Memutus Rantai Kekerasan Tersembunyi di Balik Pandemi Covid-19

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 09 September 2020 | 12:02 WIB
Memutus Rantai Kekerasan Tersembunyi di Balik Pandemi Covid-19
Ilustrasi kekerasan rumah tangga (visualphotos.com)

Suara.com - Suara tangis Rana (bukan nama sebenarnya) pecah saat sang ayah melayangkan tangannya ke arah sang ibu. Sambil terus menangis, bocah berusia empat tahun itu berusaha bangkit dan melindungi ibunya. 

Sang ibu sendiri juga telah berkali-kali mengalami kekerasan dari sang ayah. Menurut sang ayah, ia pantas untuk menerimanya. Tapi sang ibu bingung ke mana mesti mengadu dan mencari mencari bantuan.

Kisah Rana dan sang ibu merupakan satu dari sekian aduan kasus kekerasan yang masuk ke Yayasan Pulih selama masa awal pandemi, atau dari Maret hingga Mei 2020. Kasus seperti ini hanyalah permukaan dari gunung es dari kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi selama masa pandemi yang belum terlaporkan. 

ILUSTRASI: Kekerasan terhadap anak. ANTARA/Istimewa.
Ilustrasi: Kekerasan terhadap anak. ANTARA/Istimewa.

“Korban KDRT, anak dengan orangtua yang abusive dan seterusnya itu isunya menjadi lebih sering muncul dan itu jadi keluhan yang cukup signifikan selama pandemi ini,” ujar Manajer Pelayanan Konseling, Yayasan Pulih, Danika Nurkalista dalam “Webinar Menjaga Kesehatan Jiwa Anak dan Keluarga Saat Pandemi” yang diadakan oleh UNICEF dan AJI beberapa waktu lalu. 

Selama Maret hingga Mei, lanjut Danika, ada peningkatan 33 persen kasus kekerasan dari sebelum masa pandemi. Sedikitnya ada 64 kasus kekerasan, mulai dari fisik psikis, hingga seksual terhadap perempuan dan anak yang ditangani selama masa pandemi ini. Danika mengungkapkan bahwa peningkatan ini bukan meningkat begitu saja. Melainkan lantaran dibukanya konseling gratis bagi yang mengalami kekerasan selama pandemi. 

“Bayangkan kalau tidak ada pintu khusus mungkin kasus-kasus ini akan lewat begitu saja orang orang ini tidak akan tahu harus konseling kemana,”ujar Danika. 

Dalam konteks yang lebih luas sepanjang 2020, data SIMFONI PPA (Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak) mencatat ada 8.140 perempuan yang menjadi korban kekerasan di Indonesia. Sementara itu, kelompok usia 25-44 tahun menjadi yang paling banyak menjadi korban kekerasan dengan persentase 30,8 persen. 

Beban Ganda Perempuan di Tengah Pandemi

Temuan itu juga sejalan dengan dokumen Komnas Perempuan yang berjudul “Kajian Dinamika Perubahan di Dalam Rumah Tangga Selama Covid-19 di 34 Provinsi di Indonesia.” Dalam penelitian itu, Komnas Perempuan menemukan bahwa kekerasan fisik dan seksual terjadi pada rumah tangga yang pengeluarannya bertambah selama masa pandemi Covid-19. Meski demikian, kekerasan ekonomi dan psikologis lebih sering terjadi di situasi pandemi. 

baca juga

Dalam survei yang dilakukan pada April hingga Mei 2020 terhadap 2.285 responden, terungkap bahwa perempuan lebih sering menjadi korban kekerasan dibandingkan dengan laki-laki. Survei itu memang mayoritas diikuti oleh perempuan. 

Ilustrasi perempuan stress. (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan mengalami beban ganda. (Shutterstock)

Selama masa pandemi, Komnas Perempuan menemukan bahwa 66 perempuan mengaku sering mendapatkan kekerasan psikologis, sementara 289 lainnya terkadang mengalami kekerasan yang sama.  Untuk kekerasan ekonomi, hampir 10 persen dari responden perempuan mengalami (kadang-kadang atau sering), atau setara dengan 135 orang. 

