alexametrics

Ahli Minta Masyarakat Hati-hati Terhadap Klaim Kalung Antivirus Corona

Bimo Aria Fundrika
Ahli Minta Masyarakat Hati-hati Terhadap Klaim Kalung Antivirus Corona
Ilustrasi virus corona atau Covid-19 [NIAID].

Karena ternyata banyak pemahaman masyarakat yang salah, yang menduga bahwa antara "virus Corona" dengan "virusnya COVID-19

Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) baru-baru ini dikabarkan tengah memproduksi kalung antivirus yang bisa menangkal virus corona.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menjelaskan kalung antivirus itu sudah melewati uji coba. Ia mengklaim, ketika digunakan selama 15 menit, antivirus itu akan bekerja membunuh 42 persen virus Corona.

Sedangkan jika sudah digunakan 30 menit akan menangkal 80 persen virus Corona.

Daun eucalyptus. (Pixabay)
Daun eucalyptus. (Pixabay)

"Dari 700 jenis, satu (jenis bahan) yang bisa mematikan Corona hasil lab kita, dan hasil lab ini untuk antivirus. Dan kita yakin bulan depan ini sudah dicetak, diperbanyak," kata Syahrul di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2020).

Baca Juga: Tak Pakai Masker di Jogja Siap-siap Kena Sanksi Denda

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) Dr. Inggrid Tania, meminta masyarakat untuk berhati-hati terhadap klaim sepihak tersebut.

"Mohon berhati-hati, karena Klaim sebagai "antivirus Corona" bisa misleading. Karena ternyata banyak pemahaman masyarakat yang salah, yang menduga bahwa antara "virus Corona" dengan "virusnya COVID-19" adalah sama/identik,"kata Inggrid saat dihubungi Suara.com, Sabtu, (4/7/2020).

Padahal, jelas Inggrid, keduanya cukup beda karakteristiknya Dalam sebuah acara, Ia sempat menyarankan untuk melakukan uji klinis secepat mungkin.

"Jika ingin uji kliniknya segera dalam waktu cepat, bisa diarahkan untuk pembuktian efikasi dalam hal perbaikan gejala pernafasan pada pasien Covid-19," kata dia.

Sebelumnya, Syahrul juga mengatakan bahwa Kalung yang diklaim bisa menangkal virus tersebut akan dibuat secara massal pada Agustus 2020.

Baca Juga: Baru Sembuh dari Covid, Pasien Selonong Pulang ke Rumah Buat Geger Keluarga

Komentar