Ramai-ramai Pakar FKUI Bantah Klaim Thermo Gun Bisa Rusak Otak

Selasa, 21 Juli 2020 | 16:54 WIB
Ramai-ramai Pakar FKUI Bantah Klaim Thermo Gun Bisa Rusak Otak
Tes suhu tubuh (Antara)

Suara.com - Departemen Fisika Kedokteran Klaster Medical Technology IMERI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) memberikan penjelasan sekaligus meluruskan berita mengenai termometer tembak atau thermo gun yang dianggap dapat membahayakan otak.

Termometer tembak sendiri merupakan alat praktis untuk mendeteksi salah satu gejala Covid-19 seperti demam dan suhu badan.

Alat tersebut banyak digunakan di perkantoran, sekolah, pusat perbelanjaan dan tempat publik lainnya. Mereka yang memiliki suhu di atas 37,5 derajat, tidak boleh masuk ke area-area tersebut.

Berdasarkan rilis FK UI kepada suara.com, Selasa(21/7/2020), keberadaan laser, yang dituduh berbahaya untuk otak--pada termometer tembak pada dasarnya hanya sebagai petunjuk, selayaknya laser pointer dalam presentasi.

Laser tersebut dianggap tidak memiliki efek berbahaya untuk otak, meski tetap tidak dibolehkan menembak ke arah mata secara langsung. Hal tersebut dikhawatirkan dapat dapat merusak retina pada mata.

Teknologi termometer tembak ini mampu menangkap energi radiasi dari tubuh dan ditampilkan dalam berupa angka digital temperatur derajat celcius pada thermo gun.

Prinsip teknologi serupa diterapkan pada kamera termal skrining temperatur di bandara serta thermal goggles di militer untuk mendeteksi keberadaan seseorang di malam hari yang gelap.

"Termometer inframerah memang beragam jenisnya ada yang di telinga dan dahi. Nah, thermo gun di dahi ini untuk mendeteksi Covid-19 lebih efektif karena membuat si pemeriksanya tanpa perlu menyentuh," tulis rilis tersebut.

Hal yang perlu diperhatikan adalah akurasi pengukuran temperatur bergantung pada jarak dan sudut alat thermogun terhadap objek yang diukur. Maka dari itu, jangan heran jika hasil pengukuran bisa berubah-ubah.

Baca Juga: Canggih, Alat Pengukur Suhu Tubuh Buatan Dosen UGM Ini Pakai Pemindai Wajah

Pada awalnya, thermo gun bukanlah alat medis melainkan untuk keperluan industri mengukur temperatur benda dengan jarak pengukuran ideal 12 centimeter. 

Karena itu, thermo gun untuk industri dan medis berbeda. Pun penggunaan thermo gun industri untuk mendeteksi temperatur tubuh manusia tidak tepat, karena bukan peruntukannya

Penjelasan yang disusun Prasandhya Astagiri Yusuf, S.Si, M.T., Ph.D, dr. Anindya Pradipta Susanto, B.Eng, MM, r. Muhammad Hanif Nadhif, S.T. , Muhammad Satrio Utomo, M.Sc dari Departemen Fisika Kedokteran/Klaster Medical Technology IMERI FKUI pada akhirnya menyimpulkan thermo gun tidaklah memancarkan radiasi.

Sebagai alat pengukur suhu, sebagai indikator kesehatan, thermo gun direkomendasikan untuk dikalibrasi minimal satu tahun sekali. 

Kalibrasi diperlukan agar skrining suhu terjaga akurasinya karena informasi yang salah bisa membuat gagal skrining suhu (positif palsu dan negatif palsu) sehingga membahayakan banyak orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI