Kasus Covid-19 Indonesia Salip China, Achmad Yurianto: Tidak Perlu Balapan

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Sabtu, 25 Juli 2020 | 16:29 WIB
Kasus Covid-19 Indonesia Salip China, Achmad Yurianto: Tidak Perlu Balapan
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan RI . (Youtube BNPB Indonesia)

Suara.com - Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan RI Achmad Yurianto ikut menanggapi jumlah kasus Covid-19 di Indonesia yang telah menyalip China. Menurutnya pandemi ini bukan jadi ajang balapan antar negara.

"Ini penyakit yang tidak perlu pakai balapan ya, nanti sakit lho kalau nggak pernah ngalahin Amerika, nggak pernah ngalahin Brasil, kalau nggak pernah ngalahin nanti lama-lama frustasi loh kita," ujar Yurianto dalam acara diskusi No Sleep For Weekend, Sabtu (25/7/2020).

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Jika terus membanding-bandingkan dengan negara lain, kata Yurianto ia khawatir akan timbulnya persepsi dan anggapan pengetesan tidak bagus, cara edukasi jubir kepada masyarakatnya tidak baik, atau bahkan dianggap tidak mampu melatih SDM.

"Dianggap nggak bisa melatih banyak orang kan repot lagi.Jadi kita melihat ini kasus Covid-19," terangnya.

Mantan Jubir Pemerintah untuk Covid-19 ini membenarkan memang Indonesia punya cara yang berbeda dengan China dalam menghadapi pandemi. Dibanding melakukan lockdown, Indonesia menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"China saya pikir berapapun angkanya satu hal yang mereka lakukan, termasuk begitu kejadian ini mereka langsung me-lockdown kota Wuhan, itu yang salah satu yang bisa menghambat mengerem laju," kata Yurianto.

Yurianto selalu percaya jika membatasi mobilitas masyarakat jadi kunci mengurangi laju penyebaran Covid-19. Jadi masyarakat harus patuh menjaga jarak, memakai masker, dan rajin mencuci tangan.

"Artinya masyarakat sebenarnya harus aktif harus menjadi subjek dari upaya ini," imbuhnya.

Hal ini terbukti dari data yang mengatakan jika penyebaran Covid-19 tinggal tersisa 8 provinsi dengan tingkat mobilitasnya yang sangat tinggi. Seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara. 

Tapi jika dibedah lebih lanjut, di provinsi itu juga tidak semua penyebarannya tinggi. Hanya di beberapa daerah dengan kepadatan masyarakat yang tinggi. 

"Misalnya kita lihat Jawa Timur meskipun tinggi, kalau diperhatikan betul yang tinggi banget itu adalah Surabaya, Surabaya Raya. Di antaranya Kabupaten Gresik, Sidoarjo, Kota Surabaya, Mojokerto yang lainnya enggak," tutup Yurianto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CDC: 1 dari 3 Pasien Covid-19 Rawat Jalan Alami Gejala Berkepanjangan

CDC: 1 dari 3 Pasien Covid-19 Rawat Jalan Alami Gejala Berkepanjangan

Health | Sabtu, 25 Juli 2020 | 15:41 WIB

Yakin Masker Kain Kamu Efektif Cegah Virus Corona? Tes Dulu Dengan Cara Ini

Yakin Masker Kain Kamu Efektif Cegah Virus Corona? Tes Dulu Dengan Cara Ini

Health | Sabtu, 25 Juli 2020 | 15:05 WIB

Ibu Terinfeksi Covid-19 Tidak Akan Menulari Bayi jika Lakukan Hal Ini

Ibu Terinfeksi Covid-19 Tidak Akan Menulari Bayi jika Lakukan Hal Ini

Health | Sabtu, 25 Juli 2020 | 14:55 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB