Virus Corona dalam Darah Bisa Prediksi Keparahan Covid-19

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Rabu, 02 September 2020 | 21:37 WIB
Virus Corona dalam Darah Bisa Prediksi Keparahan Covid-19
Ilustrasi pasien covid-19 mengalami koma. (Shutterstock)

Suara.com - Tes darah pada pasien Covid-19 mampu menunjukkan tingkat keparahan. Apabila terdeteksi virus corona Covid-19 dalam darah, maka kemungkinan keparahan akan lebih tinggi. 

Melansir dari Medical Xpress, pasien Covid-19 yang tidak memiliki virus dalam darah lebih mungkin cepat pulih. Hal ini dinyatakan oleh peneliti dari Karolinska Institutet dan Danderyd Hospital dalam sebuah studi yang diterbitkan pada jurnal ilmiah Clinical Infectious Diseases.

"Tes yang tersedia ini memungkinkan kami untuk mengidentifikasi kelompok pasien yang berisiko tinggi atau rendah terkena Covid-19 parah," kata kata penulis utama studi tersebut Karl Hagman, konsultan penyakit menular di Rumah sakit Danderyd.

"Ini memungkinkan kami melakukan pengobatan dan pemantauan pasien ini dengan lebih baik," imbuhnya.  

Pada penelitian ini, sampel darah diambil dari pasien dengan infeksi Covid-19 yang dikonfirmasi dalam tiga hari setelah masuk ke Departemen Penyakit Menular, Rumah Sakit Danderyd, Swedia. Pasien yang memiliki SARS-CoV-2 (virus corona penyebab Covid-19) dalam darah mereka tujuh kali lebih mungkin untuk mengembangkan gejala kritis dan delapan kali lebih mungkin meninggal dalam 28 hari.

Ilustrasi Pasien Covid-19. (Pexels)
Ilustrasi Pasien Covid-19. (Pexels)

Para peneliti menganalisis keberadaan RNA virus dalam darah menggunakan teknik standar rumah sakit yang disebut PCR pada sampel yang diambil dari 167 pasien. Dari 61 pasien, terdeteksi memiliki tingkat virus yang dapat diukur dalam darah mereka. Dalam hal ini 25 persen di antaranya meninggal dalam 28 hari setelah pengambilan sampel darah. 

Sementara 106 pasien yang tidak memiliki atau rendah kandungan virus corona dalam darah mereka, tingkat kematiannya hanya mencapai 3 persen. Kehadiran virus dalam darah meningkat seiring bertambahnya usia dan jauh lebih umum pada pasien di atas usia 60 tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tambah 1.053 Pasien, Total Positif Corona DKI Jakarta Jadi 42.303 Orang

Tambah 1.053 Pasien, Total Positif Corona DKI Jakarta Jadi 42.303 Orang

Jakarta | Rabu, 02 September 2020 | 20:13 WIB

Tahun Ajaran Baru, Hongaria Catat Rekor Kasus Covid-19 Harian Tertinggi

Tahun Ajaran Baru, Hongaria Catat Rekor Kasus Covid-19 Harian Tertinggi

Health | Rabu, 02 September 2020 | 19:47 WIB

Sudah 40 Persen, Vaksin Merah Putih Diharapkan Diproduksi Awal Tahun 2021

Sudah 40 Persen, Vaksin Merah Putih Diharapkan Diproduksi Awal Tahun 2021

Health | Rabu, 02 September 2020 | 19:26 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB