Paparan Polusi Udara Terkait dengan Risiko Stroke, Ini Penjelasannya

Silfa Humairah Utami | Fita Nofiana | Suara.com

Rabu, 24 Juni 2020 | 10:00 WIB
Paparan Polusi Udara Terkait dengan Risiko Stroke, Ini Penjelasannya
Gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta, Senin (8/7). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]

Suara.com - Paparan jangka panjang polusi udara luar partikel halus merupakan kontributor utama penyakit kardiovaskular dan kematian. Hal tersebut dinyatakan dalam sebuah studi baru di Oregon State University.

Dilansir dari Medicalxprss, studi besar-besaran yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet Planetary Health itu menggunakan data dari studi Prospective Urban Rural Epidemiology (PURE). Para peneliti menganalisis 157.436 orang dewasa berusia antara 35 dan 70 tahun di 21 negara dari 2003 hingga 2018.

Secara keseluruhan, penelitian ini menemukan peningkatan 5 persen pada semua kejadian kardiovaskular untuk setiap 10 mikrogram per meter kubik konsentrasi partikel polutan udara di bawah ukuran 2,5 mikron (PM2.5).

Setidaknya 14 persen dari semua kejadian kardiovaskular yang didokumentasikan dalam penelitian ini dapat dikaitkan dengan paparan PM2.5.

"Itu angka yang besar," kata peneliti Perry Hystad, seorang ahli epidemiologi lingkungan di College of Public Health and Human Sciences OSU .

"Dan itu sebagian besar dari beban penyakit kardiovaskular," imbuhnya.

Studi PURE memilih beberapa negara berpenghasilan rendah, menengah, dan tinggi untuk mengatasi kesenjangan dalam penelitian yang ada. Sebab sebagian besar studi polusi udara berpusat pada orang-orang di negara berpenghasilan tinggi dengan konsentrasi polusi udara yang relatif rendah.

"Studi saat ini melihat partikel PM2.5 karena ukurannya kecil untuk dihirup dalam ke paru-paru di mana dapat menyebabkan peradangan kronis," kata Hystad.

Partikel-partikel ini berasal dari berbagai sumber pembakaran, termasuk mesin mobil, perapian, dan pembangkit listrik tenaga batu bara.

Penyakit stroke (Shutterstock)
Penyakit stroke (Shutterstock)

Dalam periode 15 tahun pengumpulan data, peserta diikuti selama sekitar sembilan tahun, 9.152 orang memiliki kejadian penyakit kardiovaskular, termasuk 4.083 serangan jantung dan 4.139 stroke serta 3.219 kematian yang dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular.

Hubungan terkuat antara paparan polusi udara dan hasil kesehatan adalah untuk stroke. Hystad mengatakan semakin banyak penelitian yang menemukan bahwa risiko stroke sangat dipengaruhi oleh paparan PM2.5, terutama pada konsentrasi tinggi.

"Selama jangka waktu penelitian, tingkat polusi beberapa negara meningkat, sementara beberapa menjadi lebih buruk," kata Hystad.

Peneliti juga mengungkapkan, bahwa pengurangan kecil tingkat polusi ternyata bisa menghasilkan pengurangan risiko penyakit.

"Studi ini menunjukkan bahwa negara-negara tidak harus memberantas semua polusi udara untuk membuat perbedaan bagi kesehatan manusia," kata peneliti  Hystad.

"Jika Anda mengurangi sedikit konsentrasi polusi udara luar, Anda akan melihat manfaat untuk penyakit kardiovaskular,"imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lemak Tubuh Bagian Bawah Baik untuk Metabolisme, Lindungi dari Penyakit Ini

Lemak Tubuh Bagian Bawah Baik untuk Metabolisme, Lindungi dari Penyakit Ini

Health | Selasa, 23 Juni 2020 | 13:00 WIB

BPK Beri Catatan Masalah DKI: dari Soal Rusun, Reklame, Hingga Polusi Udara

BPK Beri Catatan Masalah DKI: dari Soal Rusun, Reklame, Hingga Polusi Udara

News | Senin, 22 Juni 2020 | 19:33 WIB

Waduh, Polusi Udara Lalu Lintas Disebut Pengaruhi Perkembangan Otak

Waduh, Polusi Udara Lalu Lintas Disebut Pengaruhi Perkembangan Otak

Health | Kamis, 18 Juni 2020 | 16:24 WIB

Terkini

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB