Pasien Covid-19 Bisa Kehilangan Indra Penciuman dan Rasa, Ini Sebabnya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 28 Juli 2020 | 11:04 WIB
Pasien Covid-19 Bisa Kehilangan Indra Penciuman dan Rasa, Ini Sebabnya!
Ilustrasi hidung, indra penciuman (Shutterstock)

Suara.com - Gejala virus corona Covid-19 umumnya berupa batuk persisten dan demam tinggi. Tapi, ada beberapa pasien virus corona Covid-19 yang mengalami gejala lain, seperti kehilangan indra penciuman dan rasa.

Beberapa orang mungkin bingung penyebab infeksi pernapasan seperti virus corona Covid-19 bisa menyebabkan hilangnya indra penciuman.

Tim ahli di Harvard Medical School pun berusaha mencari tahu penyebab hilangnya indra penciuman. Mereka mengidentifikasi kelompok sel yang paling rentan terhadap virus corona Covid-19.

Hasilnya, mereka menemukan neuron yang mendeteksi dan mengirimkan indra penciuman ke otak bukan bagian dari sel yang rentan terinfeksi virus corona Covid-19.

Namun, para peneliti menemukan bahwa protein reseptor ACE 2 yang digunakan Covid-19 untuk masuk ke sel manusia ditemukan dalam sel yang menyediakan dukungan metabolik dan struktural.

Sel-sel non saraf ditemukan di sistem saraf pusat. Para ahli mengatakan sel-sel inilah yang bertanggung jawab atas anosmia atau hilangnya indera penciuman dan rasa pada pasien Covid-19.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

"Temuan kami menunjukkan bahwa virus corona Covid-19 mengubah indra penciuman pada pasien bukan dengan menginfeksi neuron secara langsung, tetapi memengaruhi fungsi sel pendukung," jelas Robert Datta, penulis senior studi dalam Science Advances Sandeep dikutip dari The Sun.

Menurut Robert, neuron penciuman tidak perlu diganti atau dibangun kembali dari awal ketika infeksi hilang. Artinya, kebanyakan orang yang mengembangkan anosmia atau hilangnya indra penciuman karena Covid-19 akan kembali normal.

Temuan ini muncul setelah sebuah studi alternatif menemukan bahwa 1 dari 10 pasien virus corona Covid-19 kehilangan indra penciuman dan rasa tidak akan kembali normal.

Karena itu, peneliti mengumpulkan data dari pasien virus corona di Italia yang menemukan 49 persen kembali memiliki indra penciuman dan rasa setelah pulih.

Sementara, hanya 40 persen pasien yang kondisinya membaik dan 10 persen mengaku gejalanya justru memburuk.

Sedangkan, analisis catatan kesehatan elektronik menemukan bahwa pasien virus corona 27 kali lebih mungkin mengalami kehilangan indra penciuman. Tapi, 2,2 hingga 2,6 kali lebih mungkin mengalami kesulitan pernapasan lain dibandingkan pasien tanpa Covid-19.

Ilustrasi hidung berdarah atau mimisan. (Shutterstock)
Ilustrasi hidung bermasalah. (Shutterstock)

Data dan tim di Harvard menemukan bahwa sel-sel yang melilit neuron sensorik (sel setentacular) memberikan dukungan metabolisme. Sementara sel basal membantu regenerasi setelah rusak.

Tim peneliti menambahkan bahwa penelitian ini seolah memberi harapan baru bagi pasien virus corona yang kehilangan indra penciuman dan ingin kembali normal ketika pulih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Kucing Terinfeksi Virus Corona Covid-19, Ada 2 Gejala!

Kasus Kucing Terinfeksi Virus Corona Covid-19, Ada 2 Gejala!

Health | Selasa, 28 Juli 2020 | 10:38 WIB

Kecurigaan Peneliti, China Sengaja Tutupi Kasus Awal Virus Corona Covid-19

Kecurigaan Peneliti, China Sengaja Tutupi Kasus Awal Virus Corona Covid-19

Health | Selasa, 28 Juli 2020 | 09:06 WIB

Terinfeksi Virus Corona Covid-19, Perawat Ini Ceritakan Gejala Aneh di Kaki

Terinfeksi Virus Corona Covid-19, Perawat Ini Ceritakan Gejala Aneh di Kaki

Health | Selasa, 28 Juli 2020 | 08:08 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB