Kenali Keterlambatan Perkembangan Gerak Anak, Orangtua Wajib Awas

M. Reza Sulaiman, Luthfi Khairul Fikri

Selasa, 22 September 2020 | 14:53 WIB
Kenali Keterlambatan Perkembangan Gerak Anak, Orangtua Wajib Awas
Ilustrasi anak belajar. (shutterstock)

Suara.com - Perkembangan setiap anak berbeda-beda antar satu sama lainnya. Para orangtua perlu intens untuk memantau perkembangan, sekaligus kemampuan fisik anak selama fase masa pertumbuhan.

Jika mengalami kejanggalan, orangtua wajib segera melakukan konsultasi kepada dokter. Sebab, keterlambatan perkembangan bisa disebabkan oleh berbagai faktor termasuk faktor keturunan, masalah yang dihadapi sang ibu selama periode kehamilan, dan kelahiran prematur.

Ini penting karena intervensi dini bisa membantu mencegah kondisi tersebut dari potensi menjadi semakin parah, serta perlahan-lahan memotivasi kemajuan anak, baik secara medis maupun sosial, yang dianggap cocok untuk setiap jenis keterlambatan perkembangan pada anak.

"Jadi memang ada konsep dasar, bicara pertumbuhan tidak bisa jauh dari perkembangan anak. Setiap anak miliki kecepatan berbeda, tapi arahnya sama.tidak bisa membedakan anak. Karena setiap anak punya irama tersendiri," ujar Konsultan Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial, Dr Catharine Mayung Sambo, Sp.A(K) kepada Suara.com, Senin (21/09/2020).

Namun, terkadang permasalahannya bukan di upaya perawatan dan pemulihan sang anak melainkan banyak kesulitan orangtua dalam mendeteksi adanya keterlambatan perkembangan pada si buah hati.

Sehingga kesulitan ini membuat mereka tidak cepat dalam menanggapi masalah yang dihadapi anak.

Alhasil, respon telat mereka justru akan membahayakan kesehatan fisik dan mental anak lantaran bisa saja sudah menjadi lebih parah.

Jadi jika sudah tejadi Reflex (tanda-tanda) ini perlu diwasapadai seperti saat leher anak di usia 4 bulan masih belum kokoh itu perlu konsultasi ke dokter.

Lalu, di usia 9 bulan belum bisa duduk, kemudian di usia 18 bulan belum bisa berjalan, itu kemungkinan ada gangguan.

baca juga

"Jangan sampai menunggu sampai reflex itu, nah cara paling mudaah itu melihat di buku KIA. Dilihat, dan dibaca-baca. Dan, saya pastikan keterlambatan perkembangan anak itu didasari ada sekitar 10-15 persen ada penyebabnya," jelasnya.

Dr Mayung meminta kepada orangtua untuk lebih mengetahui keterampilan motorik halus anak yang merupakan gerakan kecil, seperti memegang mainan atau menggunakan krayon.

Sedangkan keterampilan motorik kasar merupakan gerakan besar seperti melompat, memanjat tangga, atau melempar bola.

Sementara, proses pembelajaran bahasa dimulai ketika bayi memberitahu bahwa ia lapar dengan cara menangis. Di usia 6 bulan, kebanyakan bayi sudah mulai bisa mengenali suara bahasa-bahasa dasar.

Di usia 12 hingga 15 bulan, bayi sudah harus bisa mengatakan beberapa kata sederhana, bahkan jika pelafalannya masih tidak jelas.

"Kalau tidak on track orangtua perlu deteksi dengan memantau perkembangan anak. Atau jangan ada orangtua yang memiliki pemikiran seperti ini ‘ah nanti juga bisa’ tapi harus segera konsultasi ke dokter jika sudah ada tanda-tanda keterlambatan perkembangan anak," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Takut Jadi Perawan Tua Jadi Pemicu Perkawinan Anak di Lombok

Takut Jadi Perawan Tua Jadi Pemicu Perkawinan Anak di Lombok

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:13 WIB

Angka Perkawinan Anak Menurun, KPPPA Waspadai Praktik Nikah Tak Tercatat

Angka Perkawinan Anak Menurun, KPPPA Waspadai Praktik Nikah Tak Tercatat

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:34 WIB

Studi Ungkap Dampak Krisis Air terhadap Kesehatan dan Masa Depan Anak Perempuan

Studi Ungkap Dampak Krisis Air terhadap Kesehatan dan Masa Depan Anak Perempuan

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:09 WIB

Kronologi Lengkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun hingga Pelaku Ditangkap

Kronologi Lengkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun hingga Pelaku Ditangkap

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:37 WIB

7 Fakta Mencengangkan Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun hingga Jasadnya Digiling

7 Fakta Mencengangkan Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun hingga Jasadnya Digiling

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:26 WIB

Waiting for Iced Tea: Kisah Hangat tentang Kesabaran dan Keluarga

Waiting for Iced Tea: Kisah Hangat tentang Kesabaran dan Keluarga

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Pelajaran Penting Mengenai Dampak Memanjakan Anak lewat Novel Childish Boy

Pelajaran Penting Mengenai Dampak Memanjakan Anak lewat Novel Childish Boy

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Terjebak di Sarang Penjahat: Petualangan Menegangkan yang Mengajarkan Arti Keberanian

Terjebak di Sarang Penjahat: Petualangan Menegangkan yang Mengajarkan Arti Keberanian

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Ulasan The Good Son: Rahasia Kelam di Balik Sosok Anak yang Sempurna

Ulasan The Good Son: Rahasia Kelam di Balik Sosok Anak yang Sempurna

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:30 WIB

5 Cara Membiasakan Anak Menjaga Kebersihan Tangan di Sekolah

5 Cara Membiasakan Anak Menjaga Kebersihan Tangan di Sekolah

Health | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Terkini

Dini Hari Kelam di Cigudeg, Motor Trail Honda CRF Milik Warga Wargajaya Raib

Dini Hari Kelam di Cigudeg, Motor Trail Honda CRF Milik Warga Wargajaya Raib

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:02 WIB

Aksi Unjuk Rasa Jakarta Tak Ubah Jadwal Kereta Gambir, KAI Imbau Penumpang Berangkat Lebih Awal

Aksi Unjuk Rasa Jakarta Tak Ubah Jadwal Kereta Gambir, KAI Imbau Penumpang Berangkat Lebih Awal

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:01 WIB

Review Howl's Moving Castle: Tak Perlu Sempurna untuk Layak Dicintai

Review Howl's Moving Castle: Tak Perlu Sempurna untuk Layak Dicintai

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Bahasa Kita bukan NPC!

Bahasa Kita bukan NPC!

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Kenapa Nita Gunawan Operasi Wajah sampai ke Shanghai? Ini Alasannya

Kenapa Nita Gunawan Operasi Wajah sampai ke Shanghai? Ini Alasannya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?

Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:45 WIB

3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya

3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Siap Berangkat Demo ke Bundaran HI, Emak-emak Sampai Mahasiswa Menyemut di UI

Siap Berangkat Demo ke Bundaran HI, Emak-emak Sampai Mahasiswa Menyemut di UI

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:40 WIB

IHSG Terus Merosot, Rp6 Kuadriliun Nilai Kapitalisasi Pasar Menguap

IHSG Terus Merosot, Rp6 Kuadriliun Nilai Kapitalisasi Pasar Menguap

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:39 WIB

Lowongan Cleaning Service DJP Viral, Calon Pekerja Harus Jadi Seperti 'Avatar'

Lowongan Cleaning Service DJP Viral, Calon Pekerja Harus Jadi Seperti 'Avatar'

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:38 WIB

×