Dokter RSCM: Jika Covid-19 Airborne, Masker Jadi Hal Wajib!

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Kamis, 09 Juli 2020 | 20:25 WIB
Dokter RSCM: Jika Covid-19 Airborne, Masker Jadi Hal Wajib!
Ilustrasi penyebaran virus corona. [Pixabay/Mohamed Hassan]

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi bahwa virus corona SARS COV-2 bersifat airbone atau bisa melayang di udara

Meski begitu, pernyataan WHO dinilai perlu pengembangan lebih lanjut. Terlebih SARS COV-2 termasuk jenis virus baru yang masih diteliti oleh para ahli.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

"Saya kira perlu diikuti perkembangannya terus. Tapi logikanya kalau memang airbone, ukuran droplet ini akan kecil sekali di bawah 5 mikrometer. Dikatakan airbone karena ukuran droplet kecil akhirnya faktor gravitasi jadi tidak besar peranannya. Jadi dia bisa melayang di udara," kata dokter spesialis penyakit dalam RSCM dr. Aditya Susilo, SpPD-KPTI salam webinar Kalbe, Kamis (9/7/2020). 

Jika virus tersebut benar terbukti airborne, Aditya mengatakan, maka aturan jaga jarak tidak lagi efektif sebagai tindakan pencegahan. Karena virus bisa melayang di udara.

"Artinya lingkungan kita kalau ada orang menularkan, kalau airborne, otomatis bisa tertular. Ini potensi yang kita harus hati-hati. Saya masih menunggu terus perkembangan," ucapnya. 

Dengan begitu, ia menegaskan bahwa sifat virus yang airborn semakin menekankan pemakaian masker sebagai tindakan pencegahan. 

"Kalau betul airborne, masker jadi satu hal yang tidak bisa dinegosiasi. Karena kalau droplet lalu jaga jarak lebih dari dua meter, harusnya anda tidak tertular. Tapi pada saat airborne dua meter jadi rancu. Ketika anda ada di ruangan yang sama, berbagi sirkulasi udata yang sama anda akan berpotensi tertular. Jadi akan banyak terjadi perubahan kalau ini benar secara airborne," paparnya. 

Pengumuman WHO terkait sifat virus yang airborne itu disampaikan setelah mendapat desakan dari sekelompok ilmuwan yang melakukan penelitian tersebut. 

"Kami telah berbicara tentang kemungkinan penularan melalui udara dan penularan aerosol sebagai salah satu mode penularan COVID-19," kata Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis pada pandemi COVID-19 di WHO, mengatakan pada jumpa pers, dikutip dari Economic Times.

Pada panduan sebelumnya, WHO mengatakan virus yang menyebabkan penyakit pernapasan COVID-19 itu menyebar melalui droplet yang dikeluarkan dari hidung dan mulut orang yang terinfeksi yang dengan cepat tenggelam ke tanah.

Tetapi dalam sebuah surat terbuka kepada badan yang bermarkas di Jenewa, yang diterbitkan pada hari Senin dalam jurnal Clinical Infectious Diseases, 239 ilmuwan di 32 negara menguraikan bukti bahwa mereka mengatakan menunjukkan partikel virus yang mengambang dapat menginfeksi orang yang menghirupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gugus COVID-19: Orang Tak Pakai Masker Paling Banyak Tambah Pasien Corona

Gugus COVID-19: Orang Tak Pakai Masker Paling Banyak Tambah Pasien Corona

News | Kamis, 09 Juli 2020 | 18:00 WIB

Awas, Obat Ini Justru Bikin Risiko Infeksi Covid-19 Makin Tinggi

Awas, Obat Ini Justru Bikin Risiko Infeksi Covid-19 Makin Tinggi

Health | Kamis, 09 Juli 2020 | 19:10 WIB

Virus Corona Masih Meningkat, Filipina Kesulitan Deteksi Sumber Kasus

Virus Corona Masih Meningkat, Filipina Kesulitan Deteksi Sumber Kasus

Health | Kamis, 09 Juli 2020 | 17:05 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Health | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:36 WIB

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:17 WIB

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:34 WIB

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:59 WIB

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Health | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:57 WIB

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB