Agar Anak Pintar Bahasa Asing Sejak Kecil, Ini yang Harus Orangtua Lakukan

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Senin, 06 Juli 2020 | 14:27 WIB
Agar Anak Pintar Bahasa Asing Sejak Kecil, Ini yang Harus Orangtua Lakukan
Ilustrasi anak belajar bahasa asing. (Shutterstock)

Suara.com - Orangtua mana, sih, yang tidak ingin anak pintar bahasa asing? Mengusai lebih dari satu bahasa sejak kecil, tentu jadi kebanggaan bagi orangtua, karena merasa anaknya cerdas berbahasa.

Namun psikolog Siti Sa'diah Syam, M.Psi mengingatkan, jangan sampai demi keinginan itu terwujud, anak jadi tidak bisa bahasa ibu, atau bahasa negara tempat ia lahir. Sebelum mengajarkan bahasa asing, kata dia, sebaiknya pastikan anak sudah bisa menggunakan bahasa ibu.

"Bahasa ibu dulu yang harus diajarkan dan dikenalkan pada anak, ketika anak sudah matang, apalagi dia tinggal di Indonesia, baru ajarkan bahasa lain," ujar Sa'diah dalam diskusi Webinar Eka Hospital Group, Senin (6/7/2020).

Setelah memperhatikan kematangan anak dalam berbahasa, lihat juga kesiapan anak menerima bahasa selain bahasa ibu. Apabila dipaksakan sebelum anak siap, tidak hanya menyulitkan anak, tapi juga orangtua itu sendiri.

"Dilihat kemampuan anak sudah matang atau belum untuk dimasukkan dua bahasa. Kalau belum mampu, jangan dipaksakan, kasihan anaknya. Orangtuanya juga kasihan untuk mengimbangi dan mengkomunikasikannya," jelasnya.

Sementara itu, mengajarkan bahasa lain pada anak sebaiknya dilakukan saat umurnya kurang dari 6 hingga 7 tahun. Atau, sebelum anak memasuki sekolah dasar, bisa juga saat ia menjalani preschool TK.

Cara terbaik mengajarkan bahasa lain pada anak, adalah dengan cara bermain, membaca, dan bernyanyi. Sebisa mungkin gunakan bahasa yang mudah dimengerti saat melakukan aktivitas sehari-hari atau bermain.

Jangan lupakan pembiasaan, agar anak semakin fasih berbicara bahasa lain seperti ayah ibu membiasakan menggunakan dua bahasa pada anak saat berbicara atau berkegiatan. Pastikan juga paparan dua bahasa pada anak dalam porsi sama, sehingga tidak ada yang dominan.

Misalnya, ayah berbicara dalam bahasa Inggris dan ibu berbicara dalam bahasa Indonesia. Waktu yang dihabiskan ayah dan ibu juga harus sama dan seimbang, sehingga anak paham saat berbicara dengan ayah atau ibu harus menggunakan bahasa apa.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapan Waktu yang Tepat Ajarkan Anak Bahasa Asing?

Kapan Waktu yang Tepat Ajarkan Anak Bahasa Asing?

Health | Selasa, 09 Juni 2020 | 14:19 WIB

Bukan Hanya Keren, Jago Bahasa Asing Juga Bisa Jadi Modal Aktualisasi Diri

Bukan Hanya Keren, Jago Bahasa Asing Juga Bisa Jadi Modal Aktualisasi Diri

Lifestyle | Selasa, 11 Februari 2020 | 18:38 WIB

Bukan Cuma Untuk Karir, Belajar Bahasa Bisa Tingkatkan Fungsi Otak Lho

Bukan Cuma Untuk Karir, Belajar Bahasa Bisa Tingkatkan Fungsi Otak Lho

Lifestyle | Jum'at, 03 Mei 2019 | 08:13 WIB

Terkini

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Video | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Banten | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Bogor | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:12 WIB

×