Tak Cuma Bikin Gatal, Gigitan 4 Serangga Ini Bisa Bahaya bagi Kesehatan!

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Selasa, 21 Juli 2020 | 15:26 WIB
Tak Cuma Bikin Gatal, Gigitan 4 Serangga Ini Bisa Bahaya bagi Kesehatan!
Ilustrasi kutu [Shutterstock]

Suara.com - Biasanya gigitan serangga menghasilkan tidak lebih dari gatal, kemerahan atau rasa sakit ringan. Tetapi serangga juga dapat menularkan penyakit seperti Eastern Equine Ensefalitis (EEE) yang langka namun mengancam jiwa.

"Jika serangga menggigit, biasanya lebih mengganggu daripada yang lain, tetapi kami mulai melihat lebih banyak penyakit terkait dengan gigitan serangga," kata Michael Zimring, MD, direktur Center for Wilderness and Travel Medicine di Mercy Hospital di Baltimore.

Dilansir dari Everyday Health, berikut adalah beberapa serangga yang berisiko mengganggu kesehatan, antara lain:

1. Nyamuk

Nyamuk biasanya berkembang biak di tanah lembab atau tempat-tempat dengan genangan.

"Ini seperti saluran pembuangan, ban bekas, kolam rendam anak-anak, dan tempat berjemur burung," kata Dr. Zimring.

Nyamuk membunuh lebih dari 700 orang di seluruh dunia setiap tahun dengan menyebarkan penyakit seperti demam berdarah, ensefalitis, malaria, virus West Nile, dan Zika. 

Nyamuk-nyamuk juga membawa virus penyebab EEE yang paling sering ditemukan di dan sekitar rawa-rawa kayu keras air tawar. 

Ilustrasi nyamuk. (Pixabay/Skeeze)
Ilustrasi nyamuk. (Pixabay/Skeeze)

2. Kutu

Beberapa kutu hanya mengganggu karena mereka bisa sulit dihilangkan dari kulit begitu menempel. Tetapi kutu berkaki hitam dapat membawa bakteri yang menyebabkan penyakit Lyme. 

"Penyakit Lyme adalah kondisi kesehatan yang serius, tetapi tidak semua kutu menyebarkan bakteri yang menyebabkan Lyme," kata Zimring. 

"Jika Anda digigit oleh kutu yang membawa penyakit Lyme, biasanya perlu waktu 24 hingga 48 jam untuk bertahan, jadi jika Anda mengalami ruam, bilur merah yang terlihat seperti mata banteng segeralah hubungi dokter," tambahnya. 

3. Lebah

Sengatan lebah biasanya tidak berbahaya, meskipun sedikit menyakitkan, dan perawatan di rumah seperti kompres panas atau dingin bisa mengatasinya. Tetapi jika Anda alergi terhadap sengatan lebah, Anda dapat memiliki reaksi yang berpotensi mengancam jiwa yang disebut anafilaksis. 

Jika Anda mengalami gejala termasuk kemerahan di area kulit yang lebarnya lebih dari 10 inci atau bertambahnya rasa sakit, bengkak, kemerahan, drainase nanah dan demam maka segera cari bantuan medis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nyamuk Pembawa Virus West Nile Terdeteksi di New York AS

Nyamuk Pembawa Virus West Nile Terdeteksi di New York AS

News | Rabu, 15 Juli 2020 | 11:07 WIB

Rumah Susun di Lebak Banten Diserang Serangga Beracun Tomcat

Rumah Susun di Lebak Banten Diserang Serangga Beracun Tomcat

Banten | Rabu, 06 Mei 2020 | 16:11 WIB

Usir Nyamuk dari Rumah Tanpa Semprotan, Lakukan 5 Tahapan Ini!

Usir Nyamuk dari Rumah Tanpa Semprotan, Lakukan 5 Tahapan Ini!

Health | Jum'at, 02 Agustus 2019 | 14:55 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB