Mantan Menkes Nila Moeloek Ungkap Rahasia Agar Virus Tak Menyebar, Apa Itu?

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 24 September 2020 | 12:50 WIB
Mantan Menkes Nila Moeloek Ungkap Rahasia Agar Virus Tak Menyebar, Apa Itu?
Mantan Menteri Kesehatan Nila Moeloek. (Suara.com/Risna Halidi)

Suara.com - Mantan Menteri Kesehatan RI periode 2014-2019 Nila Moeloek menyoroti efek Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) awal-awal pandemi Covid-19. 

Ia melihat dampaknya sangat baik untuk lingkungan, dari langit yang lebih cerah dan udara lebih bersih.

"PSBB tinggal di rumah saja, udara lebih biru dan bersih, ada foto-foto yang dishare memperlihatkan fenomena itu. Banyak tinggal di rumah transportasi berkurang, lapisan ozon tertutup kembali, artinya terjadi restorasi bumi, sistem bumi tidak terganggu kerusakan lingkungan," ujar Nila dalam acara 'Cegah Deforestasi Untuk Indonesia Yang Lebih Sehat ' bersama Madani dan Tempo, Kamis (24/9/2020).

Meski hanya sebentar PSBB secara ketat diterapkan, menurutnya dampaknya sangat luar biasa bagi lingkungan. 

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Namun disayangkan banyak orang sudah kembali keluar rumah berlibur maupun menggunakan kendaraan yang bisa kembali merusak kualitas udara.

"Kita mengalami efek rumah kaca, panas bumi tidak dapat kembali ke atmosfer ketahan, sehingga panas kembali ke bumi, banyak gas rumah kaca yang berbahaya, bumi panas ini disebabkan efek rumah kaca, suhu bumi semakin panas," jelas guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Nila sangat setuju jika ulah manusia sendirilah yang merusak lingkungan dan menjadi bumerang bagi kesehatan manusia, termasuk ancaman virus dan penyakit seperti Covid-19. Masih banyak masyarakat yang belum sadar tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Pada 2015, Kementerian Kesehatan merencanakan dengan perubahan perilaku komunitas sadar kesehatan, masyarakat sadar kesehatan kini sudah lebih dari 20 persen, mereka menyadari perilaku merusak lingkungan bisa merugikan kita semua," papar Nila.

Ia melanjutkan, tindakan yang bisa dilakukan untuk menjaga alam sehingga tidak menghasilkan virus dan penyakit adalah dengan mempertahankan ekosistem alam.

baca juga

Misalnya keberadaan hutan, tumbuhan tidak ditebang, hingga binatang yang hidup di dalamnya tidak diburu. Dengan demikian ekosistem alam tetap terjaga.

"Ini adalah strategi kesehatan agar bakteri dan virus, patogen tidak terkena manusia. Mereka akan berinteraksi pada manusia jika lingkungan diganggu, suatu transmisi infeksi, bakteri atau virus zat-zat berbahaya bisa mengganggu," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Inggris Mengategorikan 8 Tipe Ruam yang Menjadi Gejala Covid-19

Ilmuwan Inggris Mengategorikan 8 Tipe Ruam yang Menjadi Gejala Covid-19

Health | Kamis, 24 September 2020 | 11:30 WIB

Indonesia Pontang-panting Lawan Corona, Brunei Sudah 20 Hari Bebas Covid-19

Indonesia Pontang-panting Lawan Corona, Brunei Sudah 20 Hari Bebas Covid-19

News | Kamis, 24 September 2020 | 09:51 WIB

Kronologi Nunung Srimulat Terpapar Virus Corona

Kronologi Nunung Srimulat Terpapar Virus Corona

Entertainment | Kamis, 24 September 2020 | 09:49 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

×