Air Ketuban Pecah, Perlukah Bayi Harus Langsung Dilahirkan?

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 30 Juli 2020 | 16:53 WIB
Air Ketuban Pecah, Perlukah Bayi Harus Langsung Dilahirkan?
Ilustrasi pecah ketuban. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Janin di dalam rahim terbungkus selaput ketuban yang berperan untuk melindungi bayi dari berbagai benturan. Dalam selaput itu juga berisi air ketuban yang mengandung hormon dan zat antibodi untuk mencegah berbagai infeksi penyakit. 

"Perannya supaya bayi tumbuh dengan sistem otot dan sistem paru dengan baik," dokter spesialis kandungan dr. Noviyani Sugiarto dalam siaran langsung Instagram Mother & Baby, Kamis (30/7/2020).

Ilustrasi. (Shutterstock)
Ilustrasi melahirkan. (Shutterstock)

Perannya yang sedemikian penting bagi bayi, tak heran bisa membuat panik si ibu yang mengandung jika air ketuban pecah. Meski begitu, Novi mengatakan, kondisi itu bukan berarti bayi harus segera dilahirkan. 

"Pecah ketuban ada yang cukup bulan atau di atas 37 minggu. Itu harus dilahirkan, kita rangsang induksi," katanya.

Tetapi jika air ketuban pecah saat usia janin dalam kisaran 24-34 bulan, Novi menjelaskan, harus dilakukan pematangan paru selama dua hari. Setelah itu akan dilihat kembali kondisi janin. 

"Kita lihat dulu setelah dua hari pematangan paru kalau ketuban sudah sangat sedikit, ada tanda infeksi kita lahirkan. Tapi kalau ketuban masih banyak, kondisi baik bisa kita tunggu. Tapi sebaiknya di rumah sakit paling tidak seminggu," ucapnya.

Novi menjelaskan, kadar air kertuban bisa diketahui melalui pemeriksaan USG. Dalam ketuban terdapat cairan anion denban kadar normal antara 6-20.

"Dari awal air ketuban itu sudah bisa terlihat. Sampai usia 20 minggu air ketuban dibentuk dari tubuh setelah itu bayi bisa membentuk pipisnya sendiri. Sehingga bisa terbentuk dari pipis janin," tuturnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bagaimana Cara Mendeteksi Ketuban Sedikit Seperti yang Dialami Aura Kasih?

Bagaimana Cara Mendeteksi Ketuban Sedikit Seperti yang Dialami Aura Kasih?

Health | Selasa, 18 Juni 2019 | 16:25 WIB

Begini Cara Pencegahan Air Ketuban Sedikit Seperti yang Dialami Aura Kasih

Begini Cara Pencegahan Air Ketuban Sedikit Seperti yang Dialami Aura Kasih

Health | Senin, 17 Juni 2019 | 12:49 WIB

Kehilangan Istri dan Bayinya, Pria Ini Donorkan Organ Sang Buah Hati

Kehilangan Istri dan Bayinya, Pria Ini Donorkan Organ Sang Buah Hati

Health | Selasa, 28 Mei 2019 | 11:50 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB