Studi: Kematian akibat Covid-19 Akan Naik 3 Kali Lipat di Awal Tahun 2021

Senin, 07 September 2020 | 15:01 WIB
Studi: Kematian akibat Covid-19 Akan Naik 3 Kali Lipat di Awal Tahun 2021
Ilustrasi Pandemi Covid-19 (pexels)

Suara.com - Sebuah studi pemodelan dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di Fakultas Kedokteran Universitas Washington memprediksi bahwa kematian akibat Covid-19 secara global bisa meningkat drastis pada awal tahun mendatang. 

IHME sendiri menjadi bagaian pemodelan yang memandu gugus virus corona Covid-19 di Amerika Serikat.

Melansir dari Independent, pemodelan mereka melihat bahwa mungkin kematian akibat Covid-19 di awal tahun depan bisa mencapai 2,8 juta jiwa. Mereka juga menyatakan bahwa beberapa daerah yang peling berisiko adalah Eropa, Amerika Serikat, hingga Asia Tengah.

Selama hampir delapan bulan berlalu, virus corona telah menginfeksi lebih dari 27 juta jiwa dan menewaskan 881 orang.

Prediksi terbaru IHME menyatakan bahwa mungkin pada tanggal 1 Januari, total kematian global akibat Covid-19 bisa meningkat tiga kali lipat menjadi 2,8 juta jiwa. Menurut IHME, angkat tersebut bisa ditekan jika pemerintah mempertimbangkan kembali langkah-langkah untuk mengurangi penyebaran Sars-Cov-2, virus penyebab Covid-19.

"Kita bisa menghadapi prospek mematikan pada bulan Desember terutama di Eropa, Asia Tengah, dan Amerika Serikat," kata direktur IHME Dr. Christopher Murray.

"Tapi memakai masker, menjaga jarak, dan membatasi pertemuan sosial sangat penting untuk membantu mencegah penularan virus," imbuhnya.

Dari jumlah tersebut, 38.000 diperkirakan berasal dari Inggris, sementara India, AS, dan Brasil akan mengalami kematian total paling banyak.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Baca Juga: Kasus Gangguan Jiwa di Masa Pandemi Covid-19 Diprediksi Meningkat

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Namun, para peneliti juga memodelkan skenario kemungkinan terburuk dan terbaik yang menghasilkan perbedaan 2 juta kematian tambahan di seluruh dunia.

Menurut pemodelan tersebut, jika pemerintah memberlakukan tindakan jarak sosial yang lebih besar maka tingkat kematian harian mereka hanya akan naik di atas delapan kematian per satu juta orang. Dalam kasus tersebut kematian global akan mencapai 2 juta secara global.

Sementara jika orang mengabaikan protokol kesehatan dan pemerintah mulai melonggarkan pembatasan, maka kematian global akibat Covid-19 bisa mencapai 4 juta jiwa.

"Di luar itu, pemodelan ini hanyalah dugaan dan karena ini merupakan dugaan, maka akan ada begitu banyak faktor yang tidak dapat kita prediksi dan faktor tentang penularan yang belum dipahami oleh para ilmuwan," kata Jeffrey Shaman, seorang ahli penyakit menular dari Universitas Columbia, pada Washington Post.

"Apa yang terjadi beberapa bulan ke depan benar-benar tergantung pada apa yang kita lakukan beberapa minggu ini," tambahnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI