Virus Covid-19 Airborne, Pakar Ingatkan Pentingnya Disinfeksi Udara

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 10 Juli 2020 | 05:49 WIB
Virus Covid-19 Airborne, Pakar Ingatkan Pentingnya Disinfeksi Udara
Ilustrasi bersin di tengah pandemi COVID-19. [Pixabay/Mohamed Hassan]

Suara.com - Belum lama ini Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengabarkan adanya potensi virus corona SARS CoV 2 penyebab sakit Covid-19 bisa menyebar melalui udara atau airborne.

Menanggapi hal tersebut, Dr. Budhi Antariksa Ph.(D), Sp.P (K) mengatakan data yang dipublikasi belum dianggap valid, meski WHO sudah mengarahkan setiap negara untuk terus waspada terkait ancaman tersebut.

Dan jika benar, maka akan ada perubahan besar dalam protokol kesehatan di tengan pandemi Covid-19 seperti sekarang.

"Kalau dia airborne ada di mana-mana dan itu bisa terhirup dan masuk melalui masker untuk virusnya masuk, karena tidak hanya masker bedah biasa, maka dia bisa saja harus memakai masker N95," ujar Dr. Budi dalam acara Webinar Imboost, Kamis (9/7/2020).

Ia mengatakan pemerintah Indonesia juga harus lebih menggalakan upaya pencegahan. Apalagi jika benar sudah terbukti airborne, proses pembersihan bukan lagi dibutuhkan pada benda padat dan permukaan tapi juga harus di udara.

"Dari sisi pencegahan Pemda dan Pemerintah harus sering mendisinfeksi udara," jelasnya.

Di sisi lain meningkatnya penyebaran SARS CoV 2 ini, kata Budi, semakin meningkatkan biaya kesehatan negara akibat perubahan kebijakan hingga penyediaan disinfektan di tempat publik."Sepertinya konsekuensinya akan ada biaya lagi, biaya yang lebih mahal sekali," tutupnya.

Dr. Budhi Antariksa yang bekerja di Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI dan RS Persahabatan juga mengatakan pentingnya masyarakat untuk menaati protokol kesehatan.

Ia juga menekankan menjaga daya tahan tubuh selagi masih pencarian antivirus mulai dari menjaga asupan bergizi, pola istirahat yang cukup dan mengonsumsi multivitamin jika diperlukan.

baca juga

"Tidak semua virus RNA itu bisa dibuatkan vaksinnya. Contoh, HIV tidak ada vaksinnya, Hepatitis C juga tidak ada vaksinnya. Ada beberapa virus memang tidak ada vaksinnya. Dan kebetulan, corona itu masuk virus RNA, jadi belum tentu dia bisa dibentuk vaksinnya. Semoga sih bisa. Tapi, sampai sekarang belum ada buktinya," tutup Budhi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi: Tes Masif Tidak Cukup, Pelacakan Agresif Harus Dilakukan

Jokowi: Tes Masif Tidak Cukup, Pelacakan Agresif Harus Dilakukan

News | Kamis, 09 Juli 2020 | 23:19 WIB

RS di Sumut Tak Bisa Ikuti Aturan Kemenkes Terapkan Tes Covid Rp 150 Ribu

RS di Sumut Tak Bisa Ikuti Aturan Kemenkes Terapkan Tes Covid Rp 150 Ribu

News | Jum'at, 10 Juli 2020 | 05:05 WIB

Amerika Serikat  Akan Selesaikan Kewajiban Keungan Sebelum Keluar dari WHO

Amerika Serikat Akan Selesaikan Kewajiban Keungan Sebelum Keluar dari WHO

News | Jum'at, 10 Juli 2020 | 04:30 WIB

Terkini

Perang Survei Pilpres 2029, Sains Politik atau Jualan Framing?

Perang Survei Pilpres 2029, Sains Politik atau Jualan Framing?

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Wamensos Agus Jabo Dorong Penguatan Perlindungan Lansia Lewat Ekonomi Perak

Wamensos Agus Jabo Dorong Penguatan Perlindungan Lansia Lewat Ekonomi Perak

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:04 WIB

Kartu As Honda untuk Tarung di Segmen Motor Listrik: Jual Fitur Penting Ini ke Kompetitor

Kartu As Honda untuk Tarung di Segmen Motor Listrik: Jual Fitur Penting Ini ke Kompetitor

Otomotif | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Orang Miskin Dituntut Tahu Diri, Orang Kaya Bebas Mengejar Ambisi

Orang Miskin Dituntut Tahu Diri, Orang Kaya Bebas Mengejar Ambisi

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam

Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam

Entertainment | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:56 WIB

Komnas HAM Pantau Dampak Karhutla di Kalimantan, Soroti Hak Kesehatan hingga Pendidikan

Komnas HAM Pantau Dampak Karhutla di Kalimantan, Soroti Hak Kesehatan hingga Pendidikan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:56 WIB

Harga Gas Industri Sempat Tembus US$23, PGN Amankan 20 Kargo LNG

Harga Gas Industri Sempat Tembus US$23, PGN Amankan 20 Kargo LNG

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Yadea GT80 Tembus 182 Kilometer Bromo Hingga Madura Sekali Charge

Yadea GT80 Tembus 182 Kilometer Bromo Hingga Madura Sekali Charge

Otomotif | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Lebih dari 100 Titik Api Kepung Gunung Arjuno, Jalur Pendakian Ditutup

Lebih dari 100 Titik Api Kepung Gunung Arjuno, Jalur Pendakian Ditutup

Foto | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:50 WIB

PDIP Tolak Mentah-mentah Usul Luhut Hapus Kerugian Negara dari Korupsi: Cedera Keadilan Rakyat

PDIP Tolak Mentah-mentah Usul Luhut Hapus Kerugian Negara dari Korupsi: Cedera Keadilan Rakyat

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:50 WIB

×