Studi: Pria Perokok Bikin Keturunannya 3 Kali Lebih Berisiko Kena Asma

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Jum'at, 04 September 2020 | 17:15 WIB
Studi: Pria Perokok Bikin Keturunannya 3 Kali Lebih Berisiko Kena Asma
Ilustrasi merokok.[Unsplash/Irina Iriser]

Suara.com - Pria yang merokok sejak lama akan meningkatkan risiko asma pada keturunannya sebanyak tiga kali lipat. Hal ini dinyatakan dalam sebuah studi yang disusn oleh peneliti dari Norwegia. 

Melansir dari Science Daily, penelitian ini telah diterbitkan di International Journal of Epidemiology yang meneliti lebih dari 24.000 anak.

"Keturunan dari ayah yang merokok bahkan sebelum proses pembuahan akan memiliki kemungkinan tiga kali lipat terkena asma," kata Profesor Cecilie Svanes di Pusat Kesehatan Internasional, Departemen Kesehatan Masyarakat Global dan Perawatan Primer, Universitas dari Bergen (UiB).

Studi tersebut menunjukkan bahwa ayah yang merokok lebih awal dengan durasi merokok yang lebih lama sebelum konsepsi bisa meningkatkan asma nonalergi pada keturunannya. "Peningkatan risiko terbesar untuk anak-anak mereka yang menderita asma ditemukan pada ayah yang memulai merokok sebelum usia 15 tahun," kata Svanes.

"Merokok diketahui menyebabkan kerusakan genetik dan epigenetik pada spermatozoa yang dapat ditularkan ke keturunannya dan berpotensi menyebabkan kelainan perkembangan," jelas Svanes.

Studi ini juga menunjukkan bahwa secara umum, ayah yang merokok dapat mempengaruhi kontrol gen pada anak-anak

Penelitian-penelitian sebelumnya juga menyatakan, bahwa perempuan yang merokok saat hamil juga akan mengembangkan risiko asma pada anak. Namun, tidak ada efek ibu yang merokok sebelum konsepsi pada calon keturunannya.

Ilustrasi merokok. (Unsplash/Jaroslav Devia)
Ilustrasi merokok. (Unsplash/Jaroslav Devia)

Diketahui sebelumnya bahwa nutrisi, lingkungan hormonal, dan psikologis yang diberikan oleh ibu secara permanen mengubah struktur organ, respon seluler dan ekspresi gen pada keturunannya. Akan tetapi, gaya hidup dan usia ayah akan memengaruhi molekul yang mengontrol fungsi gen.

"Ada bukti yang berkembang dari studi hewan untuk apa yang disebut pemrograman epigenetik, sebuah mekanisme dimana lingkungan ayah sebelum pembuahan dapat berdampak pada kesehatan pada keturunannya," kata Svanes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selain Nanas, Berikut Makanan yang Dapat Mengatasi Gejala Alergi

Selain Nanas, Berikut Makanan yang Dapat Mengatasi Gejala Alergi

Health | Jum'at, 04 September 2020 | 15:28 WIB

Perlukah Indonesia Lanjutkan Kebijakan Penyederhanaan Struktur Tarif Cukai

Perlukah Indonesia Lanjutkan Kebijakan Penyederhanaan Struktur Tarif Cukai

Bisnis | Rabu, 02 September 2020 | 10:18 WIB

Cegah Penularan Covid-19, Wawali Jogja: Hati-Hati Saat Buang Puntung Rokok

Cegah Penularan Covid-19, Wawali Jogja: Hati-Hati Saat Buang Puntung Rokok

Jogja | Selasa, 01 September 2020 | 20:54 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB