Bukan Sekadar Turunkan Gula Darah, Ini Tantangan Terberat Pasien Diabetes yang Sering Diabaikan

Dinda Rachmawati

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:16 WIB
Bukan Sekadar Turunkan Gula Darah, Ini Tantangan Terberat Pasien Diabetes yang Sering Diabaikan
Ilustrasi diabetes (Freepik)
baca 10 detik
  • Indonesia menduduki peringkat kelima dunia dengan lebih dari 20 juta penyandang diabetes berdasarkan data IDF.
  • PT Kalbe Farma Tbk menghadirkan ekosistem Diabetes Total Solution untuk mendukung pengelolaan penyakit secara berkelanjutan.
  • Pendekatan menyeluruh ini mencakup edukasi masyarakat, deteksi dini, pendampingan pasien, serta penyediaan terapi jangka panjang.

Suara.com - Saat seseorang divonis diabetes, banyak yang mengira tantangan terbesarnya adalah menurunkan kadar gula darah. Padahal, perjuangan sesungguhnya justru dimulai setelah diagnosis ditegakkan. 

Menjalani pengobatan secara rutin, mengubah pola makan, berolahraga, hingga disiplin memeriksakan kondisi kesehatan menjadi tantangan yang tidak sedikit membuat pasien akhirnya putus di tengah jalan.

Kondisi ini menjadi perhatian karena Indonesia kini menempati peringkat kelima dunia dengan lebih dari 20 juta penyandang diabetes berdasarkan International Diabetes Federation (IDF). 

Sementara Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi diabetes mencapai 11,7 persen pada penduduk usia di atas 15 tahun. Sayangnya, kepatuhan menjalani terapi dan kontrol rutin masih tergolong rendah, terutama pada kelompok usia produktif.

Padahal, diabetes merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan seumur hidup. Tanpa pengendalian yang baik, kadar gula darah yang tinggi dapat memicu berbagai komplikasi, mulai dari penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, gangguan penglihatan, hingga luka pada kaki yang sulit sembuh.

Karena itu, pengelolaan diabetes seharusnya tidak berhenti pada pemberian obat. Pasien juga membutuhkan edukasi, pemantauan rutin, pendampingan tenaga kesehatan, serta dukungan keluarga agar tetap konsisten menjalani terapi.

Media Discussion bertajuk "End-to-End Diabetes Ecosystem Support: Dari Pencegahan hingga Manajemen Jangka Panjang"
Media Discussion bertajuk "End-to-End Diabetes Ecosystem Support: Dari Pencegahan hingga Manajemen Jangka Panjang"

Pharma Director PT Kalbe Farma Tbk, dr. Selvinna, M.Biomed., mengatakan diabetes membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan, mulai dari mengenali faktor risiko hingga menjalani pengobatan dalam jangka panjang.

"Diabetes bukan penyakit yang dapat dikelola dengan terapi sesaat. Penyandang diabetes membutuhkan pendampingan sejak memahami faktor risiko, menjalani deteksi dini, memulai terapi, hingga mengelola penyakit dalam jangka panjang," ujarnya.

Menurut Ketua Perkumpulan Edukator Diabetes Indonesia (PEDI), dr. Ida Ayu Made Kshanti, Sp.PD-KEMD, edukasi masih menjadi aspek yang sering diabaikan. 

baca juga

Padahal, pasien yang memahami penyakitnya cenderung lebih patuh menjalani pengobatan dan mampu mengambil keputusan yang tepat terkait gaya hidupnya.

Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan juga terbukti membantu mencegah komplikasi karena pasien mengetahui pentingnya mengontrol gula darah, menjaga pola makan, aktif bergerak, serta melakukan pemeriksaan berkala.

Di sisi lain, dokter spesialis penyakit dalam sekaligus Ketua Cabang PERSADIA Jakarta Barat, dr. Marshell Tendean, Sp.PD, Subsp. E.M.D., FINASIM, mengatakan tidak sedikit pasien baru datang ke rumah sakit ketika komplikasi sudah terjadi.

"Dalam praktik sehari-hari, kami melihat banyak pasien datang ketika komplikasi sudah mulai muncul. Kondisi tersebut sering terjadi karena diabetes terlambat terdeteksi atau terapi tidak dijalankan secara konsisten. Padahal, kepatuhan terhadap tata laksana medis merupakan kunci untuk mengendalikan kadar gula darah dan mencegah komplikasi," jelasnya.

Melihat tantangan tersebut, Kalbe mengembangkan pendekatan End-to-End Diabetes Ecosystem Support melalui ekosistem Diabetes Total Solution (DTS). 

Pendekatan ini menghubungkan berbagai aspek pengelolaan diabetes, mulai dari edukasi masyarakat, deteksi dini, pendampingan pasien, hingga dukungan terapi dan pemantauan jangka panjang. 

Programnya mencakup edukasi berbasis komunitas, kolaborasi dengan rumah sakit, kegiatan skrining, serta pemanfaatan platform digital untuk memudahkan akses informasi kesehatan.

Di bidang terapi, Kalbe juga menyediakan berbagai solusi pendukung, mulai dari nutrisi khusus bagi penyandang diabetes, alat pemantau gula darah, hingga insulin glargine produksi lokal yang telah tersedia dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Pendekatan yang menyeluruh ini diharapkan dapat membantu penyandang diabetes tetap menjalani terapi secara konsisten. Sebab, keberhasilan mengendalikan diabetes tidak hanya ditentukan oleh obat, tetapi juga oleh kolaborasi antara pasien, keluarga, tenaga kesehatan, komunitas, dan seluruh ekosistem pendukung agar kualitas hidup tetap terjaga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkes: Gula Darah Anak SD Sudah Tinggi, Risiko Jantung hingga Stroke Mengintai di Usia 40 Tahun

Kemenkes: Gula Darah Anak SD Sudah Tinggi, Risiko Jantung hingga Stroke Mengintai di Usia 40 Tahun

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 14:45 WIB

Alarm Diabetes Indonesia: Skrining BPJS Belum Mampu Menjangkau Jutaan Kasus Tersembunyi?

Alarm Diabetes Indonesia: Skrining BPJS Belum Mampu Menjangkau Jutaan Kasus Tersembunyi?

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:10 WIB

Rawat Ibu Sendiri hingga Napas Terakhir, Vega Darwanti Ungkap Momen Haru saat Ibunda Berpulang

Rawat Ibu Sendiri hingga Napas Terakhir, Vega Darwanti Ungkap Momen Haru saat Ibunda Berpulang

Entertainment | Senin, 13 Juli 2026 | 18:52 WIB

Terkini

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:46 WIB

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:35 WIB

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:12 WIB

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:01 WIB

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:52 WIB

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:32 WIB

×