- RT 11/RW 7 Gandaria Utara meluncurkan program RT Inggris gratis pada September 2026 untuk warga.
- Ketua RT Imam Bashori menyatakan program ini bertujuan mendukung Jakarta menuju kota global dan meningkatkan SDM.
- Pengajaran mencakup percakapan praktis bagi berbagai usia, dari anak-anak hingga lansia, menggunakan metode interaktif.
Suara.com - RT 11/RW 7 Gandaria Utara, Jakarta Selatan, menghadirkan program RT Inggris sebagai wadah belajar bahasa Inggris gratis bagi warga.
Program yang mulai berjalan sejak September 2026 ini menjadi bagian dari inovasi lingkungan bernama Bang Jali atau Bareng Jaga Lingkungan.
Ketua RT 11/RW 7 Gandaria Utara, Imam Bashori, mengatakan RT Inggris masuk dalam pilar ketiga Bang Jali, yakni pendidikan.
Sebelumnya, Bang Jali memiliki pilar keamanan dan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah.
"Ini berkelanjutan ya, ini inovasi kita yang namanya Bang Jali, Bareng Jaga Lingkungan. Nah, di Bang Jali ini ada pilar pertama security, terus kedua environment lingkungan, khususnya pada pengelolaan sampah. Nah, sekarang masuk ke pilar tiga. Pilar ketiga education, ada pendidikan dan RT Inggris masuk dalam pilar ketiga di pendidikan," kata Imam kepada Suara.com di Gandaria Utara, Jakarta Selatan, Sabtu (3/10/2026).
Imam mengatakan program tersebut pada awalnya ditargetkan berjalan selama tiga bulan.
Warga tidak hanya belajar teori, tetapi diarahkan agar mampu menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan sederhana, termasuk ketika berjualan dan membeli.
"Kita target tiga bulan berharap masyarakat di sini minimal sudah bisa speaking, selling buying, habis itu perkenalan, habis itu menjelaskan tentang pilar-pilar kita yang ada di inovasi masyarakat kita," ujarnya.
Kegiatan RT Inggris digelar setiap Senin hingga Jumat mulai pukul 17.00 WIB hingga 23.00 WIB.
Imam menyebut tingginya minat warga membuat program tersebut tetap dilanjutkan secara gratis bagi masyarakat setempat.
"Ini yang gelombang pertama nih tiga bulan. Ternyata nanti ekspektasi masyarakat ternyata masih tinggi juga. Kita masih tetap free buat masyarakat kita ya," tuturnya.
Imam mengatakan setelah program berjalan, pihaknya juga mulai membuka ruang bagi masyarakat di luar lingkungan RT, termasuk pelajar SMA yang ingin mengikuti pembelajaran.
"Tapi kita sudah mulai membuka ruang buat masyarakat lain yang anak-anak SMA, anak-anak yang mau pendidikan di tempat kita, sudah mulai buka. Kita sudah tiga bulan itu sudah launching ya. Launching RT Inggris di situ," kata Imam.
Pengembangan tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pemasukan tambahan untuk mendukung kegiatan lingkungan.
"Karena nantinya itu kita berharap ada pemasukan untuk masuk di lingkungan kita, di situlah nanti ada penambahan buat masuk ke lingkungan ya, biar kita ke-upgrade juga," lanjutnya.