CDC Rekomendasikan OTG Tak Perlu Tes Covid-19, Ahli Kesehatan Tak Setuju

Vania Rossa, Lilis Varwati

Kamis, 27 Agustus 2020 | 05:30 WIB
CDC Rekomendasikan OTG Tak Perlu Tes Covid-19, Ahli Kesehatan Tak Setuju
Ilustrasi OTG, orang tanpa gejala Covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Suara.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melakukan perubahan pedoman mengenai Covid-19. Dalam salah satu poin disebutkan bahwa orang tanpa gejala atau OTG tak perlu tes Covid-19.

“Anda tidak perlu tes kecuali Anda adalah individu yang rentan atau penyedia layanan kesehatan atau pejabat kesehatan masyarakat negara bagian atau lokal,” demikian bunyi rekomendasi CDC seperti dikutip dari Fox News.

Pada pedoman itu tertulis bahwa seseorang yang telah melakukan kontak dekat selama minimal 15 menit dengan pasien yang terinfeksi, tidak perlu tes Covid-19 jika tidak memiliki gejala. Namun, CDC menyatakan pengecualian terhadap kelompok orang yang telah disebutkan.

Lebih jauh, CDC memperingatkan bahwa penting untuk menyadari bahwa setiap individu dapat terinfeksi dan menyebarkan virus walaupun merasa sehat dan tidak memiliki gejala.

Pada pedoman sebelumnya, CDC masih merekomendasikan pengujian untuk semua orang yang melakukan kontak dekat dengan pasien yang terinfeksi meskipun mereka tidak menunjukkan gejala.

CDC telah menekankan penularan pra-gejala dan asimtomatik sebagai faktor utama dalam penularan virus corona. Di mana perkiraan 40 persen kasus terinfeksi SARS COV-2 tidak menunjukkan gejala.

“Panduan ini telah diperbarui untuk mendukung bukti terkini dan praktik kesehatan masyarakat terbaik agar lebih menekankan penggunaan strategi pencegahan yang disetujui CDC untuk melindungi diri Anda, keluarga, dan kelompok paling rentan dari segala usia,” kata asisten sekretaris kesehatan (ASH) dengan HHS, Laksamana Brett P. Giroir, MD, kepada FOX.

Ia menambahkan bahwa pada panduan yang diperbarui lebih menekankan pengujian terhadap individu dengan gejala penyakit, populasi yang rentan, termasuk penghuni dan staf di panti jompo, petugas kesehatan, dan individu yang mungkin asimtomatik tetapi diprioritaskan oleh pejabat kesehatan masyarakat.

"Kami dapat terus menerapkan panduan ini dan menyesuaikannya dengan situasi lokal yang sesuai," ucapnya.

baca juga

Namun, banyak profesional perawatan kesehatan yang tidak setuju dengan rekomendasi itu dan menyebut CDC bertentangan dengan yang saat ini diketahui tentang virus corona.

“Rekomendasi terbaru dari CDC yang menyatakan bahwa orang tanpa gejala mungkin tidak perlu dites, bahkan jika mereka telah melakukan kontak dekat dengan seseorang yang diketahui memiliki virus, sangat mengganggu, karena ini adalah populasi pasien yang tepat yang harus diuji,” kata Dr. Ravina Kullar, seorang ahli penyakit menular di California.

Menurut Kullar, orang yang telah kontak dekat dengan pasien positif justru kemungkinan tinggi tertular virus. "Mengapa dia tidak direkomendasikan untuk dites?" tanya Kullar.

Menurut Kullar, penting untuk menjalani tes jika seseorang pernah kontak langsung dengan pasien Covid-19 meskipun tanpa gejala. Tujuannya, untuk pelacakan kontak.

"Saya tidak yakin apakah rekomendasi ini didasarkan pada laboratorium yang kewalahan atau keinginan untuk membuat jumlah kasus terlihat lebih baik. Terlepas dari itu, saya terkejut dengan rekomendasi ini," ujar Kullar.

Hal senada disampaikan Dr. Fred Davis, ketua asosiasi pengobatan darurat di Northwell / Long Island Jewish, New York. Ia mengatakan, rekomendasi baru CDC mengakibatkan kekhawatiran yang sulit dimengerti.