Penelitian itu juga mengungkap, bahwa dalam situasi pandemi, perempuan menghadapi dampak yang sangat khas.

Hal ini karena peran gender yang disematkan kepadanya, terutama karena masih adanya keyakinan bahwa kerja domestik menjadi tanggung jawab terbesar dan utama yang dibebankan pada perempuan. 

“Perempuan mengalami penambahan waktu kerja di domestik dua kali lipat, karena adanya tugas tambahan untuk mendampingi anak belajar di rumah, yang biasanya dilakukan di sekolah,” ungkap penelitian yang diterbitkan pada Juni 2020 itu. 

Dalam situasi pandemi dan pembatasan jarak sosial, perempuan dipaksa untuk mempelajari teknologi belajar secara online untuk anaknya, kebutuhan hidup sehat dan bersih serta pelayanan kebutuhan pangan dengan asupan gizi cukup selama masa Covid-19. Kondisi ini memaksa perempuan memberikan waktu berlebih untuk kerja domestik. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selain Harga, Berikut 5 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Rumah

Selain Harga, Berikut 5 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Rumah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2020 | 14:52 WIB

Selama Pandemi Corona, Kekerasan Terhadap Perempuan di Sumut Meningkat

Selama Pandemi Corona, Kekerasan Terhadap Perempuan di Sumut Meningkat

News | Sabtu, 29 Agustus 2020 | 02:10 WIB

Miris! Sepanjang 2020 Ada 4.116 Kasus Kekerasan Terhadap Anak

Miris! Sepanjang 2020 Ada 4.116 Kasus Kekerasan Terhadap Anak

News | Senin, 24 Agustus 2020 | 10:58 WIB

Terkini

Cara Lamar Lowongan Kerja BBAP BRI Agustus 2026, Ini Link Resminya

Cara Lamar Lowongan Kerja BBAP BRI Agustus 2026, Ini Link Resminya

Bri | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:27 WIB

6 Cara Memilih Shade Skin Tint yang Sesuai Undertone Kulit agar Hasil Tidak Kusam

6 Cara Memilih Shade Skin Tint yang Sesuai Undertone Kulit agar Hasil Tidak Kusam

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:23 WIB

MBG Maju Kena Mundur Kena, Guru Besar UGM Nilai Prabowo Terjebak Program Amburadul

MBG Maju Kena Mundur Kena, Guru Besar UGM Nilai Prabowo Terjebak Program Amburadul

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:18 WIB

Bunga KPR Super Ringan! Wujudkan Rumah Impian di BRI Consumer Expo 2026

Bunga KPR Super Ringan! Wujudkan Rumah Impian di BRI Consumer Expo 2026

Bri | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:17 WIB

Bukan Sekadar Turunkan Gula Darah, Ini Tantangan Terberat Pasien Diabetes yang Sering Diabaikan

Bukan Sekadar Turunkan Gula Darah, Ini Tantangan Terberat Pasien Diabetes yang Sering Diabaikan

Health | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:16 WIB

Mau Tampil Gentle? Intip 4 OOTD Dandy Smart Casual ala Kang Hoon

Mau Tampil Gentle? Intip 4 OOTD Dandy Smart Casual ala Kang Hoon

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:15 WIB

Pegadaian, Pupuk Indonesia, Pelindo dan Angkasa Pura Didorong untuk IPO

Pegadaian, Pupuk Indonesia, Pelindo dan Angkasa Pura Didorong untuk IPO

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:12 WIB

Prabowo Putuskan Gubernur BI Pekan Ini, Destry Damayanti Segera Dilantik?

Prabowo Putuskan Gubernur BI Pekan Ini, Destry Damayanti Segera Dilantik?

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:11 WIB

Siapa Dokter Tamara Jasmine? Sosok yang Viral Usai Sindir Pasien BPJS Kesehatan

Siapa Dokter Tamara Jasmine? Sosok yang Viral Usai Sindir Pasien BPJS Kesehatan

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:10 WIB

Bukan Sekadar Layanan, Ini Cara BRI Beri Penghormatan Spesial untuk Purnatugas

Bukan Sekadar Layanan, Ini Cara BRI Beri Penghormatan Spesial untuk Purnatugas

Bri | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:09 WIB

×