Di Tengah Pandemi Covid-19, Wabah Bakteri Brucellosis Terjadi di 2 Negara

Angga Roni Priambodo | Rosiana Chozanah | Suara.com

Sabtu, 26 September 2020 | 18:29 WIB
Di Tengah Pandemi Covid-19, Wabah Bakteri Brucellosis Terjadi di 2 Negara
Ilustrasi bakteri dilihat dari mikroskop. (ua.depositphotos.com)

Suara.com - Sementara dunia saat ini terguncang di bawah pandemi Covid-19, penyakit bakteri menular baru, Brucellosis, secara bertahap mulai 'melebarkan sayapnya'.

Ribuan orang dinyatakan positif terinfeksi bakteri ini di barat laut China. Komisi Kesehatan Nasional (NHC) Lanzhou, ibu kota provinsi Gansu, baru-baru ini mengonfirmasi 3.245 orang telah tertular penyakit tersebut dan 1.401 orang lainnya dinyatakan positif.

Beruntung, sejauh ini belum ada laporan korban jiwa.

Penyakit ini juga dilaporkan masuk ke India dan mulai menyerang manusia dan hewan. Para ilmuwan khawatir ini bisa berubah menjadi pandemi yang bisa jauh lebih parah daripada virus corona baru.

Ilustrasi bakteri Brucellosis. [Milan Radulovic/AFP]
Ilustrasi bakteri Brucellosis. [Milan Radulovic/AFP]

Apa itu Brucellosis?

Brucellosis disebabkan oleh sekelompok bakteri tergolong dalam genus Brucella, yang dapat menyerang hewan dan manusia.

Biasanya menyebar ke orang melalui kontak langsung dengan cairan hewan yang terinfeksi, memakan produk susu mentah atau tidak dipasteurisasi, atau menghirup udara yang terkontaminasi.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), penularan dari manusia ke manusia sangat jarang. Infeksi pada manusia sebagian besar disebabkan oleh makan makanan yang terkontaminasi atau menghirup bakteri, yang tampaknya terjadi di Lanzhou.

Tapi bisa juga menyebar melalui kontak seksual, dan dari ibu menyusui ke bayinya. Luka atau goresan parah pada kulit juga dapat membuat seseorang rentan terhadap infeksi, lapor The Health Site.

Wabah brucellosis diyakini disebabkan oleh kebocoran di pabrik farmasi Zhngmu Lanzhou, yang terjadi antara akhir Juli dan akhir Agustus tahun lalu.

Pabrik tersebut diduga menggunakan disinfektan dan pembersih kedaluwarsa saat memproduksi vaksin Brucella untuk penggunaan hewan. Hal ini menyebabkan beberapa bakteri bocor di limbah gas.

Dengan meningkatnya jumlah kasus di China, para ilmuwan India menekankan perlunya pengujian brucellosis yang luas seperti halnya virus corona untuk mencegah pandemi lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wow! 700 Bakteri Nempel di Setir Mobil, Lebih Kotor Ketimbang Toilet Umum

Wow! 700 Bakteri Nempel di Setir Mobil, Lebih Kotor Ketimbang Toilet Umum

Jatim | Kamis, 24 September 2020 | 10:44 WIB

Gawat! Laboratorium Bocor, 3.000 Orang di China Terinfeksi Bakteri Menular

Gawat! Laboratorium Bocor, 3.000 Orang di China Terinfeksi Bakteri Menular

Tekno | Selasa, 22 September 2020 | 11:30 WIB

Di Tengah Pandemi Corona, Ribuan Warga China Terinfeksi Bakteri Brucellosis

Di Tengah Pandemi Corona, Ribuan Warga China Terinfeksi Bakteri Brucellosis

News | Jum'at, 18 September 2020 | 12:53 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB