Ada Tenaga Kesehatan Promosikan Susu Formula, Laporkan Saja!

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 13 Agustus 2020 | 15:37 WIB
Ada Tenaga Kesehatan Promosikan Susu Formula, Laporkan Saja!
Ilustrasi susu formula. (Pixabay/kaboompics)

Suara.com - Pemerintah saat ini tengah gencar mempromosikan kegiatan memberikan ASI pada anak. Dengan begitu pemerintah pemerintah berupaya membatasi penjualan susu formula yang beredar.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat (Dirjen Kesmas) Kemenkes Kirana Pritasari mengatakan jika tenaga kesehatan (nakes) memang dilarang mempromosikan saat memberikan edukasi kepada masyarakat.

"Rumah sakit, fasilitas kesehatan, tidak boleh lakukan hal itu (promosi susu formula)," ujar Kirana dalam diskusi webinar Invest ASI Indonesia beberapa waktu lalu.

Untuk menegakkan hal ini, pemerintah meminta untuk segera melaporkan nakes yang mempromosikan susu formula, kepada pihak terkait, seperti dinas kesehatan dan BPOM daerah. Semua hal itu seperti yang telah tertuang dalam regulasi dan aturan yang sudah dibuat Kemenkes.

Ilustrasi susu, keju dan yogurt. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi susu. (Sumber: Shutterstock)

Menurut Kirana, produsen susu formula ini sudah diberi aturan tidak boleh promosi berlebihan kepada para ibu, seperti memberikan iming-iming hadiah, diskon, hingga produk gratis dan sebagainya.

Bahkan kata Kirana, di lokasi bencana seperti banjir atau gempa bumi donasi susu formula dihindari. Apalagi jika mengingat lokasi bencana yang tidak memungkinkan tidak ada air bersih, higienitas, fasilitas memasak air dan sebagainya.

"Jadi edukasi harus didukung sektor. Kami Kemenkes memperkuat demain (pemintaan) agar mereka (masyarakat) sadar, yang pertama dan utama adalah ASI," katanya.

Sementara jika anak lepas dari ASI eksklusif selama 6 bulan. Maka pemberian ASI tetap dilakukan tapi dibarengi dengan makanan pendamping ASI (MPASI), hingga 2 tahun.

"Setelah 6 bulan ada MPASI yang bisa kita berikan dengan makanan keluarga kita. Tidak perlu makanan lain yang harus kita beli, sama dengan makanan keluarga tapi karena anak masih usia 7 bulan 8 bulan maka sesuai kemampuan dia mencerna," tutup Kirana.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ibu, Begini Posisi Menyusui yang Benar

Ibu, Begini Posisi Menyusui yang Benar

Jatim | Kamis, 13 Agustus 2020 | 14:02 WIB

5 Hormon yang Bikin ASI Sumber Nutrisi Terbaik Bagi Bayi

5 Hormon yang Bikin ASI Sumber Nutrisi Terbaik Bagi Bayi

Jatim | Kamis, 13 Agustus 2020 | 07:00 WIB

Penting! 5 Hormon Ini Bikin ASI Jauh Lebih Unggul dari Susu Formula

Penting! 5 Hormon Ini Bikin ASI Jauh Lebih Unggul dari Susu Formula

Health | Rabu, 12 Agustus 2020 | 20:36 WIB

Terkini

TPA Galuga Ditutup Sementara Akibat Kebakaran, Pengiriman Sampah Bogor Lumpuh Seharian

TPA Galuga Ditutup Sementara Akibat Kebakaran, Pengiriman Sampah Bogor Lumpuh Seharian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 05:13 WIB

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Bogor | Selasa, 08 September 2026 | 00:23 WIB

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:42 WIB

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:27 WIB

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Jakarta | Senin, 07 September 2026 | 23:20 WIB

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:07 WIB

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Video | Senin, 07 September 2026 | 22:45 WIB

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:36 WIB

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

News | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

×