari untuk setiap wilayah, para peneliti juga memperhitungkan data satelit, informasi penggunaan lahan, variabel cuaca, dan lainnya.

Hasilnya konsisten di semua analisis yang menawarkan hubungan sebab akibat antara paparan PM2.5 dan kematian di antara para pendaftar Medicare di AS.

Para penulis menemukan bahwa penurunan tahunan 10 μg / m3 dalam polusi PM2.5 akan menyebabkan penurunan 6-7 persen risiko kematian.

baca juga

Berdasarkan temuan itu, mereka memperkirakan bahwa jika AS menurunkan standar PM2.5 tahunan menjadi 10 μg / m3 maka sekitar 143.257 jiwa akan diselamatkan dalam satu dekade.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

New Normal Berjalan, Polusi Udara di Jakarta Meningkat

New Normal Berjalan, Polusi Udara di Jakarta Meningkat

Your Say | Kamis, 25 Juni 2020 | 15:58 WIB

Rahasia Umur Panjang, Tempat Tinggal Disebut Bisa Pengaruhi Harapan Hidup

Rahasia Umur Panjang, Tempat Tinggal Disebut Bisa Pengaruhi Harapan Hidup

Health | Kamis, 25 Juni 2020 | 14:26 WIB

Paparan Polusi Udara Terkait dengan Risiko Stroke, Ini Penjelasannya

Paparan Polusi Udara Terkait dengan Risiko Stroke, Ini Penjelasannya

Health | Rabu, 24 Juni 2020 | 10:00 WIB

Terkini

Peringatan Buat Prabowo! Publik Tak Yakin Koperasi Desa Merah Putih Berhasil

Peringatan Buat Prabowo! Publik Tak Yakin Koperasi Desa Merah Putih Berhasil

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 17:36 WIB

4 Micellar Water Buat Remaja untuk Rawat Skin Barrier Tanpa Menguras Dompet

4 Micellar Water Buat Remaja untuk Rawat Skin Barrier Tanpa Menguras Dompet

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 17:35 WIB

Sunscreen Wardah Warna Kuning Cocok untuk Kulit Apa? Ini Rahasia Glowing Tanpa White Cast!

Sunscreen Wardah Warna Kuning Cocok untuk Kulit Apa? Ini Rahasia Glowing Tanpa White Cast!

Lifestyle | Senin, 31 Agustus 2026 | 17:28 WIB

Arkhan Kaka Cs Belum Bertaji, Timnas Indonesia U-20 Masih Buntu Hadapi Malaysia di Babak I

Arkhan Kaka Cs Belum Bertaji, Timnas Indonesia U-20 Masih Buntu Hadapi Malaysia di Babak I

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 17:22 WIB

Telkom Solution Perkuat Bisnis B2B ICT, Sasar Pertumbuhan Enterprise di Asia Pasifik

Telkom Solution Perkuat Bisnis B2B ICT, Sasar Pertumbuhan Enterprise di Asia Pasifik

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 17:20 WIB

Soroti UU Konservasi dan RUU Masyarakat Adat, Forum PCS 2026 Digelar di UGM

Soroti UU Konservasi dan RUU Masyarakat Adat, Forum PCS 2026 Digelar di UGM

Jogja | Senin, 31 Agustus 2026 | 17:19 WIB

Kejagung Sita Uang Rp 401 Miliar Dari Hasil Korupsi Nikel

Kejagung Sita Uang Rp 401 Miliar Dari Hasil Korupsi Nikel

Foto | Senin, 31 Agustus 2026 | 17:16 WIB

Olivia Rodrigo Galang Dana Amal melalui Daisy Chain Fields, Hadirkan Deretan Musisi Perempuan

Olivia Rodrigo Galang Dana Amal melalui Daisy Chain Fields, Hadirkan Deretan Musisi Perempuan

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Bilal Hasan Kibarkan Merah Putih di Arena UFC Bikin Kevin Diks Ikut Bangga

Bilal Hasan Kibarkan Merah Putih di Arena UFC Bikin Kevin Diks Ikut Bangga

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 17:14 WIB

Suku Dayak Bertato Tetap Bisa Jadi Prajurit TNI

Suku Dayak Bertato Tetap Bisa Jadi Prajurit TNI

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 17:14 WIB

×