Ini Sebab Cakupan Tes Covid-19 di Indonesia Masih Rendah

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 10 September 2020 | 19:05 WIB
Ini Sebab Cakupan Tes Covid-19 di Indonesia Masih Rendah
Petugas kesehatan melakukan tes usap (swab test) terhadap pegawai KPU di Gedung Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia ((KPU RI) Jakarta, Selasa (4/8/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Jumlah kasus virus corona masih terus meningkat hingga hari ini. Per tanggal 10 September 2020, penambahan kasus virus corona di Indonesia mencapai 3.861. Angka tersebut membuat total kasus virus corona di Indonesia lebih dari 200 ribu.

Sayangnya, jumlah itu dinilai masih belum mencerminkan situasi yang sebenarnya. Salah satu pemodelan epidemiologi situasi COVID-19 di  Indonesia memperkirakan jumlah keseluruhan kasus COVID-19 dapat mencapai 2,5 juta kasus jika tidak dilakukan intervensi tambahan selain deteksi kasus, investigasi kontak dan isolasi mandiri.  

Dalam siaran pers yang diterima Suara.com, Kamis, (10/9/2020), kurangnya jumlah tes yang dilakukan serta kesenjangan rasio tes antar wilayah juga menjadi faktor yang menghambat penanganan COVID-19 di Indonesia.

Dengan jumlah penduduk Indonesia sebanyak lebih dari 260 juta jiwa, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan standar jumlah tes harian yang harus dilakukan adalah 50,000.

Seorang warga sedang menjalani swab test di salah satu Puskesmas di Kabupaten Brebes, Kamis (27/8/2020). (Foto: dok. Yudhi Prasetyo)
Seorang warga sedang menjalani swab test di salah satu Puskesmas di Kabupaten Brebes, Kamis (27/8/2020). (Foto: dok. Yudhi Prasetyo)

Pemerintah saat ini tengah berupaya meningkatkan kapasitas pemeriksaan COVID-19 dengan menunjuk 49 laboratorium rujukan untuk pelaksanaan pemeriksaan RT-PCR COVID-19.

Meski demikian upaya ini masih memiliki tantangan dalam hal kapasitas untuk melakukan pengambilan sampel swab, pengiriman spesimen, dan kapasitas petugas kesehatan untuk melaksanakan pemeriksaan PCR.

Tantangan ini berdampak pada kurangnya cakupan pemeriksaan, panjangnya waktu tunggu pemeriksaan dan hasil pemeriksaan COVID-19.

Kondisi tersebut tentu akan semakin berdampak bagi wilayah yang sulit, seperti wilayah kepulauan ataupun pegunungan dengan moda transportasi yang terbatas.

Untuk memperluas akses terhadap  diagnosis COVID-19, pemerintah telah melakukan pemetaan dan perencanaan untuk penggunaan mesin TCM (Tes Cepat Molekuler) yang ada di laboratorium rujukan dan rumah sakit yang saat ini dipergunakan untuk program layanan tuberkulosis (TBC).

baca juga

Sekitar 1,000 mesin TCM tersebar di seluruh Indonesia, 305 diantaranya berada di laboratorium rujukan COVID-19 dan rumah sakit rujukan COVID-19.

“Penanggulangan kasus di tiap kota/kabupaten memiliki kendala yang berbeda-beda, terutama di wilayah Indonesia Timur karena wilayah kepulauan, dan kondisi pegunungan, sehingga semoga upaya dukungan transportasi spesimen dapat membantu dalam penemuan kasus COVID-19” - drh. Endang Burni Prasetyowati, M.Kes, Kasubdit Surveilans, Kementerian Kesehatan RI.

Yayasan KNCV Indonesia dengan koordinasi bersama Subdit Surveilans Kementerian Kesehatan, melakukan penguatan jejaring pengiriman spesimen COVID-19 serta pencatatan dan pelaporan melalui

 Yayasan KNCV Indonesia dengan koordinasi bersama Subdit Surveilans Kementerian Kesehatan,melakukan penguatan jejaring pengiriman spesimen COVID-19 serta pencatatan dan pelaporan melalui proyek SPRINT (Sistem Pengiriman Spesimen COVID-19 di Indonesia Timur) untuk mendukung upayapemerintah dalam pengendalian COVID-19 di Indonesia.

Proyek ini akan diimplementasikan di 5wilayah provinsi dengan area kepulauan dan memiliki tantangan geografis, yaitu Nusa Tenggara Timur,Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat menggunakan aplikasi SISFO COVID.

