Suara.com - Kabar penghentian sementara uji coba vaksin Covid-19 buatan perusahaan farmasi Astra Zeneca menimbulkan banyak kekhawatiran. Salah satu kekhawatiran yang muncul bahwa target tersedianya vaksin itu akan mundur.
Dikutip dari ANTARA, Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengatakan keputusan perusahaan farmasi AstraZeneca produksinya memang menjadi sebuah tantangan. Namun tidak mesti akan memundurkan upaya pengembangan sebuah vaksin.
"Ini jelas menjadi sebuah tantangan untuk uji coba vaksin khusus ini," ucap Hancock kepada Sky News saat disinggung soal jeda uji coba. "Sebenarnya bukan pertama kali hal ini terjadi pada vaksin Oxford."
Ditanya apakah hal itu akan memperlambat proses pengembangan vaksin, Hancock menjawab: "Belum tentu, tergantung pada apa yang mereka temukan saat melakukan penyelidikan itu."

AstraZeneca mengaku telah menghentikan sementara uji coba global, termasuk uji tahap akhir berskala besar, vaksin eksperimental produksinya lantaran adanya penyakit yang tak dapat dijelaskan pada partisipan penelitian.
Seperti diberitakan sebelumnya, Uji coba tahap akhir pada vaksin Covid-19 AstraZeneca yang dikembangkan bersama Universitas Oxford ditangguhkan setelah salah satu relawan diduga mengalami reaksi serius yang tidak dapat dijelaskan, kata perusahaan itu pada Rabu (9/9/2020) waktu setempat.
Vaksin AstraZeneca-Oxford merupakan salah satu vaksin Covid-19 yang paling menjanjikan dalam melawan virus corona.
"Sebagai bagian dari uji coba global terkontrol acak yang sedang berlangsung dari vaksin virus corona Oxford, kami meninjau ulang standar dan secara sukarela menghentikan vaksinasi untuk memungkinkan peninjauan data keamanan oleh komite independen," kata seorang juru bicara perusahaan, seperti dilansir dari Aljazeera.
"Penghentian ini adalah tindakan rutin yang harus dilakukan setiap kali muncul penyakit yang berpotensi tidak dapat dijelaskan dalam uji coba. Dan sementara itu diselidiki, kami memastikan menjaga integritas pengujian," lanjut juru bicara tersebut.
Situs berita kesehatan Stat News sebelumnya melaporkan bahwa uji coba akan ditangguhkan karena seorang sukarelawan dalam uji coba menderita reaksi merugikan yang parah terhadap obat tersebut.
Namun AstraZeneca mengatakan bahwa dalam uji coba besar, penyakit kadang-kadang terjadi secara kebetulan, tetapi masalah ini tetap harus ditinjau secara independen.
"Kami sedang bekerja untuk mempercepat peninjauan peristiwa tunggal ini untuk meminimalkan dampak potensial pada jadwal uji coba," kata juru bicara itu.