Ia menyampaikan bahwa yang diketahui selama ini, seseorang dapat terinfeksi lalu menularkan virus ke orang lain tanpa sadar. Kemudian memakan waktu 3-5 hari setelah infeksi awal sebelum akhirnya menunjukkan gejala. Menurut Davis, diduga lebih dari 50 persen transmisi terjadi dengan cara demikian.

“Menguji mereka (yang) mungkin telah terpapar seseorang dengan Covid-19 adalah bagian penting dari pelacakan kontak untuk membantu mengidentifikasi dan mengurangi penyebaran. Ketika kami memiliki sumber daya untuk diuji, kami harus menguji mereka yang diketahui terpapar untuk membantu mengidentifikasi dan merekomendasikan karantina yang tepat," jelas dokter departemen darurat tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hasil Tes Cepat dan Kekebalan Tubuh, Bisa Jadi Harapan Melawan Covid-19

Hasil Tes Cepat dan Kekebalan Tubuh, Bisa Jadi Harapan Melawan Covid-19

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2020 | 07:42 WIB

Tes Covid-19 Lewat Saliva Kolaburasi Ilmuwan dan NBA, Murah dan Mudah!

Tes Covid-19 Lewat Saliva Kolaburasi Ilmuwan dan NBA, Murah dan Mudah!

Tekno | Selasa, 18 Agustus 2020 | 14:00 WIB

Penting, Ini Alasan Ibu Hamil Wajib Tes Covid-19 Sebelum Melahirkan

Penting, Ini Alasan Ibu Hamil Wajib Tes Covid-19 Sebelum Melahirkan

Jatim | Kamis, 06 Agustus 2020 | 10:33 WIB

Terkini

Perhatian Lebih untuk Kesehatan Nasabah, BRI Private Hadirkan Medical Check Up Premium

Perhatian Lebih untuk Kesehatan Nasabah, BRI Private Hadirkan Medical Check Up Premium

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 16:43 WIB

Potret Ekonomi Kerakyatan Jadi Tema BRI InFrame 2026

Potret Ekonomi Kerakyatan Jadi Tema BRI InFrame 2026

Kalbar | Rabu, 23 September 2026 | 16:43 WIB

BRI Gelar InFrame 2026, Ajak Masyarakat Abadikan Wajah Ekonomi Kerakyatan

BRI Gelar InFrame 2026, Ajak Masyarakat Abadikan Wajah Ekonomi Kerakyatan

Batam | Rabu, 23 September 2026 | 16:41 WIB

BRI InFrame 2026 Resmi Dimulai, Angkat Potret Ekonomi Kerakyatan Indonesia

BRI InFrame 2026 Resmi Dimulai, Angkat Potret Ekonomi Kerakyatan Indonesia

Bali | Rabu, 23 September 2026 | 16:39 WIB

BRI Private Berikan Akses Premium Medical Check Up untuk Nasabah

BRI Private Berikan Akses Premium Medical Check Up untuk Nasabah

Jogja | Rabu, 23 September 2026 | 16:39 WIB

Perkuat Nilai Merek Global, Dunlop Resmi Gandeng Ajang Motor Sport Goodwood Revival

Perkuat Nilai Merek Global, Dunlop Resmi Gandeng Ajang Motor Sport Goodwood Revival

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 16:35 WIB

3 Day Cream SymWhite 377 untuk Pudarkan Flek Hitam dan Cerahkan Kulit Kusam

3 Day Cream SymWhite 377 untuk Pudarkan Flek Hitam dan Cerahkan Kulit Kusam

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 16:35 WIB

Kompolnas Dalami Kematian Eks Istri Polisi dengan Luka Tembak di Medan, Apa Hasilnya?

Kompolnas Dalami Kematian Eks Istri Polisi dengan Luka Tembak di Medan, Apa Hasilnya?

Sumut | Rabu, 23 September 2026 | 16:32 WIB

Jaga Kesehatan Lebih Optimal, BRI Private Sediakan Layanan Premium Medical Check Up

Jaga Kesehatan Lebih Optimal, BRI Private Sediakan Layanan Premium Medical Check Up

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 16:30 WIB

TECNO Megapad SE 2 Resmi di Indonesia: Layar 9,7 Inci, AI Tutor, dan Harga Rp3 Jutaan

TECNO Megapad SE 2 Resmi di Indonesia: Layar 9,7 Inci, AI Tutor, dan Harga Rp3 Jutaan

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 16:30 WIB

×