Array

Demi Kesehatan dan Lingkungan, Yuk Ajak Anak Pilah Sampah Sejak Dini!

Jum'at, 18 September 2020 | 10:04 WIB
Demi Kesehatan dan Lingkungan, Yuk Ajak Anak Pilah Sampah Sejak Dini!

Suara.com - Kesadaran masyarakat dalam membuang sampah ke tempat yang seharusnya dianggap masih kurang. Bahkan kebiasaan buruk tersebut bisa terlihat dalam keseharian. Perilaku itu pada akhirnya, akan menjadi contoh buruk bagi anak-anak.

Padahal mengajak anak-anak mengenal lingkungan lebih dekat akan menjadi tugas yang sangat menyenangkan untuk mereka. Terlebih anak-anak dan lingkungan adalah dua hal yang sangat penting untuk keberlangsungan alam.

Sehingga orangtua dianggap perlu mengajarkan anak untuk membuang sampah dengan memilahnya. Perilaku tertib dan disiplin membuang sampah, memang sebaiknya dimulai dari kebiasaan kecil di rumah dan dilatih sejak dini.

Hal itu juga yang dikatakan oleh Praktisi Lingkungan Hidup sekaligus Jurnalis Investor Daily, Mardiana Makmun. "Misalnya saat orangtua berbelanja maka wajib membawa kantong bahan dari rumah, dan tinggalkan budaya pemakaian kantong plastik," ucap Mardiana Makmun, Kamis (17/09/2020).

Anak juga bisa diajak mengenali jenis sampah dan memilahnya. Ajarkan pula mengenai jenis sampah basah dan sampah kering (organik dan anorganik) dan sampah harus dipisah sesuai jenisnya.

"Mengenal tentang bank sampah (jika ada di RT / RW tempat tinggal) juga perlu buat anak-anak.Karena itu bisa menjadikan pengalaman bagus dan pembelajaran baik bagi mereka," kata Nana -sapaan akrabnya.

Strategi ini juga sebaiknya diharapkan dilakukan secara terus-menerus. Apabila anak masih membuang sampah sembarangan, tegurlah anak dengan cara yang halus.

Bimbing dan arahkan dengan menggunakan bahasa yang baik agar mereka mampu mencerna dan memahami bagaimana seharusnya membuang sampah.

Dia kembali menegaskan bahwa untuk orangtua jangan lupa memberikan contoh dengan membuang sampah pada tempatnya. Karena segala sesuatu yang diajarkan melalui ucapan, prilaku akan lebih diserap dan dilakukan anak apabila ia melihat langsung.

Baca Juga: Sejarah Logo Palang Merah yang Mirip Salib dan Berita Health Hits Lainnya

"Jadi semuanya harus berjalan seirama. Tidak boleh mengajarakan hanya setengah-setengah. Karena ini perlu orangtua lakukan demi menjaga kesehatan anak dan keluarga, serta lingkungan hidup sekitarnya," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI