Lebih Baik Mana Donor Organ dari Keluarga atau Orang Lain?

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 11 September 2020 | 18:05 WIB
Lebih Baik Mana Donor Organ dari Keluarga atau Orang Lain?
Ilustrasi donor organ. [Shutterstock]

Suara.com - Mencari pendonor organ memang memiliki tantangannya sendiri. Selain sulit untuk menemukan yang tepat, ada juga perdebatan soal donor dari siapa yang sebenarnya lebih baik. Apakah itu dari keluarga atau orang lain.

Lantas seperti apa jawabannya? Menurut Dr. dr. Maruhum Bonar H. Marbun, Sp.PD-KGH, Pokja Transplantasi Ginjal RSCM, donor lebih baik dilakukan oleh keluarga.

"Tapi bukan berarti yang bukan keluarga itu tidak boleh, jadi pendekatan secara moral itu akan lebih baik, kalau kita tahu bahwa dia dari keluarga," ujar Dr. dr. Maruhum Bonar H. Marbun, Sp.PD-KGH, Pokja Transplantasi Ginjal RSCM, Jumat (11/20/2020).

Pendonor dari luar keluarga memang tetap bisa dilakukan, tapi harus didampingi tim advokasi. Ini karena khawatir terjadinya praktik komersialisasi donor organ, seperti beberapa kasus yang pernah ramai diberitakan.

Ilustrasi donor organ tubuh [shutterstock]
Ilustrasi donor organ tubuh [shutterstock]

Apalagi praktik komersialisasi donor organ memang dilarang secara internasional, termasuk di antaranya praktik transplant tourism.

"Beberapa waktu lalu ada pasien dari negara tertentu datang ke tempat kami, ya kami minta free no clearance dari kedutaan, boleh nggak dia dilakukan transplantasi dengan kondisi tertentu, itu yang jadi masalah," ungkap Dr. Bonar.

Sehingga baik keluarga maupun yang bukan keluarga, bukan jadi kendala transplantasi organ, karena keberadaan tim advokasi. Sedangkan untuk melihat layak tidaknya seseorang jadi pendonor, bakal ada sejumlah tes kesehatan yang harus dijalankan.

"Apalagi teknologi pengobatan deteksi dini akut, maupun kolik kita sudah punya semua," jelas Dr. Bonar.

Sedangkan Dr. dr. Nur Rasyid, SpU(K), Pokja Transplantasi Ginjal RSCM, Departemen Urologi FKUI-RSCM melihat donor organ bukan sekedar aspek kesehatan semata, tapi tetap memperhatikan unsur psikologis, etik juga kerelaan.

baca juga

"Jika misalnya keluarga tidak setuju atau tidak rela mendonorkan organnya, dokter juga tidak akan bisa melanjutkan prosedur transplantasi organ," kata Dr. Nur.

"Jadi prinsipnya ada non medis, ada etik legal psikologis dan kerelaan dari seorang menjadi donor, setelah itu semua lolos, jadi ada komite advokasi dan itu terpisah di luar tim transplantasi," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Orang yang Donor Organ Justru Relatif Lebih Sehat, Kok Bisa?

Orang yang Donor Organ Justru Relatif Lebih Sehat, Kok Bisa?

Health | Jum'at, 11 September 2020 | 14:50 WIB

Apa Syarat Seseorang Bisa Mendonorkan Organ Tubuhnya?

Apa Syarat Seseorang Bisa Mendonorkan Organ Tubuhnya?

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2020 | 09:11 WIB

Dampak Covid-19, Donor Organ dan Transplantasi Menurun

Dampak Covid-19, Donor Organ dan Transplantasi Menurun

Tekno | Kamis, 14 Mei 2020 | 03:00 WIB

Terkini

Uang Bertanda Tangan Purbaya Diburu, BI: Tetap Bisa Buat Bayar

Uang Bertanda Tangan Purbaya Diburu, BI: Tetap Bisa Buat Bayar

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:11 WIB

Truk Sampah Bogor Banyak yang Uzur, Pemkot Minta Hibah Armada ke Jakarta

Truk Sampah Bogor Banyak yang Uzur, Pemkot Minta Hibah Armada ke Jakarta

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:09 WIB

Bangun Ekonomi Tak Cukup Infrastruktur, Kualitas SDM Jadi Penentu

Bangun Ekonomi Tak Cukup Infrastruktur, Kualitas SDM Jadi Penentu

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:08 WIB

Side Hustle Kini Jadi Tren: Solusi Finansial atau Malah Bikin Kewalahan?

Side Hustle Kini Jadi Tren: Solusi Finansial atau Malah Bikin Kewalahan?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 19:05 WIB

RUU SDI Bakal Atur Pembentukan Badan Satu Data Indonesia Jadi Orkestrator Tata Kelola Data Nasional

RUU SDI Bakal Atur Pembentukan Badan Satu Data Indonesia Jadi Orkestrator Tata Kelola Data Nasional

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:04 WIB

Manufaktur Kembali Jadi Motor Ekonomi, Tapi Pengusaha Masih Tahan Investasi

Manufaktur Kembali Jadi Motor Ekonomi, Tapi Pengusaha Masih Tahan Investasi

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:00 WIB

Sekolah Gratis Hanya untuk SPP? Ini Penjelasan Lengkap Mendikdasmen Soal Seragam dan Ekskul

Sekolah Gratis Hanya untuk SPP? Ini Penjelasan Lengkap Mendikdasmen Soal Seragam dan Ekskul

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:00 WIB

Barang Terus Bertambah, Tapi Mengapa Rasa Cukup Justru Hilang?

Barang Terus Bertambah, Tapi Mengapa Rasa Cukup Justru Hilang?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 19:00 WIB

BRI Sabet 3 Gelar Sekaligus dan Kukuhkan Puncak Fortune Indonesia 5 Tahun Beruntun

BRI Sabet 3 Gelar Sekaligus dan Kukuhkan Puncak Fortune Indonesia 5 Tahun Beruntun

Bri | Rabu, 23 September 2026 | 18:57 WIB

Auman Singa Mesopotamia, Presiden Iran Ubah Sidang Umum PBB Jadi Arena Lawan AS

Auman Singa Mesopotamia, Presiden Iran Ubah Sidang Umum PBB Jadi Arena Lawan AS

News | Rabu, 23 September 2026 | 18:53 WIB

×