Dokter Top Swedia Sebut Masker Tidak Cukup Tangkal Virus Corona

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 20 Agustus 2020 | 10:59 WIB
Dokter Top Swedia Sebut Masker Tidak Cukup Tangkal Virus Corona
Ilustrasi menggunakan masker di tempat umum.[Pexels/Anna Shvets]

Suara.com - Pakar penyakit menular top Swedia telah menolak merekomendasikan masker wajah untuk populasi umum. Ia menilai "sangat berbahaya" jika orang percaya masker saja akan menghentikan penyebaran virus corona.

Anders Tegnell, kepala ahli epidemiologi di Badan Kesehatan Masyarakat Swedia, telah berulang kali menyatakan keraguannya bahwa masker wajah akan mengendalikan wabah virus, Financial Times melaporkan.

""Sangat berbahaya untuk percaya bahwa masker wajah akan mengubah keadaan jika terkait dengan Covid19, "kata Tengell, yang dianggap setara dengan Dr. Anthony Fauci dari satuan tugas Covid-19 Gedung Putih. Amerika Serikat.

Dia mencatat bahwa negara-negara dengan kepatuhan masker yang meluas, seperti Belgia dan Spanyol, masih melihat tingkat virus yang meningkat.

Ilustrasi seorang perempuan berkacamata mengenakan masker. [Shutterstock]
Ilustrasi seorang perempuan berkacamata mengenakan masker. [Shutterstock]

“Masker wajah bisa menjadi pelengkap hal-hal lain ketika benda-benda lain sudah terpasang dengan aman,” katanya.

“Tetapi untuk memulai dengan memiliki masker wajah dan kemudian berpikir Anda dapat memadati bus atau pusat perbelanjaan Anda - itu pasti sebuah kesalahan.”

Dia benar-benar menepis kemungkinan memakai masker bulan lalu, dengan mengatakan, "Dengan jumlah yang berkurang sangat cepat di Swedia, kami melihat tidak ada gunanya memakai masker wajah di Swedia, bahkan di angkutan umum."

Tegnell berpendapat bahwa bukti tentang keefektifan penggunaan masker wajah "sangat lemah".

"Saya terkejut bahwa kami tidak memiliki studi yang lebih banyak atau lebih baik yang menunjukkan apa efek sebenarnya dari masker," katanya kepada UK Times.

baca juga

Pakar penyakit menular itu menghadapi reaksi keras setelah negara itu secara kontroversial menolak untuk mengunci, yang menyebabkan tingkat kematian per kapita yang lebih tinggi daripada negara tetangga yang mengambil pendekatan yang lebih ketat.

Hingga kini Swedia telah mencatat setidaknya 85.000 kasus, termasuk lebih dari 5.800 kematian, menurut angka terbaru dari Universitas Johns Hopkins.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Urine, Awas Toilet Pria Paling Berisiko

Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Urine, Awas Toilet Pria Paling Berisiko

Health | Kamis, 20 Agustus 2020 | 10:36 WIB

Sebut Temuan Kasus Corona Kabar Baik, Anies: Wajar Angkanya Tinggi

Sebut Temuan Kasus Corona Kabar Baik, Anies: Wajar Angkanya Tinggi

News | Kamis, 20 Agustus 2020 | 10:08 WIB

Awas, Hilang Pendengaran Bisa Jadi Tanda Terinfeksi Virus Corona Covid-19

Awas, Hilang Pendengaran Bisa Jadi Tanda Terinfeksi Virus Corona Covid-19

Health | Kamis, 20 Agustus 2020 | 10:31 WIB

Terkini

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Sport | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:56 WIB

Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional

Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional

DPR | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:54 WIB

1,3 Ton Obat Bius dalam Teh Cina Disita Bea Cukai - TNI dari Kapal Asing di Batam

1,3 Ton Obat Bius dalam Teh Cina Disita Bea Cukai - TNI dari Kapal Asing di Batam

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:46 WIB

×