Suku Dayak Bertato Tetap Bisa Jadi Prajurit TNI

Muhamad Yasir, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 31 Agustus 2026 | 17:14 WIB
Suku Dayak Bertato Tetap Bisa Jadi Prajurit TNI
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026). [Suara.com/Bagaskara]
baca 10 detik
  • Suku Dayak pedalaman yang bertato karena tradisi diizinkan mendaftar TNI.
  • Kebijakan kelonggaran persyaratan rekrutmen tersebut disampaikan untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat strategis di Hambalang pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
  • Presiden Prabowo juga menerima laporan penanganan bencana alam dan meminta penguatan pencegahan karhutla melalui peran Babinsa.

Suara.com - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan tidak ada hambatan bagi masyarakat suku Dayak pedalaman untuk menjadi prajurit TNI, termasuk bagi mereka yang memiliki tato sebagai bagian dari tradisi adat.

Maruli mengatakan, kebijakan tersebut sebenarnya sudah berlaku sejak lama. TNI memberikan kelonggaran terhadap tato yang dimiliki masyarakat Dayak karena alasan tradisi, meski hingga kini belum banyak putra-putri Dayak dengan kondisi tersebut yang mendaftar.

"Dari dulu juga sudah boleh, memang nggak ada masalah itu, dulu dibuatnya kalau punya tato karena tradisi ya diizinkan, tapi sejauh ini memang belum ada yang mendaftar," ujar Maruli di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Maruli merespons arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat strategis di Hambalang, Bogor, Sabtu (29/8/2026). Dalam pertemuan itu, Prabowo membahas penyesuaian persyaratan rekrutmen bagi putra-putri suku Dayak pedalaman yang ingin mengabdi sebagai prajurit TNI.

Maruli juga meluruskan anggapan bahwa seluruh masyarakat Dayak identik dengan tato.

Menurutnya, tato merupakan bagian dari tradisi sebagian masyarakat Dayak sehingga tidak semestinya menjadi penghalang bagi mereka yang ingin mengikuti seleksi TNI.

"Ya itu kan suku Dayak nggak semua bertato, jadi sebenarnya gak ada masalah sih. Yang berminat kita belum tau, nanti kita cari lagi lah. Kita pastikan," tuturnya.

Menurut Maruli, keterwakilan masyarakat dari berbagai daerah dalam tubuh TNI justru penting. Terlebih, TNI saat ini tengah melakukan penambahan jumlah personel sehingga membutuhkan lebih banyak calon prajurit dari berbagai penjuru Indonesia.

"Karena kita juga senang kalau ada semua perwakilan daerah seluruh Indonesia, apalagi kita sekarang menambah personel, kalau bisa lebih banyak, lebih bagus," katanya.

baca juga
Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan beserta Menteri Pertahanan; Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi; Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2026). ANTARA/HO-Sekretariat Kabinet
Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan beserta Menteri Pertahanan; Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi; Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2026). ANTARA/HO-Sekretariat Kabinet

Perintah Prabowo

Sebelumnya, Presiden Prabowo menggelar pertemuan bersama Panglima TNI, para Kepala Staf Angkatan, Menteri Pertahanan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Menteri Sekretaris Negara, serta Sekretaris Kabinet di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2026).

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan pertemuan tersebut berlangsung sejak sore hingga malam hari. Salah satu agenda yang dibahas yakni perkembangan penyesuaian persyaratan perekrutan masyarakat suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI.

"Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo meminta perkembangan mengenai beberapa hal antara lain, penyesuaian syarat terkait perekrutan suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI,” jelas Teddy.

Selain persoalan rekrutmen prajurit Dayak, Prabowo juga menerima laporan mengenai penanganan sejumlah bencana di berbagai wilayah Indonesia, termasuk pascagempa bumi di Flores dan erupsi Gunung Merapi.

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatra turut menjadi perhatian. Prabowo meminta penanganan karhutla diperkuat, sekaligus mendorong pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat.

Dalam upaya tersebut, Presiden menekankan pentingnya peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran hutan dan lahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Minta Peluang Suku Dayak Jadi Prajurit TNI Dibuka Lebar, Menhan Siapkan Privilese

Prabowo Minta Peluang Suku Dayak Jadi Prajurit TNI Dibuka Lebar, Menhan Siapkan Privilese

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Tuding Oknum Investor Sengaja Bakar Hutan, Petrus Natalis Bela Peladang Dayak Soal Karhutla

Tuding Oknum Investor Sengaja Bakar Hutan, Petrus Natalis Bela Peladang Dayak Soal Karhutla

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:59 WIB

Perda Bakar Lahan Dicabut! Masyarakat Adat Dayak Tagih Solusi Alternatif ke Prabowo

Perda Bakar Lahan Dicabut! Masyarakat Adat Dayak Tagih Solusi Alternatif ke Prabowo

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:56 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×