Psikiater Sebut Tindakan Bunuh Diri Bisa Menular

Vania Rossa, Lilis Varwati

Jum'at, 11 September 2020 | 08:37 WIB
Psikiater Sebut Tindakan Bunuh Diri Bisa Menular
Ilustrasi bunuh diri. (Shutterstock)

Suara.com - Bunuh diri ternyata bisa 'menular'. Namun bukan seperti penyakit yang ditularkan melalui virus atau bakteri.

Psikiater DR. dr. Nova Rianti Yusuf Sp.KJ menjelaskan bahwa orang yang kehilangan anggota keluarga atau kerabat dekat akibat bunuh diri berisiko besar melakukan hal yang sama.

"Kalau dari kerabat, teman dekat dari orang yang meninggal karena bunuh diri itu punya risiko lebih tinggi untuk bunuh diri. Bisa disebabkan beberapa hal. Salah satunya bisa karena trauma ditinggalkan bunuh diri, makanya jadi bunuh diri," kata dokter yang biasa disapa Noriyu itu dalam siaran langsung di Instagram, Kamis (10/9/2020).

Keinginan bunuh diri itu muncul bisa lantaran dorongan lingkungan yang terlanjur memberi stigma buruk. Atau terlalu banyak orang yang bertanya tentang peristiwa bunuh diri tersebut tetapi hanya sekadar ingin tahu.

"Makanya kita berusaha untuk empati dikit sama keluarganya. Karena orang kepo ingin tahu, itu jadi keingintahuan yang gunjing aja. Padahal keluarga yang ditinggalkan mengalami guncangan psikologis," katanya.

Berempati jadi kunci untuk menyikapi orang yang ditinggal bunuh diri oleh orang terdekatnya. Nuriyu mengatakan, sangat penting untuk memberikan ruang kepada orang yang ditinggalkan untuk menenangkan dirinya tanpa dipusingkan dengan berbagai pertanyaan.

"Kalau tanya 'are you okay' nggak apa-apa. Itu sebenarnya perlu juga. Kita menawarkan diri, memberikan dukungan tanpa diminta. Karena kalau dicuekin beban juga, merasa distigma," katanya.

Selain diberikan ruang untuk menenangkan diri, menurut Nuriyu, orang yang ditinggal bunuh diri sebenarnya tidak membutuhkan nasihat. Ia menyarankan, cukup tunjukan rasa empati dengan tulus.

"Orang sebenarnya bisa merasakan mana yang benar tulus atau cuma ingin tahu aja. Karena mereka sebenarnya nggak perlu nasihat," pungkas Nuriyu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Cara yang Harus Dilakukan Saat Dicurhati Orang Lain Masalah Bunuh Diri

4 Cara yang Harus Dilakukan Saat Dicurhati Orang Lain Masalah Bunuh Diri

Health | Kamis, 10 September 2020 | 20:05 WIB

Jangan Anggap Sepele, Ini Tanda Orang Punya Pikiran Bunuh Diri

Jangan Anggap Sepele, Ini Tanda Orang Punya Pikiran Bunuh Diri

Health | Kamis, 10 September 2020 | 18:45 WIB

Hari Pencegahan Bunuh Diri, Ini 5 Mitos yang Sebaiknya Tidak Lagi Dipercaya

Hari Pencegahan Bunuh Diri, Ini 5 Mitos yang Sebaiknya Tidak Lagi Dipercaya

Health | Kamis, 10 September 2020 | 17:55 WIB

Terkini

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB

Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial

Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:00 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB