Shandy Aulia Beri MPASI saat Bayinya Baru Usia 4 Bulan, Bolehkah?

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 23 Juli 2020 | 18:29 WIB
Shandy Aulia Beri MPASI saat Bayinya Baru Usia 4 Bulan, Bolehkah?
Alasan Shandy Aulia beri MPASI dini ke anak. (Dok: Instagram/shandyaulia)

Suara.com - Baru-baru ini Shandy Aulia tengah menjadi sorotan publik lantaran sudah memberikan MPASI pada anak pertamanya di usia 4 bulan.

Shandy pun sempat mengunggah momen pertama MPASI anaknya di Instagram dan menjelaskannya di Youtube. Tetapi, unggahannya justru menuai hujatan warganet.

Menurut warganet, langkah Shandy Aulia memberikan MPASI pada anak sebelum usia 6 bulan kurang tepat. Tetapi, Shandy Aulia membantahnya bahwa tindakan yang dilakukannya sudah sesuai anjuran dokter.

"Sebelum saya memberikan MPASI saat usia Claire belum 6 bulan tentunya bukan keputusan iseng ataupun tanpa dasar konsultasi pada Dokter yang sudah berpengalaman...," ujar Shandy Aulia pada di Instagramnya.

Idealnya dilansir dari Mayo Clinic, bayi usia 0-6 bulan hanya membutuhkan ASI eksklusif untuk memenuhi kebutan gizinya. American Academy of Pediatrics pun merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama setelah kelahiran.

Unggahan Shandy Aulia [Instagram/@shandyaulia]
Unggahan Shandy Aulia [Instagram/@shandyaulia]

Tetapi, kebanyakan bayi sudah siap mengonsumsi makanan padat sebagai pelengkap ASI atau susu formula pada usia 4 hingga 6 bulan.

Selama waktu itu bayi biasanya berhenti menggunakan lidah mereka untuk mendorong makanan keluar dari mulut dan mulai mengembangkan koordinasi untuk memindahkan makanan padat dari depan mulut ke belakang untuk menelannya.

Adapun ciri-ciri bayi Anda sudah siap mengonsumsi makanan padat, antara lain:

1. Bayi sudah bisa memegang kepalanya dalam posisi tegak
2. Bayi sudah bisa duduk sendiri
3. Bayi sudah bisa menggerakkan tangan atau mainannya
4. Bayi sudah menunjukkan keinginan makan dengan membungkukkan badan ke depan dan membuka mulutnya

baca juga
Ilusrasi MPASI (Shutterstock)
Ilusrasi MPASI (Shutterstock)

Meski begitu dilansir dari Hellosehat.com, ada beberapa dampak yang mungkin terjadi akibat pemberian MPASI terlalu cepat.

1. Motorik bayi belum siap sehingga meningkatkan risiko tersedak
2. Sistem pencernaan bayi belum siap dan bisa menimbulkan gangguan pencernaan
3. Pemberian MPASI terlalu cepat bisa menurunkan faktor risiko alergi, eksim dan obesitas

Perlu dipahami pula bahwa pemberian MPASI pada bayi harus sesuai dengan kebutuhan zat gizi, kemampuan dan kesiapan organ tubuh bayi untuk menerima makanan tambahan.

Jika MPASI diberikan terlalu cepat atau lambat (kurang atau lebih dari 6 bulan) sama-sama berisiko memberikan efek yang kurang baik bagi kesehatan bayi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Jemur Bayi di Bawah Jam 9 Pagi, Ini Penjelasan Ahli

Jangan Jemur Bayi di Bawah Jam 9 Pagi, Ini Penjelasan Ahli

Health | Kamis, 23 Juli 2020 | 17:50 WIB

Anaknya Kembali Diejek Kurang Gizi, Shandy Aulia Ngamuk

Anaknya Kembali Diejek Kurang Gizi, Shandy Aulia Ngamuk

Entertainment | Kamis, 23 Juli 2020 | 11:20 WIB

Gemas! Korea Selatan Rayakan Kelahiran Bayi Panda Pertamanya

Gemas! Korea Selatan Rayakan Kelahiran Bayi Panda Pertamanya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2020 | 20:11 WIB

Terkini

Pemprov DKI: Evaluasi Jalur Bukan Berarti Abaikan Hak Pesepeda

Pemprov DKI: Evaluasi Jalur Bukan Berarti Abaikan Hak Pesepeda

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:43 WIB

Bentangkan Merah Putih 1.000 Meter, Serukan Rakyat Masih Bersatu di Tengah Persoalan Bangsa

Bentangkan Merah Putih 1.000 Meter, Serukan Rakyat Masih Bersatu di Tengah Persoalan Bangsa

Jogja | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Kripto Berbasis Aset Riil Penuhi Unsur Syariah

Kripto Berbasis Aset Riil Penuhi Unsur Syariah

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Diskon Dimsum di Super Yumcha Khusus Nasabah BRI, Cek Cara Dapatkannya!

Diskon Dimsum di Super Yumcha Khusus Nasabah BRI, Cek Cara Dapatkannya!

Bri | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:39 WIB

Jangan Cuma Seremonial! Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Agustusan Jadi Benteng Nasionalisme Gen Z

Jangan Cuma Seremonial! Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Agustusan Jadi Benteng Nasionalisme Gen Z

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:34 WIB

Tak Ingin Viral Karena Joget, Puan Maharani Minta Anggota DPR Jaga Sikap di Sidang Tahunan

Tak Ingin Viral Karena Joget, Puan Maharani Minta Anggota DPR Jaga Sikap di Sidang Tahunan

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:34 WIB

Kung Fu Soccer: Sajikan Perpaduan Seni Bela Diri dan Taktik Bola Modern

Kung Fu Soccer: Sajikan Perpaduan Seni Bela Diri dan Taktik Bola Modern

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:30 WIB

3 Rekomendasi Bedak Luxcrime untuk Mengunci Minyak dan Pori Besar sesuai Review

3 Rekomendasi Bedak Luxcrime untuk Mengunci Minyak dan Pori Besar sesuai Review

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:28 WIB

Jasad Sutrimo Nihil Luka, Tim Forensik Tak Temukan Bekas Pukulan Benda Tumpul

Jasad Sutrimo Nihil Luka, Tim Forensik Tak Temukan Bekas Pukulan Benda Tumpul

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:28 WIB

Harimau Sumatera Pemangsa Ternak Warga Berhasil Dievakuasi

Harimau Sumatera Pemangsa Ternak Warga Berhasil Dievakuasi

Foto | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:25 WIB

×