4 Cara Sederhana Meredakan Bekas Gigitan Serangga

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Rabu, 23 September 2020 | 09:42 WIB
4 Cara Sederhana Meredakan Bekas Gigitan Serangga

Suara.com - Gigitan serangga sering dianggap sepele. Padahal efeknya bisa sangat menganggu mulai dari gatal, kemerahan, bentol, hingga membengkak tergantung jenis serangga yang mengigitnya.

Gejala tersebut adalah reaksi hipersensitivitas atau reaksi alergi dari tubuh yang tengah berusaha menghilangkan zat tertentu yang masuk ke tubuh.

Tak usah bingung, ada kok pertolongan pertama gigitan serangga yang dapat Anda coba berdasarkan saran ahli seperti yang telah Suara.com kutip dari Times of India, Selasa (22/9/2020).

1. Cuci hingga bersih
Salah satu pengobatan terbaik meredakan gigitan serangga adalah dengan mencuci area yang digigit dengan sabun dan air. Bisa juga mengoleskan lotion anti gatal, seperti krim yang mengandung hidrokortison yang bisa menyembuhkan luka lebih cepat.

2. Terapi es batu
Kulit akan lebih tenang dan tidak bereaksi berlebihan karena gigitan serangga saat dikompres dengan es. Penurunan suhu kulit akan membuat pembuluh darah yang melebar berhenti berkontrasi sehingga peradangan berkurang. Rasa dingin karena es batu juga membuat gigitan tidak terasa karena kulit yang mati.

3. Oleskan minyak esensial
Tidak perlu harus beli, bisa dibuat sendiri di rumah dengan campuran lavender dan minyak pohon teh di area bekas gigitan serangga, atau mudahnya seperti minyak kayu putih dan sebagainya. Minyak esensial memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi, yang bisa sangat ampuh meredakan sakit yang membengkak akibat gigitan serangga.

4. Madu, oatmeal dan aloe vera 
Ketiga benda ini termasuk bahan antiinflamasi, seperti oatmeal bisa meredakan gatal, bengkak dan juga kemerahan akibat gigitan serangga. Gel aloe vera (lidah buaya) mampu menenangkan kulit yang terinfeksi juga menyembuhkan luka ringan. Sedangkan madu merupakan perawatan luka yang bisa mencegah hidrasi atau kekeringan di area bekas tergigit serangga, dan berfungsi sebagai pelembap.

5. Menggunakan antiserangga
Mencegah lebih baik daripada mengobati, gigitan nyamuk bisa sebabkan penyakit berat seperti malaria. Semprotkan antiserangga agar mereka tidak berkeliaran, sebaiknya pilih antiserangga alami dengan kandungan lemon maupun minyak kayu putih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duh! Salah Taruh Tulisan, Rak Minuman Ini Dipenuhi Obat Pembasmi Serangga

Duh! Salah Taruh Tulisan, Rak Minuman Ini Dipenuhi Obat Pembasmi Serangga

Lifestyle | Selasa, 22 September 2020 | 18:33 WIB

Radiasi HP Terbukti Membunuh Populasi Serangga

Radiasi HP Terbukti Membunuh Populasi Serangga

Tekno | Sabtu, 19 September 2020 | 17:51 WIB

Kulit Lansia Sering Gatal, Gara-gara Mudah Kering?

Kulit Lansia Sering Gatal, Gara-gara Mudah Kering?

Health | Sabtu, 19 September 2020 | 15:43 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB