Walau Pakai APD, Petugas Kesehatan 3 Kali Lebih Berisiko Tertular Covid-19!

Senin, 03 Agustus 2020 | 20:20 WIB
Walau Pakai APD, Petugas Kesehatan 3 Kali Lebih Berisiko Tertular Covid-19!
Tim dokter menggunakan alat perlindungan diri (APD) bersiap melakukan pemeriksaan gigi di salah satu klinik di kawasan Pulo Gadung, Jakarta, Rabu (22/4). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Dokter mengenakan alat pelindung diri (APD) ketika merawat pasien Covid-19 agar tidak tertular virus corona yang mematikan. Namun ternyata ini tidak cukup.

Sebuah penelitian baru menunjukkan pelindung diri seperti sarung tangan, baju hazmat, dan masker N95 yang memadai masih 3,4 kali berisiko tertular virus dibandingkan populasi umum.

Sementara itu, orang Amerika keturunan Afrika, Latin, dan petugas kesehatan minoritas lainya lima kali lebih mungkin terinfeksi Covid-19 daripada teman mereka yang berkulit putih, lapor peneliti.

"Sebanyak 20 persen lebih sedikit pekerja kesehatan garis depan melaporkan setidaknya mengalami satu gejala terkait infeksi Covid-19 dibandingkan 14,4 persen pada populasi umum. (Gejalanya seperti) kelelahan, kehilangan bau atau rasa, dan suara serak, ini sering terjadi," tulis peneliti, dilansir CNN.

Dalam studi ini, peneliti menggunakan aplikasi COVID Symptom Tracker untuk mempelajari data lebih dari 2 juta orang, termasuk hampir 100.000 pekerja kesehatan garis depan di Amerika Serikat dan Inggris antara 24 Maret hingga 23 April.

Dua orang tenaga medis saling membantu dalam mengenakan pakaian dan alat pelindung diri (APD) sebelum bertugas menangani pasien Covid-19, Kamis (30/4/2020). [ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal]
Dua orang tenaga medis saling membantu dalam mengenakan pakaian dan alat pelindung diri (APD) sebelum bertugas menangani pasien Covid-19, Kamis (30/4/2020). [ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal]

"Setelah memperhitungkan perbedaan dalam pengujian petugas kesehatan dibandingkan masyarakat umum, kami memperkirakan petugas garis depan (sekitar) 3,4 kali lebih mungkin terinfeksi COVID-19," lapor peneliti.

Penulis studi yang merupakan profesor di King's College London, Sebastien Ourselin, mengatakan data tersebut jelas menunjukkan bahwa masih ada peningkatan risiko infeksi SARS-CoV-2 meski memakai APD.

Studi sebelumnya juga menemukan bahwa 10 hingga 20 persen infeksi virus corona terjadi pada petgas kesehatan garis depan.

"Studi kami memberikan penilaian yang lebih tepat tentang besarnya peningkatan risiko infeksi di kalangan petugas kesehatan dibandingkan dengan masyarakat umum," kata penulis studi senior dan direktur epidemiologi kanker di Rumah Sakit Umum Massachusetts, Dr. Andrew Chang.

Baca Juga: Daftar Negara yang Mengalami Resesi Akibat Pandemi Virus Corona

Saat penelitian dilakukan, penyedia layanan kesehatan di AS dan Inggris mengalami kekurangan parah pada sarung tangan, baju hazmat dan masker. Penulis mengatakan hasil penelitian serupa mungkin berbeda sekarang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI