Rutin Lakukan Aktivitas Seksual Bisa Kurangi Risiko Menopause Perempuan

Angga Roni Priambodo | Fita Nofiana
Rutin Lakukan Aktivitas Seksual Bisa Kurangi Risiko Menopause Perempuan
ilustrasi menopause yang dialami perempuan. (Shutterstock)

Perempuan yang lebih rutin melakukan aktivitas seksual disebut lebih mungkin menurunkan risiko menopause.

Suara.com - Sebuah studi menyatakan, bahwa perempuan yang rutin melakukan aktivitas seksual setidaknya seminggu sekali kemungkinannya mengalami menopuase lebih lama daripada mereka yang seks lebih jarang.

Aktivitas seks yang dimaksud termasuk hubungan seks, seks oral, sentuhan seksual, hingga masturbasi. 

Dilansir dari Scince Daily, penelitian yang dipublikasikan di Royal Society Open Science ini didasarkan pada data dari Studi Kesehatan Wanita di Seluruh Negara (SWAN) di AS. Ini adalah studi kohort longitudinal terbesar, paling beragam, dan paling representatif yang tersedia untuk meneliti aspek transisi menopause.

Pada penelitian itu menyatakan, setidaknya perempuan yang lebih sering meakukan aktivitas seksual, 28 persen lebih kecil mengalami menopause lebih dulu. 

"Temuan penelitian kami menunjukkan bahwa jika seorang wanita tidak melakukan hubungan seks dan tidak ada kemungkinan kehamilan, maka tubuh memilih untuk tidak berinvestasi dalam ovulasi, karena tidak ada gunanya," kata Penulis pertama pada penelitian ini, kandidat PhD Megan Arnot dari UCL Anthropology. 

Penelitian ini didasarkan pada data yang dikumpulkan dari 2.936 perempuan, direkrut sebagai kelompok awal untuk studi SWAN pada tahun 1996 dan 1997.

Usia rata-rata pada wawancara pertama adalah 45 tahun. Rata-rata mereka memiliki dua anak, sebagian besar sudah menikah atau dalam suatu hubungan sebanyak 78 persen, dan tinggal bersama pasangan mereka 68 persen.

Para perempuan diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan, seperti apakah mereka telah melakukan hubungan seks dengan pasangan mereka dalam enam bulan terakhir, frekuensi seks termasuk apakah mereka melakukan hubungan seksual, seks oral, sentuhan seksual  dalam enam bulan terakhir. 

Pola aktivitas seksual yang paling sering adalah mingguan 64 persen.

Tidak ada perempuan yang memasuki masa menopause, tetapi 46 persen berada di masa menopause dini (mulai mengalami gejala menopause, seperti perubahan dalam siklus menstruasi dan hot flashes) dan 54 persen mengalami pra-menopause (memiliki siklus teratur dan tidak menunjukkan gejala, peri-menopause atau menopause).

Ilustrasi pasangan saat bercinta. [shutterstock]
Ilustrasi pasangan saat bercinta. [shutterstock]


Wawancara dilakukan selama sepuluh tahun masa tindak lanjut, di mana 1.324 (45 persen) dari 2.936 wanita mengalami menopause alami pada usia rata-rata 52 tahun.

Para peneliti mengendalikan karakteristik termasuk tingkat estrogen, pendidikan, IMT, ras, kebiasaan merokok, usia saat pertama kali menstruasi, usia saat wawancara pertama dan kesehatan secara keseluruhan.

"Menopause tentu saja merupakan hal yang tak terhindarkan bagi wanita dan tidak ada intervensi perilaku yang akan mencegah penghentian reproduksi," ujar Profesor Ruth Mace dari UCL Anthropology yang juga penulis penemitian ini. 

"Meskipun demikian, hasil ini merupakan indikasi awal bahwa waktu menopause mungkin menjadi adaptif dalam menanggapi kemungkinan hamil," tambahnya. 

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS