alexametrics

Shandy Aulia Tambahkan Madu di MPASI Bayinya yang Baru 4 Bulan, Amankah?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Shandy Aulia Tambahkan Madu di MPASI Bayinya yang Baru 4 Bulan, Amankah?
Shandy Aulia memberikan MPASI pada bayinya (Instagram/@shandyaulia)

Meski madu termasuk makanan alami yang memiliki banyak nutrisi dan manfaat kesehatan, memberikannya pada bayi di bawah usia 1 tahun bisa berisiko.

Suara.com - Shandy Aulia sempat menerima kritik dari warganet karena sudah memberi bayinya yang berusia 4 bulan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Sebab umumnya, MPASI diberikan pada bayi berusia 6 bulan.

Selain waktunya yang dianggap tidak tepat, Shandy Aulia juga mendapat kritik karena memberi anaknya madu yang dicampur alpukat ketika MPASI.

Banyak orang berpendapat bahwa madu tidak diperbolehkan untuk bayi yang masih di bawah usia 1 tahun. Tapi, Shandy Aulia kembali memiliki alasan tersendiri memberi anaknya madu dan sudah berkonsultasi dengan dokter ahli.

"Saya memberikan madu pada campuran MPASI Claire hanya sangat sangat sedikit bisa dikatakan tidak mengurangi rasa sedikitpun Avocado, saya memberikan madu sudah berkonsultasi pada dokter gizi terlebih dahulu...," ujar Shandy Aulia di Instagram.

Baca Juga: Hasil Tes Negatif, Wanita Meninggal Misterius dengan Gejala Virus Corona

Pada umumnya, bayi usia 0-6 bulan membutuhkan ASI eksklusif. Sedangkan madu termasuk makanan alami yang memiliki banyak nutrisi dan manfaat kesehatan.

Shandy Aulia memberikan MPASI pada bayinya berupa madu (Instagram/@shandyaulia)
Shandy Aulia memberikan MPASI pada bayinya berupa madu (Instagram/@shandyaulia)

Tetapi dilansir dari Hello Sehat, pemberian madu pada bayi sebelum usia 1 tahun bisa membahayakan kesehatannya. Karena, madu mengandung spora bakteri Clostridium boulinum yang bisa menyebabkan penyakit pada bayi.

Jika bakteri itu tertelan oleh bayi, maka itu bisa berkembang dan memperbanyak diri di usus bayi. Kemudian, bakteri pada madu itu bisa memproduksi racun berbahaya dan menyebabkan botulisme.

Bila bayi menderita botulisme, mereka akan menunjukkan gejala seperti konstipasi atau sembelit, lesu dan kurangnya nafsu makan.

Bakteri ini tidak dianggap berbahaya bagi orang dewasa dan anak di atas usia 1 tahun, karena mikroorganisme normal pada usus sudah bisa mencegah berkembangnya bakteri.

Baca Juga: Ilmuwan Temukan Genetik Kelelawar Bisa Melawan Virus Corona Covid-19

Sementara, bayi di bawah usia 1 tahun belum memiliki saluran pencernaan yang kuat dan belum bisa mencegah tumbuhnya bakteri jahat dalam usus.

Komentar