Hati-hati, Sinar UV Matahari Bisa Tembus Kaca dan Pakaian Lho!

Risna Halidi
Hati-hati, Sinar UV Matahari Bisa Tembus Kaca dan Pakaian Lho!
Ilustrasi paparan sinar UV. (Shutterstock)

"Jadi saat berada di rumah kita bisa terpapar sinar UV yang masuk dari jendela kaca. Apalagi saat keluar rumah, meskipun hanya sebentar."

Suara.com - Olahraga outdoor seperti lari, hiking dan bersepeda merupakan aktivitas fisik yang banyak digemari masyarakat Indonesia.

Selain untuk menghilangkan suntuk, olahraga outdoor juga diharapkan dapat menjadi usaha mendapat asupan vitamin D dari sinar matahari yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Tapi ternyata, meski memiliki manfaat kesehatan, sinar ultraviolet  atau UV juga dapat menimbulkan berbagai masalah kulit seperti menyebabkan kemerahan, perih, sensasi terbakar hingga merusak melanin dan membuat kulit terlihat lebih gelap.

Sinar UV juga mampu menembus lapisan kulit lebih dalam, menyebabkan penuaan kulit yang ditandai dengan munculnya keriput dan noda atau flek hitam hingga menyebabkan kanker kulit.

Baca Juga: Pakai Masker Bikin Kulit Wajah Jadi Belang, Bagaimana Solusinya?

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa paparan sinar UV yang berlebihan justru dapat menurunkan kemampuan sistem kekebalan tubuh manusia dalam mendeteksi dan menangkal sel ganas.

Karena itu, penggunaan sunscreen atau tabir surya dalam kehidupan sehari-hari terutama saat beraktivitas seperti olahraga outdoor menjadi sangat penting penting dilakukan.

Sayangnya, tidak semua orang betah menggunakan tabir surya. Alasannya, selain tekstur yang kurang nyaman, rendahnya penggunaan tabir surya juga dipengaruhi oleh persepsi keliru seperti ‘tidak perlu memakai sunscreen bila keluar rumah sebentar atau saat cuaca mendung’.

Masalahnya lagi, dr. Inneke Jane mengatakan bahwa sinar UV dapat menembus pakaian serta kaca.

"Jadi saat berada di rumah pun kita bisa terpapar sinar UV yang masuk dari jendela kaca. Apalagi saat keluar rumah, meskipun hanya sebentar, kulit dapat terpapar oleh sinar UV yang tembus melalui celah serat pakaian," kata Inneke Jane dalam acara NIVEA Sun SKINVERSATION beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Studi: Vitamin D Menurunkan Risiko Vertigo yang Sering Kambuh

Pun saat cuaca mendung, awan dapat menyaring sinar matahari, tetapi tidak sinar UV. Dengan kata lain, pada hari yang berawan atau mendung sekali, kita masih dapat terpapar sinar UV dari matahari.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS