AS Gelontorkan Rp 23 Triliun untuk Vaksin Covid-19 dari Novavax

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Rabu, 08 Juli 2020 | 14:08 WIB
AS Gelontorkan Rp 23 Triliun untuk Vaksin Covid-19 dari Novavax
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (getty image)

Suara.com - Pemerintah federal Amerika Serikat akan menggelontorkan USD1,6 miliar (Rp 23 triliun) untuk mempercepat pengembangan vaksin Covid-19 dari Novavax, sebuah pengembang vaksin asal Maryland, Amerika Serikat.

Ini merupakan kesepakatan terbesar dari Operation Warp Speed, upaya pemerintah untuk membuat vaksin dan perawatan virus corona agar tersedia untuk publik Amerika secepat mungkin.

Itu adalah biaya 100 juta dosis vaksin baru untuk awal tahun mendatang, jika vaksin yang mereka kembangkan terbukti efektif dalam uji klinis.

Dilansir dari New York Times, ini adalah sebuah 'taruhan besar' karena perusahaan tersebut tidak pernah membawa produk ke pasar.

Selain kepada Novavax, pemerintah AS juga diketahui telah menginvestasikan hampir USD4 miliar (Rp 58 triliun) kepada perusahaan-perusahaan pengembang vaksin.

Ilustrasi vaksin (pixabay.com)
Ilustrasi vaksin (pixabay.com)

Namun, mereka justru memberikan sedikit informasi tentang bagaimana Operation Warp Speed menghabiskan uang dari lembaga mana dana itu berasal, atau bagaimana keputusan diambil.

Uang-uang itu telah diberikan kepada enam perusahaan dengan berbagai track record, dan dalam banyak kasus, teknologi yang menjanjikan tetapi belum teruji. Dua di antaranya adalah AstraZeneca yang menerima USD1,2 miliar (Rp17 triliun), dan Moderna Therapeutics, sebesar USD500 juta (Rp7,2 triliun).

Beberapa mengatakan strategi ini adalah cara terbaik untuk bergerak cepat di tengah pandemi yang mematikan. Tetapi para kritikus mengatakan publik berhak mengetahui lebih banyak tentang bagaimana uangnya dibelanjakan di masa kritis seperti ini.

Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

"Ini bisa saja menjadi salah satu teknologi medis paling penting di zaman kita, dan kita hanya tahu sedikit tentang bagaimana dan untuk apa uang itu dibelanjakan," kata Peter Maybarduk, direktur akses global untuk program obat-obatan di Public Citizen, sebuah kelompok advokasi hak masyarakat.

baca juga

Sementara itu, pemerintah telah memberikan perkiraan yang bervariasi tentang berapa banyak perawatan dan vaksin yang menurpakan bagian dari Operation Warp Speed, dan menolak memberikan daftar lengkap nama perusahaan yang berpartisipasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rusia Klaim akan Punya Vaksin Covid-19 di Akhir Tahun Ini

Rusia Klaim akan Punya Vaksin Covid-19 di Akhir Tahun Ini

News | Rabu, 08 Juli 2020 | 13:09 WIB

Minta Doa, Dokter Reisa Sebut Indonesia Tengah Membuat Vaksin Covid-19

Minta Doa, Dokter Reisa Sebut Indonesia Tengah Membuat Vaksin Covid-19

Jawa Tengah | Rabu, 08 Juli 2020 | 12:46 WIB

Kementan Diminta Fokus Cari Vaksin Demam Babi Afrika Daripada Kalung Corona

Kementan Diminta Fokus Cari Vaksin Demam Babi Afrika Daripada Kalung Corona

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2020 | 05:35 WIB

Terkini

Gempa M 6,1 Guncang NTT Minggu Pagi, Begini Kondisi Terkini di Lapangan

Gempa M 6,1 Guncang NTT Minggu Pagi, Begini Kondisi Terkini di Lapangan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:15 WIB

Cara Cek NIK Dapat BSU Kemnaker 2026 atau Tidak, Ini Link Resminya

Cara Cek NIK Dapat BSU Kemnaker 2026 atau Tidak, Ini Link Resminya

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:13 WIB

Urutan Pakai Viva Queen Covering Cream untuk Makeup Harian, Jangan Sampai Terbalik

Urutan Pakai Viva Queen Covering Cream untuk Makeup Harian, Jangan Sampai Terbalik

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:05 WIB

Review Ciao Kedai Dimsum Batam: Tempat Healing dan Spot Nulis Paling Tenang

Review Ciao Kedai Dimsum Batam: Tempat Healing dan Spot Nulis Paling Tenang

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:00 WIB

7 Penyebab Memori HP Murah Cepat Penuh padahal Aplikasi Sedikit, Simak Solusinya

7 Penyebab Memori HP Murah Cepat Penuh padahal Aplikasi Sedikit, Simak Solusinya

Tekno | Minggu, 04 Oktober 2026 | 08:58 WIB

Apa Saja Syarat Penerima BSU Rp900 Ribu Kemnaker 2026? Begini Penjelasannya

Apa Saja Syarat Penerima BSU Rp900 Ribu Kemnaker 2026? Begini Penjelasannya

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 08:49 WIB

Meneropong Sepak Terjang Wantimpres Prabowo ke Depan Usai Diisi Rocky Gerung hingga Pakde Karwo

Meneropong Sepak Terjang Wantimpres Prabowo ke Depan Usai Diisi Rocky Gerung hingga Pakde Karwo

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Irjen Herry Heryawan Jadi Kabaharkam Polri, Bagaimana Nasib Green Policing di Riau?

Irjen Herry Heryawan Jadi Kabaharkam Polri, Bagaimana Nasib Green Policing di Riau?

Riau | Minggu, 04 Oktober 2026 | 08:41 WIB

Polemik Memburu Muhammad: Jangan-Jangan yang Kita 'Buru' Bukan Bukunya, Tapi Asumsi Sendiri?

Polemik Memburu Muhammad: Jangan-Jangan yang Kita 'Buru' Bukan Bukunya, Tapi Asumsi Sendiri?

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 08:30 WIB

RT 11 Gandaria Utara Buka Program RT Inggris, Warga Dilatih Speaking hingga Selling-Buying

RT 11 Gandaria Utara Buka Program RT Inggris, Warga Dilatih Speaking hingga Selling-Buying

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 08:18 WIB

×