“Kami berharap bentuk dukungan ini dapat meningkatkan akses pemeriksaan COVID 19 diIndonesia, dan khususnya di Indonesia Timur. Dan ikut memberikan sumbangsih dalampengendalian COVID 19 di Indonesia”, dr. Jhon Sugiharto, MPH, direktur Yayasan KNCVIndonesia.

Ilustrasi Tes Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi Tes Covid-19. (Shutterstock)

“Aplikasi SISFO COVID dapat membantu dalam pengawasan pengiriman spesimen COVID 19 diwilayah Indonesia Timur, karena pengawasannya dapat dilakukan secara real time” – dr. MelindaSoemarno, Project Coordinator SPRINT, Yayasan KNCV Indonesia.

Belajar dari sejumlah kasus di negara lain yang telah berhasil menangani COVID-19, peningkatantemuan kasus menjadi kunci penting yang wajib dilakukan. Dengan semakin banyak kasus ditemukandan diberikan tatalaksana yang tepat dan cepat, maka potensi penularan akan semakin berkurang.   

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Covid-19 di Belgia Semakin Menggila

Kasus Covid-19 di Belgia Semakin Menggila

Video | Kamis, 10 September 2020 | 17:45 WIB

Pasien Covid 19 Membludak, Pemkot Palembang Malah Izinkan Bioskop Buka

Pasien Covid 19 Membludak, Pemkot Palembang Malah Izinkan Bioskop Buka

Sumsel | Kamis, 10 September 2020 | 17:38 WIB

Epidemiolog Soal Kasus Covid-19 di Jakarta: Lebih Parah dari Provinsi Lain

Epidemiolog Soal Kasus Covid-19 di Jakarta: Lebih Parah dari Provinsi Lain

Jakarta | Kamis, 10 September 2020 | 17:37 WIB

Terkini

PFI Jakarta Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

PFI Jakarta Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Foto | Sabtu, 12 September 2026 | 07:00 WIB

Ramalan 5 Shio yang Beruntung 12 September 2026, Ada yang Diprediksi Makin Hoki

Ramalan 5 Shio yang Beruntung 12 September 2026, Ada yang Diprediksi Makin Hoki

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 06:50 WIB

4 Shio Ini Bakal Lepas dari Beban Berat dan Paling Hoki Akhir Pekan Ini!

4 Shio Ini Bakal Lepas dari Beban Berat dan Paling Hoki Akhir Pekan Ini!

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 06:45 WIB

4 Zodiak Ini Bakal Paling Hoki Sepanjang 12 September 2026, Virgo Siap-siap Ketiban Rezeki Nomplok

4 Zodiak Ini Bakal Paling Hoki Sepanjang 12 September 2026, Virgo Siap-siap Ketiban Rezeki Nomplok

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 06:35 WIB

Prediksi Skor, Susunan Pemain Persija Jakarta vs Persib Bandung Nanti Sore

Prediksi Skor, Susunan Pemain Persija Jakarta vs Persib Bandung Nanti Sore

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 06:32 WIB

Katalog Promo Tip Top Minggu Ini, Diskon Camilan Akhir Pekan hingga Promo Beli 2 Gratis 1!

Katalog Promo Tip Top Minggu Ini, Diskon Camilan Akhir Pekan hingga Promo Beli 2 Gratis 1!

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 06:25 WIB

Hari Keempat, Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Belum Berbuah Hasil

Hari Keempat, Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Belum Berbuah Hasil

Foto | Sabtu, 12 September 2026 | 06:00 WIB

Taruh Nyawa di Selat Perbatasan, Wanita Ini Sukses Ubah Nasib Ratusan Ibu-Ibu di Sebatik

Taruh Nyawa di Selat Perbatasan, Wanita Ini Sukses Ubah Nasib Ratusan Ibu-Ibu di Sebatik

Bri | Sabtu, 12 September 2026 | 00:00 WIB

Ratusan Warga Carita Gelar Doa Bersama, Berharap 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Segera Ditemukan

Ratusan Warga Carita Gelar Doa Bersama, Berharap 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Segera Ditemukan

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 23:55 WIB

Doa untuk 5 Jurnalis Hilang Mengalir di Tangsel, Wawali Pilar Siap Bantu Maksimal

Doa untuk 5 Jurnalis Hilang Mengalir di Tangsel, Wawali Pilar Siap Bantu Maksimal

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 23:45 WIB

×