3 Alasan Pakai Masker Masih Sangat Penting saat New Normal Pandemi

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Senin, 07 September 2020 | 20:05 WIB
3 Alasan Pakai Masker Masih Sangat Penting saat New Normal Pandemi
Ilustrasi memakai masker. (Shutterstock)

Suara.com - Masker memang menjadi salah satu elemen penting selama pandemi. Berbagai organisasi kesehatan di dunia menganjurkan pemakaian masker untuk menekan penyebaran virus corona Covid-19.

Melansir dari Healthline, berikut adalah beberapa alasan mengapa masker menjadi hal penting untuk menekan penyebaran virus corona, antara lain:

Mengurangi Penularan Virus

Jika dipakai dengan benar, masker bisa cukup mengurangi risiko penularan virus corona Covid-19.

Ilustrasi anak pakai masker. (Shutterstock)
Ilustrasi anak pakai masker. (Shutterstock)

"Masker bedah dan masker kain dapat mengurangi penularan virus hingga 70 persen jika semua orang memakainya dengan benar di atas hidung dan mulut," kata Purvi Parikh, seorang ahli alergi dan asisten profesor klinis di Departemen Kedokteran NYU Grossman School of Medicine.

Parikh menekankan bahwa penting untuk tidak sekadar mengenakan masker namun juga memastikan bahwa masker digunakan dengan benar.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC), penggunaan masker yang benar adalah mencuci tangan sebelum memakainya dan memastikan masker menutupi hidung serta mulut.

Mencegah Penyebaran dari Orang Tanpa Gejala

Menurut CDC, diperkirakan 50 persen penularan Covid-19 terjadi sebelum orang mengembangkan gejala. Oleh karena itu, mengenakan masker adalah cara mudah untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi yang tidak disadari.

"Masker adalah tindakan altruisme, Anda tidak hanya melindungi diri sendiri dengan mengenakan masker, namun juga orang lain," kata Rochelle Walensky, MD, kepala divisi penyakit menular di Rumah Sakit Umum Massachusetts dan profesor kedokteran di Harvard Medical School.

Masker juga mencegah orang tanpa gejaka menyebarkan virus. Perlu diperhatikan juga bahwa sebagian besar masker kain saja tidak akan sepenuhnya mencegah Anda tertular virus corona baru.

Namun, masker mencegah pemakainya menginfeksi orang lain saat tidak menunjukkan gejala. Hal ini yang menjadikan pakai masker sama pentingnya dengan menjaga jarak dan mencuci tangan.

Higienis

Para profesional medis dari ahli bedah hingga dokter gigi memakai masker untuk melindungi diri dari tetesan, kuman, dan penyakit agar tetap higienis bahkan sebelum pandemi.

Dalam banyak budaya, memakai masker saat sakit atau alergi adalah tanda menghormati orang lain. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Orang yang Ogah Pakai Masker dan Jaga Jarak Punya Ciri Sosiopat

Studi: Orang yang Ogah Pakai Masker dan Jaga Jarak Punya Ciri Sosiopat

Health | Senin, 07 September 2020 | 03:15 WIB

Sering Iritasi Mata Saat Gunakan Masker, Ikuti Cara Ini

Sering Iritasi Mata Saat Gunakan Masker, Ikuti Cara Ini

Jawa Tengah | Minggu, 06 September 2020 | 11:11 WIB

Pemakaian Masker Bikin Mata Kering? Berikut Beberapa Cara Mengatasinya

Pemakaian Masker Bikin Mata Kering? Berikut Beberapa Cara Mengatasinya

Health | Minggu, 06 September 2020 | 10:46 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB