WHO: 20 Persen Kematian Akibat Penyakit Jantung Berkaitan dengan Tembakau

Selasa, 29 September 2020 | 19:25 WIB
WHO: 20 Persen Kematian Akibat Penyakit Jantung Berkaitan dengan Tembakau
Ilustrasi rokok tembakau

Suara.com - Setiap tahun setidaknya 1,9 juta orang di dunia meninggal karena penyakit jantung yang disebabkan oleh tembakau. Hal tersebut dinyatakan oleh rilis terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Federasi Jantung Dunia, dan Universitas Newcastle Australia.

Angka tersbeut setara dengan satu dari lima kematian akibat penyakit jantung secara umum. Artinya, hampir 20 persen kematian akibat penyakit jantung berkaitan dengan tembakau khusunya rokok.

Melansir dari laman resmi WHO, para peneliti menyebutkan bahwa perokok lebih mungkin mengalami penyakit kardiovaskular akut pada usia yang lebih muda daripada non-perokok.

Menurut peneliti, hanya beberapa batang rokok sehari, sesekali merokok atau terpapar asap rokok bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Namun jika perook segera mengambil tindakan dan berhenti, maka risiko penyakit jantung akan menurun hingga 50 persen setelah satu tahun tidak merokok.

“Mengingat bukti saat ini tentang tembakau dan kesehatan kardiovaskular serta manfaat kesehatan dari berhenti merokok, gagal menawarkan layanan berhenti merokok kepada pasien penyakit jantung dapat dianggap sebagai malpraktek klinis atau kelalaian," kata Dr Eduardo Bianco, Ketua Kelompok Pakar Tembakau Federasi Jantung Dunia

"Kelompok kardiologis harus melatih anggotanya dalam berhenti merokok, serta mempromosikan dan bahkan mendorong upaya advokasi pengendalian tembakau,” tambahnya.

Rokok elektrik juga meningkatkan tekanan darah sehingga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Guna mencegah penyebaran virus corona, pemerintah Bekasi akan meniadakan ruang rokok bersama.
rokok.

Selain itu, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung meningkatkan risiko keparahan Covid-19. Sebuah survei WHO menemukan bahwa di  67 persen pasien Covid-19 parah di Italia memiliki tekanan darah tinggi. Sementara pasien parah Covid-19 di Spanyol, 43 persen di antaranya hidup dengan penyakit jantung.

“Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk melindungi kesehatan rakyatnya dan membantu membalikkan epidemi tembakau. Menjadikan masyarakat bebas rokok mengurangi jumlah pasien masuk rumah sakit terkait tembakau, tertama dalam konteks pandemi ini,” kata Dr. Vinayak Prasad, Pimpinan Unit WHO No Tobacco Unit.

Baca Juga: Penyakit Jantung Bisa Diwariskan oleh Keluarga? Dokter Ungkap Fakta

Menurut WHO, pengendalian tembakau adalah elemen kunci untuk mengurangi penyakit jantung. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI