Stop Menyuapi Anak, Ini Manfaat Anak Makan Sendiri

Vania Rossa | Suara.com

Selasa, 30 Juni 2020 | 09:19 WIB
Stop Menyuapi Anak, Ini Manfaat Anak Makan Sendiri
Ilustrasi anak makan sendiri. (Shutterstock)

Suara.com - Sampai usia berapa Anda menyuapi anak? Dua tahun, tiga tahun, atau bahkan di usia sekolah pun anak masih disuapi? Saatnya Anda berhenti menyuapi anak, dan biarkan anak makan sendiri.

Sebagian orangtua memilih untuk terus menyuapi anaknya karena tak ingin anak berantakan atau kotor saat makan sendiri. Padahal, ini adalah proses belajar yang harus dilalui anak.

Membiarkan anak makan sendiri juga mengajarkan banyak hal padanya. Salah satunya, membuat anak tetap terhubung dengan naluri dasar mereka (rasa lapar) dan mendengarkan isyarat tubuh mereka sendiri (rasa kenyang).

Ketika anak disuapi oleh orang lain, anak berpotensi untuk makan lebih banyak daripada yang mereka butuhkan, menyebabkan mereka kehilangan kontak dengan naluri dasar tubuh mereka. Selain itu, hal ini juga dapat memicu sakit perut dan bisa menimbulkan masalah makan di kemudian hari, seperti kegemukan.

Lalu, kapan anak harus belajar makan sendiri? Keputusan ada di tangan Anda sebagai orangtua. Ada orangtua yang membiarkan anaknya makan sendiri sejak anak mulai MPASI atau mengonsumsi makanan padat. Namun ada juga yang baru mengajarkan anak makan sendiri ketika anak sudah lebih besar.

Tapi yang pasti, dengan anak makan sendiri, ia akan mendapat banyak manfaat dari keterampilan barunya ini. Apa saja? Simak manfaat anak makan sendiri berikut ini, seperti dilansir dari Kids in the House.

1. Belajar keterampilan makan

Anak yang duduk di kursi makannya sendiri dan makan bersama-sama dengan anggota keluarga yang lain, akan belajar tentang bagaimana orang dewasa makan. Inilah momen ketika anak bisa mengamati bagaimana proses makan berlangsung, bagaimana peralatan makan digunakan, dan bagaimana membawa makanan ke mulut untuk dikunyah.

2. Melatih motorik halus

Keterampilan makan perlu dipelajari. Ketika anak semakin berpengalaman menggunakan tangan dan jari-jarinya, ia akan belajar memegang peralatan makannya, termasuk memegang sendok, garpu, sumpit, dan memegang gelas tanpa tumpah. Ini akan menjadikan anak semakin percaya diri ketika ia mulai mahir melakukan itu semua.

3. Membuat anak lebih mandiri

Dilansir dari Parents, Jaeah Chung, M.D., asisten profesor pediatri klinis di Rumah Sakit Anak Stony Brook, New York, mengatakan bahwa bisa makan sendiri adalah aspek penting bagi perkembangan pribadi dan sosial anak.

Selain membuat anak merasa mendapatkan kebebasan, ini juga membangun rasa otonomi yang pada akhirnya menjadi dasar bagi pelajaran kemandirian anak.

4. Belajar mengenal sinyal lapar dan kenyang

Ketika anak makan sendiri, ia akan belajar untuk merespons isyarat alami rasa lapar dan kenyang, demikian dikatakan Tiffani Hays, direktur nutrisi anak di Johns Hopkins Children's Center di Baltimore.

Seperti telah dijelaskan di atas, terus-terusan menyuapi anak berisiko Anda memberinya makan lebih banyak daripada yang dibutuhkannya. Akibatnya, selain anak tak mampu mengenali rasa lapar dan kenyang, anak juga berisiko mengalami kegemukan kelak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stop Paksa Anak Banyak Makan Sayur, Ini Bahayanya

Stop Paksa Anak Banyak Makan Sayur, Ini Bahayanya

Health | Jum'at, 26 Juni 2020 | 15:00 WIB

Jangan Lakukan! Memaksa Anak Menghabiskan Makanan Ternyata Berisiko Buruk

Jangan Lakukan! Memaksa Anak Menghabiskan Makanan Ternyata Berisiko Buruk

Health | Rabu, 27 Mei 2020 | 13:42 WIB

Begini Cara Tepat Ajarkan Anak Prasekolah Soal Kebiasaan Makan Sehat

Begini Cara Tepat Ajarkan Anak Prasekolah Soal Kebiasaan Makan Sehat

Health | Jum'at, 05 Juli 2019 | 10:10 WIB

Terkini

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:05 WIB

Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia

Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia

Health | Kamis, 12 Maret 2026 | 08:38 WIB