Kabar Buruk, Virolog Jerman Sebut Pandemi Covid-19 Bertahan Hingga 2023

Bimo Aria Fundrika

Senin, 07 September 2020 | 14:07 WIB
Kabar Buruk, Virolog Jerman Sebut Pandemi Covid-19 Bertahan Hingga 2023
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Para ahli terus meneliti dan memprediksi berapa lama pandei virus corona atau Covid-19 akan berlansung.

Kini seorang ahli memperingatkan bahwa virus corona bisa menjadi bagian dari kehidupan selama tiga tahun ke depan dan mungkin tidak akan hilang bahkan jika vaksin telah ditemukan, seorang ilmuwan terkemuka memperingatkan.

Profesor Hendrik Streeck, seorang ahli virus Jerman terkemuka, meramalkan bahwa dunia akan menghadapi wabah Covid-19 secara teratur hingga setidaknya 2023.

Ahli virologi memimpin tanggapan pandemi di Heinsberg, salah satu distrik yang paling parah terkena dampak di Jerman, menggunakan kota Gangelt untuk mempelajari bagaimana virus menyebar dan bagaimana itu bisa dibendung.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)

Dilansir dari Metro UK, dia mengatakanvirus ini tidak menghilang. Sekarang sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari.

"Ini akan tetap ada dalam tiga tahun dan kita harus menemukan cara untuk menghadapinya," kata dia.

Ilmuwan mengatakan jarak sosial masih akan menjadi cara paling efektif untuk menahan virus corona di tahun-tahun mendatang. Dia memperkirakan wabah besar akan didorong oleh peristiwa 'super-spreader seperti pesta rumah.

"Kami tahu bahwa jarak sosial, tidak berkumpul dalam kelompok besar dan menutupi wajah dapat berdampak besar pada infeksi,' katanya.

Menurutnya, ini adalah tindakan sederhana yang dapat membantu menghentikan penyebarannya jika Anda memiliki tingkat infeksi yang besar. Profesor Streeck menambahkan bahwa kemungkinan vaksin akan ditemukan tetapi memperingatkan itu mungkin tidak diproduksi dengan cepat.

baca juga

"Vaksin mungkin jawabannya tapi kami tidak tahu. Kemungkinan kami akan memiliki vaksin tetapi mungkin tahun depan atau lebih lama," kata dia.

Organisasi Kesehatan Dunia sebelumnya mengatakan pihaknya berharap pandemi akan berakhir dalam dua tahun.

Prediksi itu berdasarkan pandemi flu Spanyol tahun 1918 yang membutuhkan waktu dua tahun untuk diatasi. Flu tahun 1918 menewaskan sedikitnya 50 juta orang, sementara Covid-19 sejauh ini telah menyebabkan sekitar 880.000 kematian, menurut penghitungan Universitas John Hopkins.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Gangguan Jiwa di Masa Pandemi Covid-19 Diprediksi Meningkat

Kasus Gangguan Jiwa di Masa Pandemi Covid-19 Diprediksi Meningkat

Jabar | Senin, 07 September 2020 | 14:00 WIB

Awas! Kumpul dengan Keluarga, Bisa Jadi Klaster Penyebaran COVID-19

Awas! Kumpul dengan Keluarga, Bisa Jadi Klaster Penyebaran COVID-19

Jawa Tengah | Senin, 07 September 2020 | 11:28 WIB

Australia Perpanjang Lockdown di Melbourne Meski Kasus Covid-19 Turun

Australia Perpanjang Lockdown di Melbourne Meski Kasus Covid-19 Turun

News | Minggu, 06 September 2020 | 17:19 WIB

Terkini

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:16 WIB

×