Setelah Temulawak, Mengkudu Diklaim Bisa Percepat Penyembuhan Covid-19

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Kamis, 23 Juli 2020 | 18:25 WIB
Setelah Temulawak, Mengkudu Diklaim Bisa Percepat Penyembuhan Covid-19
Mengkudu. (Shutterstock)

Suara.com - Setelah sebelumnya temulawak dan ikan gabus yang disebut bisa bisa menangkal virus corona, kini giliran mengkudu yang diklaim bisa membantu mempercepat proses pemulihan kesehatan tubuh bagi pasien positif.

Mengkudu itu dijadikan sari atau ekstraksi yang dikenal dengan nama Trasdar Jus C-19. Ramuan tersebut merupakan hasil karya dari Trasdar Jus C-19, Irwan Paturusi, seorang warga Kecamatan Mariso, Kota Makassar. Demikian seperti dikuitp dari Antara, Kamis, (23/7/2020). 

Pembuat minuman herbal sari pati buah mengkudu, Trasdar C-19, Iwan Paturusi, menunjukkan produk yang siap didistribusikan bagi pasien COVID-19 di rumah produksinya, jalan Melati, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. ANTARA/Darwin Fatir.
Pembuat minuman herbal sari pati buah mengkudu, Trasdar C-19, Iwan Paturusi, menunjukkan produk yang siap didistribusikan bagi pasien COVID-19 di rumah produksinya, jalan Melati, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. ANTARA/Darwin Fatir.

"Herbal ini dinamai Trasdar Jus C-19. Arti Trasdar adalah Tradisional Makassar, sementara C-19, COVID-19. Seluruh proses pembuatan jus ini alami tanpa bahan pengawet, dan ini bukan obat," ujar Irwan.

Irwan menjelaskan bahwa pembuatan jus tersebut berawal dari resep orang tua dahulu yang menjadikan buah mengkudu sebagai ramuan tradisional dan digunakan sejak puluhan tahun lalu.

"Awalnya saya buat untuk konsumsi pribadi menurunkan kolesterol. Setelah adanya wabah Covid, saya mencoba membuat lebih untuk dibagikan ke orang dekat. Alhamdulillah, beberapa diantaranya sembuh," kata dia.

Dari situ ia memperbanyak jus tersebut dan memberikannya pada pasien di rumah sakit, tempat karantina maupun isolasi mandiri. Ia mengaku murni hanya ingin menolong.

Irwan mengatakan beberapa pasien banyak yang mengaku sembuh setelah rutin mengonsumsinya. Ia menyebut bahwa dirinya sudah mengajukan pengujian produk tersebut ke Badan Pengawas Obat dan Makanan. Namun untuk uji klinis masih sementara dilakukan begitupun izin usahanya masih berproses.

"Jus C-19 kita bagikan bila ada permintaan dari pasien Covid secara gratis. Selama ini kita salurkan kepada mereka yang membutuhkan. Tapi bagi yang ingin mengkonsumi pribadi untuk pencegahan kita kenakan Rp50 per botol sebagai pengganti biaya produksi," ujarnya menambahkan.

Sementara tim riset Jus C-19, Yunus Praya, menjelaskan kandungan dari buah mengkudu memiliki vitamin B1, B2, B3, B5, B6 dan B12. Sedangkan vitamin C yang terkandung di dalam buah itu terdiri dari asam askorbat, asam amino, folat, dan vitamin E serta manfaat lainnya bagi kesehatan.

"Dari kandungan inilah diyakini mempercepat penyembuhan pasien serta sangat berguna bagi tubuh. Jus C-19 murni dari Mengkudu, tidak ada campurannya," ujar lulusan Fakultas Kesehatan Masyarakat itu.

Dari riset melalui uji sampel diberikan kepada 100 pasien Covid-19 mulai 15 Mei-1 Juni 2020 secara acak di rumah sakit, isolasi mandiri dan isolasi di hotel, hasilnya 97 pasien dinyatakan negatif atau sembuh karena rutin mengkonsumsi, sisanya belum karena tidak konsisten.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) Dr. Inggrid Tania, meminta masyarakat untuk tetap kritis terhadap testimoni atau klaim dari produk yang bisa menyembuhkan Covid-19. Inggrid menjelaskan, bahwa menurut penelitian terdahulu, mengkudu memang memiliki sifat untuk meningkatkan imunitas tubuh, meredakan demam dan juga batuk. 

"Tetapi kalau dikatakan antivitrus belum bisa, misal belum bisa dikatakan bisa menyembuhkan SARS-Cov2, tapi secara teori sebelum nya itu sangat mungkin karena sudah ada khasiat sebagai peningkat imunitas dan pereda demam dan bantuk. Tetapi kalau peraturan tidak boleh diklaim obat Covid-19," ujar Inggrid. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

33 Pasien Covid-19 di Makassar Sembuh Berkat Jus Mengkudu

33 Pasien Covid-19 di Makassar Sembuh Berkat Jus Mengkudu

Health | Jum'at, 22 Mei 2020 | 19:47 WIB

Wisata Museum dan Makam Sunan Giri, Mitos Mengkudu yang Diburu Peziarah

Wisata Museum dan Makam Sunan Giri, Mitos Mengkudu yang Diburu Peziarah

Lifestyle | Kamis, 07 November 2019 | 20:00 WIB

Diyakini Obat Kanker, Mengkudu Tidak Boleh Dikonsumsi Orang Seperti Ini!

Diyakini Obat Kanker, Mengkudu Tidak Boleh Dikonsumsi Orang Seperti Ini!

Health | Sabtu, 08 Juni 2019 | 16:10 WIB

Terkini

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB