Berbahaya, Kenali Gejala Kadar Gula Darah Rendah dan Cara Mengatasinya

Angga Roni Priambodo, Fita Nofiana

Rabu, 16 September 2020 | 08:12 WIB
Berbahaya, Kenali Gejala Kadar Gula Darah Rendah dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi kadar gula darah. (Shutterstock)

Suara.com - Hipoglikemia atau gula darah rendah memiliki risiko yang sama bahayanya dengan kadar gula darah tinggi. Orang dengan hipoglikemia memiliki kadar gula darah kurang dari 70 mg/dL. 

Hipoglikemia memang umumnya terjadi pada orang dengan diabetes tipe 1, namun kondisi ini juga bisa terjadi pada penderita gangguan makan atau masalah pankreas. Melansir dari Insider, berikut adalah beberepa gejala hipoglikemia, antara lain:

  • Gemetar
  • Merasa gugup atau cemas
  • Merasa kesal atau marah (umum terjadi pada anak)
  • Berkeringat
  • Jantung berdebar kencang
  • Kebingungan atau linglung

Jika hipoglikemia tidak segera diobati, gejalanya akan berkembang menjadi parah, seperti:

  • Merasa lemah
  • Penglihatan kabur
  • Ada sensasi geli
  • Ada masalah koordinasi
  • Sakit kepala
  • Kejang

Tubuh setiap orang bereaksi terhadap gula darah rendah dengan respons berbeda. Oleh karena itu satu-satunya cara untuk mengetahui dengan pasti adalah dengan cara memeriksa gula darah Anda. Jika kurang dari dari 70 mg / dL, maka Anda mengalami hipoglikemia.

Selama tahap awal hipoglikemia, tubuh Anda juga mengaktifkan respons melawan untuk melepaskan adrenalin. Hal ini yang menyebabkan tanda-tanda peringatan dini seperti detak jantung yang berdebar kencang atau perasaan gugup.

Ilustrasi kadar gula darah rendah. (Pexels)
Ilustrasi kadar gula darah rendah. (Pexels)

Untuk mengatasi hipoglikemia maka cara pengobatan yang paling umum adalah metode 15-15. Metode ini mengharuskan Anda mengonsumsi 15 gram karbohidrat. Setelah 15 menit, periksa kembali gula darah Anda, dan jika masih di bawah 70 mg/dL maka ulangi lagi metode tersebut. 

Makanan yang mengandung 15 gram karbohidrat, menurut ADA adalah 4 ons jus, 8 ons susu, serta 1 sendok makan gula atau madu.

Perlu dicatat bahwa meskipun kadar gula rendah, Anda tidak disarankan untuk makan terlalu banyak gula. Sebab hal ini dapat memicu gula darah menjadi terlalu tinggi dan menyebabkan hiperglikemia. 

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dijadikan Pengobatan Diabetes Tipe 2, Seberapa Efektif Metformin?

Dijadikan Pengobatan Diabetes Tipe 2, Seberapa Efektif Metformin?

Health | Jum'at, 11 September 2020 | 17:48 WIB

Benarkah Nasi Putih Bisa Sebabkan Diabetes? Cek Dulu Faktanya!

Benarkah Nasi Putih Bisa Sebabkan Diabetes? Cek Dulu Faktanya!

Health | Selasa, 08 September 2020 | 15:03 WIB

Studi: Hormon Stres Bisa Tingkatkan Kadar Gula Darah

Studi: Hormon Stres Bisa Tingkatkan Kadar Gula Darah

Health | Rabu, 02 September 2020 | 17:59 WIB

Terkini

Kapolda Metro Jaya Minta Anggota Lebih Humanis: Kehadiran Polisi Harus Benar-benar Dirasakan Warga

Kapolda Metro Jaya Minta Anggota Lebih Humanis: Kehadiran Polisi Harus Benar-benar Dirasakan Warga

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam

Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:21 WIB

Saat Masyarakat Adat Papua Memberi Waktu bagi Alam untuk Pulih Lewat Tradisi Sasi

Saat Masyarakat Adat Papua Memberi Waktu bagi Alam untuk Pulih Lewat Tradisi Sasi

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:21 WIB

Bukan Sekadar Menang, Ini Pesan Persahabatan dalam "Two Turtles"

Bukan Sekadar Menang, Ini Pesan Persahabatan dalam "Two Turtles"

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:20 WIB

4 Laporan Masuk, 1 Jadi Tersangka Kasus Asusila di Pesantren Bekasi

4 Laporan Masuk, 1 Jadi Tersangka Kasus Asusila di Pesantren Bekasi

Bekaci | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:17 WIB

Kalau Prabowo Batuk, Harga Saham dan Nilai Rupiah Anjlok

Kalau Prabowo Batuk, Harga Saham dan Nilai Rupiah Anjlok

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:17 WIB

Berapa Lama Ketahanan Lipstik Maybelline? Cek 3 Varian Superstay Ini

Berapa Lama Ketahanan Lipstik Maybelline? Cek 3 Varian Superstay Ini

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15 WIB

Kelakar SBY: Kalau Pak Prabowo Batuk Keras, Nilai Tukar Rupiah dan Saham Bisa Jatuh

Kelakar SBY: Kalau Pak Prabowo Batuk Keras, Nilai Tukar Rupiah dan Saham Bisa Jatuh

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:14 WIB

Malam Gila Liga Champions: Barcelona Pesta Gol, Duo Raksasa Eropa Malah Merana

Malam Gila Liga Champions: Barcelona Pesta Gol, Duo Raksasa Eropa Malah Merana

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:12 WIB

Kebijakan Lama Orde Baru di Balik Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatra, Bagaimana Bisa Terjadi?

Kebijakan Lama Orde Baru di Balik Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatra, Bagaimana Bisa Terjadi?

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:08 WIB

×