alexametrics

Jangan Pakai Baju Baru Tanpa Dicuci, Bisa Timbulkan Masalah Kulit!

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana
Jangan Pakai Baju Baru Tanpa Dicuci, Bisa Timbulkan Masalah Kulit!
Ilustrasi mengenakan baju yang baru dibeli. (Shutterstock)

Pakai baju baru yang belum dicuci bisa menyebabkan masalah kulit.

Suara.com - Pakaian baru memang sering kali dipakai tanpa dicuci. Padahal, kebiasaan tersebut rupanya bisa berbahaya bagi tubuh, salah satunya memicu masalah kulit.

Melansir dari Times of India, memakai langsung baju yang baru dibeli dapat meningkatkan risiko terkena masalah kulit. Ada kemungkinan besar pakaian baru menularkan beberapa kuman dan bakteri yang dapat menyebabkan beberapa infeksi kulit. 

Pada dasarnya, pakaian yang baru dibuat di pabrik akan dikemas dan dikirim dari satu tempat ke tempat lain melalui berbagai moda transportasi sebelum sampai di toko. Sulit untuk melacak dengan tepat di mana kain itu dibuat, disimpan, dan bagaimana cara pengangkutannya. 

Dengan begitu, pakaian baru Anda mungkin telah bersentuhan dengan beberapa patogen dan kuman. 

Baca Juga: Perhatikan Garis Biru dan Ungu di Kulit, Bisa Jadi Tanda Serangan Jantung!

Sementara di toko, pakaian akan dicoba oleh banyak pengunjung. "Anda tidak pernah bisa memastikan berapa banyak orang sebelum Anda mencobanya. Kulit mati dan kuman dari kulit orang lain mungkin saja ada pada pakaian," catat Times of India. 

"Ini bisa menyebabkan dermatitis, gatal dan kemerahan," imbuhnya.

Ilustrasi kalap belanja. (Pixabay/Stock Snap)
Ilustrasi kalap belanja. (Pixabay/Stock Snap)

Setidaknya ada berbagai jenis bahan kimia digunakan untuk membuat kain dan mewarnainya. Semua bahan kimia ini bisa menyebabkan gatal dan kemerahan saat bersentuhan dengan kulit.

Melansir dari Time, Dr. Susan Nedorost, seorang profesor dermatologi di Case Western Reserve University menyatakan bahwa ada kemungkinan Anda terkena penyakit di beberapa hari kemudian setelah pakai pakaian baru, seperti kulit kemerahan dan gatal-gatal.

"Ketika kita melihat dermatitis kontak dari pakaian, alergennya biasanya berasal dari pewarna kain," kata Dr. Susan Nedorost.

Baca Juga: Tips Hindari Masalah Kulit Akibat Pakai Masker

Dermatitis kontak adalah reaksi alergi terkait sistem kekebalan terhadap alergen yang bersentuhan dengan kulit. Ini menyebabkan beberapa reaksi, seperti ruam yang muncul beberapa hari setelah paparan.

Nedorost juga mengatakan, berkeringat dan gesekan dapat menyebabkan zat pewarna larut keluar dari pakaian menuju ke kulit. 

Komentar