Bukan dari Pasar Wuhan, Dua Ilmuwan Sebut Virus Corona Sudah Ada Sejak 2012

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 18 Agustus 2020 | 15:04 WIB
Bukan dari Pasar Wuhan, Dua Ilmuwan Sebut Virus Corona Sudah Ada Sejak 2012
Ilustrasi virus corona. [Pixabay]/emmagrau]

Suara.com - Awalnya, pandemi virus corona Covid-19 diduga berasal dari pasar basah Wuhan, China. Tapi, sekarang ahli menemukan virus corona Covid-19 sudah aja sejak 2012 dan 1.000 mil jauhnya dari pasar basah Wuhan.

Virus corona Covid-19 pertama ditemukan di dalam tambang China yang para pekerjanya terserang penyakit misterius, seperti pneumonia setelah terpapar kelelawar.

Ahli virologi, Jonathan Lathan dan ahli biologi molekuler, Allison Wilson dari Proyek Sumber Daya Biosains nirlaba di Ithaca, menemukan hal itu setelah menerjemahkan tesis master setebal 66 halaman dari dokter medis China.

Tesis tersebut berisi penelitian dokter medis yang merawat para penambang dan mengirim sampel jaringan mereka ke Wuhan Institut Virologi untuk pengujian.

"Bukti yang diperoleh telah membuat kami mempertimbangkan kembali semua yang kami ketahui tentang asal mula pandemi virus corona Covid-19," kata Latham dan Wilson dalam situs web Independent Science News dikutip dari New York Post.

Latham juga mengatakan virus corona Covid-19 hampir lolos dari laboratorium Wuhan. Ia memberi pernyataan tentang virus corona itu kepada The Post.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Pada April 2012, enam penambang di tambang Mojiang, Provinsi Yunnan, China barat daya jatuh sakit setelah menghabiskan lebih dari 14 hari membuang kotoran kelelawar. Sedangkan 3 orang lainnya telah meninggal dunia.

Dokter Li Xu melalui tesisnya menjelaskan proses pasien mengalami demam tinggi, batuk kering, anggota badan sakit dan sakit kepala. Latham dan Wilson mengatakan gejala itu berkaitan dengan virus corona Covid-19.

Selain itu, kondisi para penambang ketika memerlukan ventilasi dan berbagai obat termasuk steroid, pengencer darah dan antibiotik yang mirip dengan kebutuhan perawatan pasien virus corona Covid-19 di seluruh dunia.

baca juga

Setelah melakukan beberapa tes untuk hepatitis, demam berdarah dan HIV, dokter pun berkonsultasi dengan berbagai spesialis di seluruh China, termasuk ahli virologi Zhong Nashan, seorang pahlawan internasional yang menangani wabah SARS tahun 2003 dan ilmuwan terhebat di negara tersebut.

"Pertemuan jarak jauh dengan Zhong Nashan itu penting. Ini menyiratkan bahwa penyakit keenam penambang itu sangat memprihatinkan dan virus corona mirip SARS dianggap sebagai penyebabnya," kata Latham dan Wilson.

Dokter juga mengirim sampel jaringan dari para penambang ke laboratorium Wuhan, titik fokus penelitian virus corona di China. Para ilmuwan menemukan sumber infeksi adalah virus corona mirip SARS dari kelelawar tapal kuda China.

Latham dan Wilson percaya virus itu saat berada di dalam penambangan, lalu berevolusi menjadi SARS-CoV-2. Mereka mengatakan virus corona merupakan patogen tidak biasa yang sangat beradaptasi dengan manusia dan ada sampel yang lolos dari laboratorium Wuhan entah bagaimana pada tahun lalu.

Para ilmuwan New York memberi label hipotesis asal-usul virus corona Covid-19 ini dengan "The Mojiang Miners Passage", "Passaging" adalah istilah virologi untuk mengadaptasi virus ke spesies baru.

Meskipun para ilmuwan di laboratorium Wuhan telah mengumpukan sampel virus corona dari kelelawar di tambang yang sama, mereka melewatkan koneksi tahun 2012, kata Latham kepada The Post.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiga Fakta Terkini Soal Mutasi Virus Corona, Benarkah Lebih Mematikan?

Tiga Fakta Terkini Soal Mutasi Virus Corona, Benarkah Lebih Mematikan?

Health | Selasa, 18 Agustus 2020 | 14:46 WIB

Pemberdayaan Masyarakat, Memulihkan Ekonomi Perkotaan di Kala Pandemi

Pemberdayaan Masyarakat, Memulihkan Ekonomi Perkotaan di Kala Pandemi

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2020 | 14:41 WIB

Dana Bantuan Covid-19 Malah Dibelikan Mobil Mewah, Sungguh Tega!

Dana Bantuan Covid-19 Malah Dibelikan Mobil Mewah, Sungguh Tega!

Otomotif | Selasa, 18 Agustus 2020 | 14:41 WIB

Terkini

Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan

Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:00 WIB

Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri

Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri

Banten | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:55 WIB

Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain

Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain

Bogor | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:45 WIB

Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam

Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam

Jabar | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:04 WIB

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:03 WIB

Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?

Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:59 WIB

Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah

Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:57 WIB

Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi

Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi

Bogor | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:56 WIB

Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding

Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:45 WIB

IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026

IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:37 WIB

×