Sekolah Jadi Tempat Berisiko Tularkan Virus Corona Covid-19, Ini Alasannya

Rauhanda Riyantama | Shevinna Putti Anggraeni
Sekolah Jadi Tempat Berisiko Tularkan Virus Corona Covid-19, Ini Alasannya
Ilustrasi sekolah. (Unsplash/Neonbrand)

Sebuah laporan menemukan sekolah bisa menjadi tempat yang paling berisiko menularkan virus corona Covid-19.

Suara.com - Virus corona Covid-19 sangat berisiko menyebar di ruang publik yang tertutup dan ramai hingga sulit menerapkan jarak sosial. Salah satunya sekolah, yang menjadi tempat paling mudah menyebarkan virus corona.

Sebuah laporan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat tentang wabah di sebuah kamp musim panas di Georgia menunjukkan anak-anak (termasuk kasus tanpa gejala) memainkan peran penting dalam penularan virus corona Covid-19.

Klaim tersebut pun bertentangan dengan sejumlah penelitian sebelumnya bahwa anak-anak memiliki risiko lebih kecil untuk menularkan virus corona Covid-19 dibandingkan orang dewasa.

Awal Agustus 2020 ini, 260 karyawan di salah satu distrik sekolah terbesar di Georgia dilarang memasuki sekolah. Sebab, mereka memiliki virus atau telah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi.

Pengungkapan itu muncul setelah laporan resmi terkait peristiwa penyebaran virus corona terbesar melibatkan 200 remaja yang menghadiri kamp musim panas YMCA terinfeksi.

Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

Meskipun kamp itu melibatkan sekitar 600 anak muda dengan mengikuti aturan sanitasi dan pemakaian masker. Pejabat kesehatan mengatakan rata-rata anak yang ikut berkemah berusia antara 6 hingga 19 tahun.

Menurut sebuah laporan oleh pejabat kesehatan Georgia dan CDC, seorang anggota staf remaja diidentifikasi terinfeksi virus corona Covid-19 pada akhir Juni 2020 tanpa gejala. Lalu, sebanyak 260 dari 344 peserta dinyatakan positif terinfeksi virus.

Fakta ini sangat berlawan dengan teori sebelumnya mengenai penyebaran penyakit pada anak-anak yang lebih muda. Karena, mereka menghabiskan waktu lebih lama di kamp sehingga meningkatkan risikonya terinfeksi virus.

"Temuan ini menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 menyebar secara efisien pada remaja, menghasilkan tingkat serangan yang tinggi di antara orang-orang di semua kelompok umur. Meskipun ada upaya oleh petugas kamp untuk menerapkan strategi yang paling direkomendasikan demi mencegah penularan," jelas laporan CDC dikutip dari The Guardian.

Laporan itu juga menambahkan infeksi tanpa gejala adalah umum dan berpotensi berkontribusi pada penularan virus yang tak terdeteksi.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS