Benarkah Sapi Bisa Terinfeksi Virus Corona Covid-19? Ini Temuan Ahli!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 02 September 2020 | 17:34 WIB
Benarkah Sapi Bisa Terinfeksi Virus Corona Covid-19? Ini Temuan Ahli!
Ilustrasi sapi - (Pixabay/athree23)

Suara.com - Sebuah studi baru oleh para ilmuwan pemerintah di Jerman, menemukan sapi mungkin bisa tertular virus corona Covid-19 dan bisa menjadi ancaman baru bagi perang global melawan pandemi.

Di Federal Research Institute for Animal Health, para peneliti menginokulasi enam sapi dengan virus corona Covid-19. Sebanyak 2 hewan, termasuk seekor anak sapi dinyatakan positif terinfeksi virus corona setelah tes usap hidung atau swab beberapa hari kemudian.

Profesor Martin Beer dan rekannya memeriksa sampel darah dan mendeteksi adanya antibodi khusus untuk virus corona tersebut untuk melihat virus corona Covid-19 yang menyerang manusia telah berkembang biak di tubuh sapi atau tidak.

"Studi eksperimental pertama di dunia pada sapi ini menunjukkan kerentanan yang rendah terhadap virus corona Covid-19. Tidak bisa dikesampingkan bahwa patogen mungkin bisa beradaptasi melalui mutasi," kata lembaga itu dalam makalah non-peer-review yang merinci penelitian tersebut dikutip dari Asia One.

Virus corona Covid-19 itu sendiri termasuk penyakit yang menyerang manusia, tetapi bisa juga menular ke beberapa hewan.

Ilustrasi sapi (Unsplash/James Hammond)
Ilustrasi sapi (Unsplash/James Hammond)

Studi sebelumnya pun telah mengonfirmasi infeksi virus corona Covid-19 pada musang, hamster, anjing, cerpelai dan kucing. Virus cenderung tidak ditemukan pada tikus, ayam, bebek dan babi.

Hewan yang tergolong rentan sebagian besar berukuran kecil dan tidak ada yang dipelihara dalam jumlah besar sebagai sumber utama daging di seluruh dunia.

Di wilayah dengan jumlah sapi yang banyak dan kasus tinggi pada manusia seperti Amerika Serikat, kontak dekat antara ternak dan pemilik atau pengurus hewan yang terinfeksi bisa menyebabkan infeksi antropo-zoonosis pada sapi.

Karena itu, sapi bisa dimasukkan dalam investigasi wabah jika ada indikasi kontak langsung ke SARS-CoV-2 oleh peternak atau staf yang terinfeksi.

baca juga

Pabrik pengolahan daging telah menjadi sarang wabah di beberapa negara. Jerman menempatkan lebih dari 360 ribu orang di bawah karantina paksa setelah wabah di pabrik daging di Guetersloh pada Juni.

Lusinan fasilitas di Amerika Serikat telah menghentikan operasinya tahun ini karena alasan yang sama. Berbagai teori telah diajukan untuk menjelaskan insiden ini, seperti tidak adanya jarak sosial atau lingkungan kerja dengan suhu rendah dan kelembapan tinggi.

Ilmuwan Jerman mengatakan penemuan mereka tidak memberikan bukti apapun bahwa sapi atau daging sapi sebagai sumber penularan bagi manusia.

Karena, semua hasil usap oral dan rektal semuanya dites negatif. Jumlah antibodi yang relatif rendah serta tidak adanya gejala yang terlihat menunjukkan bahwa replikasi virus pada sapi dibatasi.

Olah karena itu, tidak ada alasan untuk mengkhawatirkannya. Tapi, Beer berpendapat tim peneliti tetap harus memantau perkembangan selanjutnya.

Pada sapi, beta virus corona dalam keluarga yang sama dengan SARS-CoV-2 tersebar luas dan bisa menginfeksi hingga 90 persen dari 1,5 miliar sapi di seluruh dunia.

"Infeksi ganda pada individu hewan berpotensi menyebabkan rekombinasi antara SARS-CoV-2 dan virus corona sapi," jelas mereka.

Virus chimeric yang dihasilkan, terdiri dari karakteristik virus pernapasan bisa menjadi ancaman tambahan bagi populasi manusia dan ternak.

Profesor Yu Li, seorang peneliti dari Institut Penelitian Hewan Harbin di China, mengatakan virus corona pada sapi dan manusia sangat berbeda. Begitu pula dengan lingkungan tempat tinggalnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menristek Beberkan Mutasi Virus Corona Terdeteksi di 5 Kota Besar

Menristek Beberkan Mutasi Virus Corona Terdeteksi di 5 Kota Besar

News | Rabu, 02 September 2020 | 17:12 WIB

UGM: Pergerakan Manusia Sebabkan Mutasi COVID-19 Sampai ke Jogja dan Jateng

UGM: Pergerakan Manusia Sebabkan Mutasi COVID-19 Sampai ke Jogja dan Jateng

Jogja | Rabu, 02 September 2020 | 17:06 WIB

Mantan Pasien Covid-19 Ringan Tidak Disarankan Berolahraga, Mengapa?

Mantan Pasien Covid-19 Ringan Tidak Disarankan Berolahraga, Mengapa?

Health | Rabu, 02 September 2020 | 17:20 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB